Analisa & Prediksi Harga Perak di Pasar Global Hari Ini, 13 Februari 2026

Di-update
February 12, 2026
Bagikan
Gambar Analisa & Prediksi Harga Perak di Pasar Global Hari Ini, 13 Februari 2026

Jakarta, Pintu News – Harga perak (silver) tetap menjadi fokus bagi investor komoditas pada 13 Februari 2026, setelah reli besar pada tahun lalu dan target harga ambisius dari bank investasi global. J.P. Morgan Global Research memperkirakan rata-rata harga perak akan mencapai USD81 per ounce (sekitar Rp1.362.000 per ons, kurs 1 USD ≈ Rp16.826) sepanjang 2026, lebih dari dua kali lipat rata-rata tahun sebelumnya. Proyeksi ini memicu diskusi antara tren bullish struktural dan risiko volatilitas yang tinggi menjelang dinamika permintaan industri dan arus modal investor.

1. Target Bank Besar: USD81/oz di 2026

Menurut J.P. Morgan, harga perak diproyeksikan mencapai rata-rata USD81 per ounce pada 2026, didorong oleh lonjakan hampir 130 persen sepanjang 2025, dari sekitar USD29/oz ke atas USD70/oz, mencerminkan momentum yang kuat di pasar logam mulia. Pergerakan itu sebagian didukung oleh permintaan industri, terutama sektor energi surya (solar) yang menyerap volume besar perak untuk panel fotovoltaik, serta ketidakpastian kebijakan tarif AS yang mendorong permintaan safe-haven.

Posisi J.P. Morgan menekankan bahwa walaupun prospek bullish terlihat kuat, harga perak masih rentan terhadap volatilitas pasar. Prediksi ini memberi kerangka bagi investor untuk mempertimbangkan eksposur jangka menengah dengan fokus pada permintaan riil dan sentimen global.

Baca Juga: Tokenized Commodities Melampaui $6 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Crypto?

2. Reli 2025 dan Dampaknya pada Perak 2026

Data historis menunjukkan bahwa perak mengalami reli signifikan selama 2025, dengan kenaikan yang membuat banyak pelaku pasar kembali menaruh perhatian pada logam ini sebagai aset yang berpotensi berfungsi sebagai lindung nilai serta komoditas industri. Reli ini terjadi ketika investor mencari aset yang memberi perlindungan terhadap risiko makroekonomi dan ketidakpastian kebijakan moneter global.

Namun, reli tersebut juga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap resistensi harga di masa depan, membuat setiap penurunan atau konsolidasi harga menjadi nyata dan memicu reaksi trader jangka pendek. Fenomena ini menjadikan perak sebagai aset yang menarik sekaligus menantang bagi para investor yang ingin menggabungkan eksposur komoditas dan lindung nilai inflasi.

3. Skenario Harga Hari Ini: Bullish vs Bearish

harga perhiasan perak
Generated by AI

Skenario Bullish:
Permintaan global yang kuat dari sektor industri — khususnya energi surya — serta arus masuk investasi logam mulia bisa mendorong perak kembali ke area USD80–USD85/oz jika sentimen risiko global tetap tinggi dan arus modal untuk aset safe-haven bertahan.

Skenario Bearish:
Faktor risiko termasuk potensi substitusi industri (misalnya teknologi yang mengurangi penggunaan perak di sel surya), penguatan dolar AS, atau penurunan permintaan spekulatif bisa menekan harga. Jika permintaan industri melemah atau terjadi tekanan pasar saham yang tajam, perak bisa terkoreksi kembali di bawah level support USD75–USD78/oz.

4. Risiko Volatilitas & Katalis Makro

Walaupun proyeksi rata-rata USD81/oz memberikan gambaran bullish untuk 2026, volatilitas tetap tinggi. Harga perak sangat sensitif terhadap faktor makro seperti arah kebijakan moneter AS, tingkat suku bunga, serta permintaan industri global. Katalis seperti data inflasi AS, keputusan suku bunga Federal Reserve, dan dinamika pasar energi surya dapat memicu pergerakan harga tajam.

Investor harus menyadari bahwa fluktuasi besar dapat terjadi dalam jangka pendek, sehingga strategi manajemen risiko yang disiplin sangat diperlukan. Mengatur stop-loss dan menentukan ukuran posisi yang tepat menjadi bagian penting dari pendekatan trading pada logam mulia ini.

5. Prospek Jangka Menengah & Panjang

Selain target bank besar, analis independen lain menggarisbawahi pandangan beragam terhadap perak jangka panjang. Beberapa prediksi menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan karena kebutuhan industri dan potensi defisit pasokan, sementara pandangan lain memperingatkan kemungkinan volatilitas tajam atau koreksi mendalam dalam kondisi pasar tertentu. Hal ini mencerminkan karakter perak sebagai komoditas multifungsi yang dipengaruhi oleh permintaan industri dan aliran modal investasi.

Untuk investor jangka panjang, menggabungkan eksposur perak dengan diversifikasi kelas aset lain seperti emas, saham, atau bahkan aset digital dapat membantu mengurangi risiko spesifik komoditas. Pasar perak 2026 diperkirakan tetap menarik namun memerlukan pemahaman kontekstual terhadap siklus industri dan sentimen risiko global.

Baca Juga: 7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) sebagai Alternatif Aset Komoditas di Ekosistem Kripto

Silver ETF Tertokenisasi adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.

Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->