XRP vs Solana: Altcoin Mana yang akan Rebound Lebih Dulu Setelah Crypto Bear Market?

Di-update
February 9, 2026
Bagikan
Gambar XRP vs Solana: Altcoin Mana yang akan Rebound Lebih Dulu Setelah Crypto Bear Market?

Jakarta, Pintu News – Pasar crypto saat ini sedang berada dalam fase kapitulasi berisiko tinggi, dan dampaknya kini terlihat jelas bahkan pada koin-koin besar dengan likuiditas tertinggi.

Setelah kejatuhan harga besar-besaran baru-baru ini dan gelombang deleveraging yang mengikutinya, Solana dan XRP ikut terseret. Menariknya, kedua altcoin ini kini diperdagangkan dengan diskon tajam, masing-masing turun sekitar 43% dan 45% dari puncak harga mereka di awal 2026.

Sekilas, keduanya tampak sama-sama terpukul. Namun, jika dilihat lebih dalam, jalur pemulihan mereka tampak sangat berbeda. Dalam analisis ini, laman CCN membahas posisi harga XRP dan Solana saat ini, sekaligus menilai apakah keduanya masih memiliki peluang untuk bangkit kembali setelah penurunan brutal ini.

Harga Solana Anjlok

Pada akhir pekan, harga SOL telah jatuh menembus level krusial $100. Setelah kehilangan area support penting untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, SOL akhirnya menemukan pembeli tepat di bawah $96.

Baca juga: Vitalik Buterin All-Out Dukung Zcash dengan Langkah Besar di Ranah Privasi

Namun, respons seperti itu belum bisa dikatakan sebagai titik dasar (bottom) yang pasti. Meski begitu, hal ini menunjukkan adanya reaksi pasar—persis seperti yang diharapkan dari sebuah aset yang biasanya memimpin pergerakan, baik saat naik maupun saat keluar dari fase ketakutan.

Yang lebih menarik adalah adanya divergensi yang terbentuk di bawah pergerakan harga. Ketika SOL mencetak lower low (harga terendah yang makin turun), indikator Chaikin Money Flow justru bergerak naik secara perlahan. Ini memberi sinyal bahwa pelaku besar (big players) tampaknya sedang menyerap pasokan, bukan ikut panik menjual.

XRP vs SOL: Posisi Keduanya Saat Ini

Ujian sebenarnya untuk Solana jauh lebih berat dibandingkan XRP. Selama harganya masih bertahan di bawah area $100, setiap kenaikan hanya berisiko dianggap sebagai pantulan sementara (sekadar peluang trading), bukan awal dari tren baru yang kuat.

Secara historis, ketika SOL berhasil stabil dan menembus serta mengonfirmasi level kunci, pergerakannya biasanya sangat cepat. Namun, dalam kasus kali ini, tampaknya harga Solana belum menunjukkan tanda-tanda akan mengalami breakout penting.

MetrikSolana (SOL)XRP (Ripple)
Harga Saat Ini$82,70$1,42
Penurunan YTD-43,2%-44,9%
Fear & Greed Index5 (Ketakutan Ekstrem)14 (Ketakutan Ekstrem)
Sentimen PemulihanPotensi pola V-ShapeKonsolidasi
Resistensi Terdekat$120$1,80

Analisis Harga SOL

Chart harian Solana saat ini membentuk pola puncak head and shoulders (kepala dan bahu). Struktur ini berkembang selama beberapa bulan terakhir. Shoulder kiri terbentuk saat kenaikan harga di pertengahan 2025, lalu disusul dorongan kuat yang membentuk head di area sekitar $250, di mana harga kemudian tertolak.

Setelah itu, shoulder kanan terbentuk di bawah head, tertahan di kisaran zona Fibonacci 0,5–0,618 ($160–$180). Ini menandakan setup bullish mulai melemah. Neckline pola tersebut sejajar dengan area Fibonacci retracement 0,236 di sekitar $112, yang sebelumnya menjadi support krusial sepanjang akhir 2025. Begitu Solana menembus ke bawah zona ini, tekanan jual meningkat tajam.

Indikator momentum juga memperkuat struktur bearish ini. Saat tulisan ini dibuat, harga Solana bergerak jauh di bawah garis tengah Bollinger Band, sementara band bawah melebar—mengisyaratkan volatilitas yang meningkat ke arah bawah.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di area negatif, yang menunjukkan arus modal keluar masih mendominasi. Ini berarti penurunan harga didorong oleh tekanan jual yang nyata, bukan sekadar koreksi ringan.

Dalam sudut pandang yang lebih luas, pantulan harga dari area $80 saat ini lebih terlihat sebagai reli korektif, bukan pergerakan naik impulsif yang menandai perubahan tren besar. Agar setup bearish ini bisa dibatalkan, Solana perlu merebut kembali neckline yang telah jebol di sekitar $115 dan bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume yang kuat.

Sampai itu terjadi, reli justru lebih berpotensi dimanfaatkan untuk jual saat naik, karena pasar masih dalam proses membersihkan leverage berlebih dan posisi spekulatif sebelumnya.

