3 Alasan Robert Kiyosaki Pilih BTC daripada Emas di 2026, Pasokan Hanya 21 Juta!

Di-update
February 12, 2026
Bagikan
Gambar 3 Alasan Robert Kiyosaki Pilih BTC daripada Emas di 2026, Pasokan Hanya 21 Juta!

Jakarta, Pintu News – Perdebatan antara emas dan Bitcoin kembali memanas setelah Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, menyatakan bahwa satu aset lebih unggul dibanding emas. Ia menyoroti perbedaan mendasar antara pasokan emas dan cryptocurrency terbesar di dunia tersebut. Pernyataan ini memicu diskusi luas di komunitas crypto dan pasar keuangan global mengenai mana instrumen yang lebih kuat untuk jangka panjang.

1. Pasokan Emas Disebut “Teoretis Tanpa Batas”

Robert Kiyosaki menilai bahwa pasokan emas secara teori tidak sepenuhnya terbatas. Menurutnya, ketika harga emas naik signifikan, aktivitas eksplorasi dan penambangan akan meningkat sehingga suplai baru dapat terus bertambah. Hal ini membuat emas tidak memiliki batas matematis yang benar-benar kaku.

Secara historis, emas memang dianggap langka dan bernilai karena proses penambangannya yang kompleks. Namun, berbeda dengan sistem digital, tidak ada angka maksimum resmi yang membatasi total suplai emas di dunia. Argumen inilah yang digunakan Kiyosaki untuk mempertanyakan klaim kelangkaan absolut emas sebagai aset lindung nilai.

Baca Juga: Tokenized Commodities Melampaui $6 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Crypto?

2. Bitcoin (BTC) Punya Batas Maksimal 21 Juta Koin

Berbeda dengan emas, Bitcoin (BTC) dirancang dengan suplai maksimum 21 juta koin yang tertanam dalam protokolnya. Batas ini tidak dapat diubah tanpa konsensus mayoritas jaringan, sehingga menciptakan kelangkaan yang bersifat matematis. Konsep ini menjadi salah satu fondasi utama narasi Bitcoin sebagai aset deflasi.

Keterbatasan suplai tersebut membuat banyak investor crypto melihat BTC sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Dalam teori ekonomi, ketika permintaan meningkat sementara suplai tetap, harga berpotensi naik. Mekanisme inilah yang menjadi alasan sebagian pihak menilai cryptocurrency memiliki potensi apresiasi lebih tinggi dibanding emas.

Baca Juga: Tokenized Commodities Melampaui $6 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Crypto?

3. Kritik terhadap Uang Fiat dan Implikasi bagi Investor

Selain membandingkan emas dan Bitcoin, Kiyosaki juga mengkritik sistem mata uang fiat seperti dolar AS. Ia berpendapat bahwa uang kertas dapat terus dicetak oleh bank sentral, sehingga nilainya berisiko tergerus inflasi. Pandangan ini memperkuat argumennya bahwa aset dengan suplai terbatas lebih unggul untuk perlindungan nilai jangka panjang.

Meski demikian, Kiyosaki tetap menyarankan diversifikasi aset, termasuk kepemilikan emas, perak, dan cryptocurrency. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perdebatan bukan semata soal memilih satu aset, tetapi bagaimana menyusun strategi investasi sesuai profil risiko. Bagi investor pemula, memahami perbedaan karakteristik antara emas dan Bitcoin menjadi langkah awal sebelum menentukan alokasi portofolio.

Secara keseluruhan, pernyataan Robert Kiyosaki kembali menegaskan perbedaan fundamental antara aset fisik dan aset digital. Emas memiliki sejarah ribuan tahun sebagai penyimpan nilai, sementara Bitcoin menawarkan kelangkaan berbasis kode dan transparansi blockchain. Dalam konteks pasar 2026 yang semakin terintegrasi secara global, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis risiko, tujuan keuangan, dan pemahaman menyeluruh terhadap dinamika crypto dan cryptocurrency.

Baca Juga: 7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->