Prediksi Analis Senior: Harga Bitcoin (BTC) Bisa Anjlok ke $35.000, Ini Skenarionya!

Di-update
February 14, 2026
Bagikan
Gambar Prediksi Analis Senior: Harga Bitcoin (BTC) Bisa Anjlok ke $35.000, Ini Skenarionya!

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah analis veteran, Gareth Soloway, mengungkapkan potensi pergerakan harga Bitcoin yang mengejutkan. Dalam analisis terbarunya, Soloway memaparkan beberapa skenario yang bisa terjadi pada harga Bitcoin (BTC), mulai dari stabilitas jangka pendek hingga kemungkinan penurunan tajam jika terjadi gejolak besar di pasar keuangan global.

Prediksi ini menjadi perhatian para pelaku pasar, mengingat volatilitas yang masih tinggi di dunia aset digital. Artikel ini akan membahas secara mendalam pandangan Soloway, mulai dari peluang rebound, area resistensi penting, hingga skenario terburuk yang bisa membawa Bitcoin (BTC) ke level $35.000.

Bitcoin (BTC) Tunjukkan Ketahanan di Tengah Tekanan Pasar

Gareth Soloway menyoroti bahwa Bitcoin (BTC) saat ini masih bertahan di area harga yang sangat krusial, meskipun pasar saham Amerika Serikat tengah mengalami tekanan. Menurutnya, Bitcoin (BTC) justru menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan indeks saham utama, sehingga menarik perhatian investor yang mencari alternatif di tengah ketidakpastian.

Ia juga menilai bahwa sebagian modal dari pasar saham kemungkinan akan beralih ke Bitcoin (BTC), sehingga dapat membatasi potensi penurunan lebih lanjut dalam waktu dekat. Fenomena ini memperlihatkan bahwa Bitcoin (BTC) mulai dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak pasar tradisional.

Soloway menambahkan bahwa pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang sempat turun namun kembali ditutup di atas level penting menandakan masih adanya minat beli yang kuat. Area sekitar $73.000–$74.000 menjadi zona yang sangat diperhatikan, karena sebelumnya menjadi titik breakout utama.

Reaksi harga yang tajam di sekitar $73.000 menunjukkan bahwa para pelaku pasar masih aktif mempertahankan level tersebut. Dengan demikian, peluang terjadinya rebound jangka pendek tetap terbuka, meskipun risiko di pasar global masih membayangi.

Rebound Bitcoin (BTC) Berpotensi Terbatas di Area $85.000–$86.000

Jika terjadi pemulihan harga, Soloway memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) akan menghadapi tekanan jual yang cukup besar di kisaran $85.000 hingga $86.000. Area ini sebelumnya berfungsi sebagai support penting sebelum akhirnya ditembus ke bawah, sehingga kini berpotensi menjadi zona resistensi yang kuat.

Menurut Soloway, kenaikan menuju area tersebut tidak serta-merta menandakan dimulainya tren bullish baru, melainkan bisa menjadi awal dari tekanan jual lanjutan. Para investor diharapkan tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah setelah harga menyentuh zona ini.

Baca juga: CEO Galaxy Sebut Crypto Masuk Fase Baru yang Lebih ‘Dewasa’

Soloway menegaskan bahwa rebound ke area $85.000–$86.000 lebih bersifat teknikal dan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren jangka panjang. Ia juga mengingatkan bahwa sentimen pasar global yang masih rapuh dapat memicu aksi ambil untung secara masif di level tersebut. Oleh karena itu, pergerakan harga di area ini akan menjadi penentu penting bagi arah Bitcoin (BTC) selanjutnya. Jika tekanan jual mendominasi, bukan tidak mungkin harga kembali tertekan ke level yang lebih rendah.

Skenario Dasar: Koreksi Menuju $55.000 dan Skenario Terburuk di $35.000

Dalam skenario dasar, Soloway memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) akan mengalami koreksi wajar menuju area $55.000, dengan asumsi tidak terjadi krisis keuangan global yang parah. Ia merujuk pada pola siklus sebelumnya, di mana Bitcoin (BTC) biasanya turun sekitar 20% di bawah rekor tertinggi siklus sebelumnya.

Dengan puncak harga tahun 2021 di kisaran $69.000, maka koreksi ke $55.000 dinilai sebagai level yang logis dan berpotensi menjadi lantai harga jangka panjang. Area ini juga sesuai dengan aktivitas perdagangan historis yang cukup signifikan.

Namun, Soloway tidak menutup kemungkinan terjadinya skenario terburuk jika pasar saham global mengalami penurunan tajam hingga 30%–50%. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pola head-and-shoulders yang terbentuk di grafik Bitcoin (BTC) bisa memicu penurunan lebih dalam hingga ke kisaran $34.000–$35.000.

Ia menegaskan bahwa skenario ini bukanlah ekspektasi utama, melainkan hanya akan terjadi jika terjadi guncangan besar di pasar keuangan dunia. Meski demikian, para investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan strategi akumulasi secara bertahap di rentang $55.000–$65.000 jika harga bergerak ke area tersebut.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->