XRP dalam Zona Bearish

Berbeda dengan Solana, XRP terlihat kurang eksplosif dan lebih ā€œteraturā€ dalam pergerakannya—dan saat ini, justru tampak lebih terjebak. Harganya berkisar di area $1,50, yang merupakan level terendah dalam 14 bulan, sementara struktur chart-nya masih belum menunjukkan arah yang jelas.

Baca juga: Pasar Crypto Menghijau, 5 Altcoin Melonjak hingga 42% Hari Ini, 9 Februari 2026

Alih-alih memantul tajam, XRP justru bergerak sideways dalam pola yang cenderung datar, yang lebih mengisyaratkan fase stabilisasi daripada fase akumulasi kuat.

Pada timeframe yang lebih rendah, terbentuk pola bearish pennant yang masih menekan harga ke bawah. Selama pasar belum mampu merebut kembali area sekitar $1,58, risiko penurunan lanjutan menuju kisaran $1,20 masih terbuka.

Yang membedakan XRP adalah posisi pasar derivatifnya. Open interest futures telah turun ke sekitar $831,88 miliar, mengindikasikan bahwa posisi long dengan leverage sudah banyak yang terlikuidasi.

Hal ini mengurangi risiko terjadinya gelombang likuidasi mendadak. Namun di sisi lain, juga mengurangi ā€œbahan bakarā€ untuk terjadinya short squeeze atau kenaikan tajam yang dipicu oleh posisi kurang sehat.

Tanpa banyak leverage dan tanpa adanya faktor urgensi, pemulihan harga XRP berpotensi berlangsung lebih lambat dan didorong oleh institusi, bukan berupa lonjakan cepat yang bersifat reaktif.

Analisis Harga XRP

Chart harian XRP masih menunjukkan pola descending channel (kanal menurun) yang sudah terbentuk jelas dan membimbing pergerakan harga sejak puncak pertengahan 2025.

Setiap kali harga mencoba naik, reli tersebut tertahan oleh garis tren bagian atas. Sementara itu, rangkaian lower low terus terbentuk di batas bawah kanal, mengonfirmasi struktur bearish yang lebih besar.

Dari sisi Fibonacci, posisi harga XRP—dibandingkan Solana—masih berada di bawah beberapa level retracement penting yang sebelumnya berfungsi sebagai support. Level 0,236 di sekitar $1,75 sudah ditembus ke bawah. Saat ini, harga masih kesulitan untuk merebut kembali area tersebut meski sempat terjadi lonjakan intraday.

Di atasnya, level 0,382 ($2,11) dan 0,5 ($2,40) berimpit dengan area resistance kanal, membentuk zona konfluensi kuat yang kemungkinan besar akan dimanfaatkan seller untuk kembali menekan harga, kecuali ada dorongan momentum yang benar-benar signifikan.

Ichimoku Cloud juga memberi sinyal kehati-hatian tambahan: harga masih bergerak di bawah cloud yang miring ke bawah.

Meskipun garis jangka pendek (Tenkan/Kijun) mungkin mencoba melengkung naik setelah pantulan, keberadaan cloud sebagai resistance di atas harga mengisyaratkan bahwa kenaikan saat ini lebih berpotensi hanyalah pullback korektif, bukan awal tren naik baru.

Selain itu, indikator RSI masih lemah, bergerak di kisaran angka 30-an bahkan setelah terjadinya rebound. Ini menandakan bahwa XRP masih berada di wilayah bearish.

Memang, adanya bullish divergence baru-baru ini membantu memicu pantulan harga. Namun kegagalan RSI untuk kembali naik dan bertahan di atas level 50 menunjukkan bahwa momentum belum benar-benar berpihak pada buyer.

Secara historis, pembalikan tren yang kuat biasanya terjadi ketika RSI bergerak dari kondisi oversold menuju rentang netral hingga bullish secara berkelanjutan. Singkatnya, pergerakan harga XRP saat ini lebih tepat disebut sebagai relief rally di dalam tren turun utama.

Untuk mengonfirmasi perubahan tren yang nyata, harga perlu menembus dan bertahan di atas kanal menurun, merebut kembali zona Fibonacci 0,382, serta mengubah Ichimoku Cloud dari resistance menjadi area support.

Kesimpulan

Kedua aset ini sama-sama menjadi korban guncangan makro yang sama, tetapi cara masing-masing merespons mencerminkan karakter dasarnya.

Solana cenderung lebih dulu mencoba memantul, baru kemudian ā€œmemikirkan ulangā€ situasinya. XRP justru bergerak pelan ke samping, seolah menunggu kepastian dan konfirmasi lebih dulu.

Dalam fase kapitulasi, perbedaan seperti ini cukup penting. Yang satu biasanya bergerak lebih cepat dan agresif di awal, sementara yang lain cenderung bergerak belakangan, tapi lebih terukur.

Untuk saat ini, baik XRP maupun Solana belum menunjukkan bukti kuat bahwa pasar benar-benar sudah membentuk bottom bear market yang meyakinkan. Dengan kondisi seperti sekarang, risiko penurunan lanjutan masih cukup nyata sebelum akhirnya bisa muncul fase pemulihan yang benar-benar berkelanjutan.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->