
Jakarta, Pintu News – Pasar keuangan global di awal 2026 menunjukkan pergerakan yang saling menjauh antara saham dan aset digital. Indeks saham utama Amerika Serikat terus mencetak rekor baru, sementara pasar crypto justru bergerak dalam fase konsolidasi dengan tekanan sentimen dan likuiditas.
Divergensi ini mencerminkan perbedaan cara investor memaknai risiko: saham diposisikan sebagai penerima manfaat narasi kepercayaan makro dan kebijakan, sedangkan aset crypto berada dalam fase penyesuaian struktur dan ekspektasi.
Kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan bertahan di bawah US$2,5 triliun, menandakan belum adanya dorongan tren naik yang kuat. Bitcoin masih menjadi jangkar utama dengan dominasi sekitar 58,2%, menunjukkan bahwa modal cenderung terkonsentrasi pada aset berkapitalisasi besar dan belum mengalir agresif ke altcoin berisiko tinggi. Aktivitas tetap ramai, namun harga bergerak dalam kisaran sempit sehingga menegaskan fase “ikut serta tanpa akselerasi”.
Data derivatif memperkuat gambaran tersebut. Volume futures bulanan tercatat sekitar US$1,12 miliar, melonjak 102,2% dibanding bulan sebelumnya, sementara volume perpetual mencapai US$1,48 triliun, naik 27,37%.
Di sisi lain, nilai futures yang masih terbuka justru turun tipis 1,74% ke sekitar US$3,6 miliar, dan nilai perpetual turun 5,39% ke US$563,58 miliar. Arus masuk bersih ETF crypto sekitar US$309,4 juta dalam sebulan terakhir, tetapi masih negatif US$527,83 juta secara tahunan, menandakan minat institusional belum pulih penuh.
Baca juga: Harga Perhiasan Perak Hari Ini, Senin 9 Februari 2026
Meskipun harga bergerak lesu, komunitas crypto tetap sangat aktif di media sosial dan forum diskusi. Narasi tematik, rotasi sektor, dan perdebatan kebijakan terus berlangsung, menunjukkan bahwa minat struktural belum lenyap.
Namun, aktivitas ini belum diterjemahkan menjadi dorongan harga yang kuat karena sebagian besar pelaku pasar mengutamakan likuiditas dan perlindungan modal. Dalam konfigurasi saat ini, crypto lebih berperan sebagai aset pro-risiko yang sensitif terhadap guncangan makro, bukan instrumen lindung nilai defensif.

Indikator psikologi pasar menggambarkan kondisi kehati-hatian ekstrem. Crypto Fear & Greed Index berada di level 8, yang mengindikasikan “extreme fear” dan sering kali berkorelasi dengan fase penantian katalis yang lebih jelas.
Volatilitas cenderung terkompresi ketika pelaku pasar memilih menahan posisi daripada mengejar tren baru. Dalam konteks ini, keterlibatan komunitas berfungsi menjaga likuiditas dan kontinuitas narasi, tetapi belum cukup untuk memicu ekspansi harga yang berkelanjutan.
Baca juga: RWA Perpetuals Meledak di 2026, Emas dan Perak Jadi “Bintang Baru” Derivatif Crypto?
Berbanding terbalik dengan crypto, pasar saham Amerika Serikat mencatat momentum positif yang kuat. Indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 50.000 untuk pertama kalinya dengan kenaikan sekitar 2%, menjadi simbol kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan stabilitas kebijakan. Kenaikan ini didorong partisipasi luas lintas sektor—mulai dari industri, keuangan, hingga emiten blue chip—sehingga tidak hanya bertumpu pada satu tema pertumbuhan.
Narasi politik ikut memperkuat optimisme ini. Presiden Donald Trump secara terbuka merayakan rekor Dow melalui Truth Social, mengaitkan kinerja pasar saham dengan kebijakan tarif dan isu keamanan nasional, bahkan memproyeksikan potensi Dow menuju 100.000 di akhir masa jabatannya.
Bagi sebagian investor domestik, pesan seperti ini memperkuat persepsi bahwa saham adalah cerminan keberhasilan ekonomi nasional. Efeknya, alokasi modal ke saham tetap deras meskipun aset lain—termasuk crypto—sedang mengalami fase konsolidasi.
Perbedaan arah antara saham dan crypto di awal 2026 terutama mencerminkan asimetri kepercayaan. Saham AS saat ini menikmati “confidence trade” yang ditopang kombinasi data makro, stabilitas kebijakan, dan narasi politik yang pro-pasar.
Sementara itu, pasar crypto bergerak dalam fase penyesuaian, dengan aktivitas derivatif tinggi tetapi momentum harga terbatas, serta sentimen yang didominasi ketakutan. Memahami dinamika ini menuntut analisis yang melampaui pergerakan harga semata—mencakup struktur pasar, arus likuiditas, serta pengaruh komunitas dan narasi yang semakin menentukan cara investor menafsirkan risiko dan peluang.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi