Harga Ethereum Bertahan di $1.900 Hari Ini (18/2): Data Onchain Menunjukkan Upaya Pemulihan?

Di-update
February 18, 2026
Bagikan
Gambar Harga Ethereum Bertahan di $1.900 Hari Ini (18/2): Data Onchain Menunjukkan Upaya Pemulihan?

Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum sempat naik sekitar 1% dan bertahan di kisaran $2.000 pada 17 Februari. Namun, ini bukan kali pertama ETH mencoba bangkit. Dalam 10 hari terakhir (antara 6 Februari hingga 15 Februari), Ethereum sempat melakukan tiga kali upaya rebound. Masing-masing sempat menunjukkan tanda-tanda kuat di awal, tetapi akhirnya gagal melanjutkan kenaikan.

Kini, grafik menjelaskan alasan mengapa setiap percobaan tersebut kandas. Data yang ada juga memperlihatkan apa saja yang perlu berubah agar prospek harga Ethereum akhirnya bisa berbalik menjadi bullish. Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Harga Ethereum Naik 0,14% dalam Waktu 24 Jam

Pada 18 Februari 2026,Ā harga EthereumĀ tercatat berada di sekitar $1,986 atau setara dengan Rp33.468.226 mengalami kenaikan tipis 0,14% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp32.735.157 dan level tertingginya di Rp33.887.657.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.031 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 9% menjadi Rp349,49 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun ke $67.000 Hari Ini (18/2/26): Holder Jangka Panjang BTC Tetap Percaya Diri

Ascending Triangle Menunjukkan Upaya Pemulihan, Tapi Resistance Masih Kuat

Harga Ethereum membentuk pola ascending triangle sejak awal Februari. Pola ini biasanya muncul ketika pembeli perlahan mendorong harga naik, sementara penjual terus mempertahankan zona resistance yang sama.

Garis tren yang menanjak menunjukkan pembeli masuk lebih cepat setiap kali terjadi penurunan. Namun, area resistance di sekitar $2.000 dan $2.120 tetap berhasil menghentikan setiap percobaan rebound sejauh ini.

Tercatat ada tiga upaya pemantulan yang cukup jelas. Pada 6 Februari, harga Ethereum melonjak 23% tetapi tertahan dan gagal menembus sekitar $2.120. Pada 12 Februari, harga naik 11% namun kembali gagal di bawah resistance. Lalu pada 15 Februari, harga menguat 7% tetapi akhirnya kembali mandek di bawah $2.000. Artinya, meski pembeli selalu kembali, mereka belum mampu melakukan tembusan yang meyakinkan.

Salah satu indikator yang mendukung adanya upaya pemulihan adalah Chaikin Money Flow (CMF). CMF mengukur aktivitas beli-jual investor besar dengan menggabungkan data harga dan volume. Jika CMF bergerak di atas nol, itu menandakan tekanan beli lebih dominan dibanding tekanan jual.

CMF Ethereum menembus level nol pada 15 Februari (saat rebound ketiga) dan masih berada di area positif sekitar 0,05. Ini mengindikasikan investor besar mulai membeli lagi. Namun, kekuatan beli tersebut sejauh ini masih tergolong terbatas.

Hal ini memunculkan pertanyaan penting: jika pembeli kembali, mengapa harga Ethereum terus gagal naik lebih jauh? Jawabannya akan lebih jelas jika melihat pergerakan whale dan pemegang jangka panjang.

Penjualan Whale dan Pemegang Jangka Panjang Meningkat

Selama periode ketika harga Ethereum berusaha pulih, investor besar justru terlihat mengurangi eksposur. Dompet yang menyimpan ETH dalam jumlah besar—sering disebut whale—menurunkan kepemilikannya dari 113,92 juta ETH menjadi 113,66 juta ETH. Itu berarti berkurang sekitar 260.000 ETH, setara kurang lebih $500 juta.

Baca juga: 8 Presale Crypto yang Jadi Sorotan pada Februari 2026, Apa yang Membuat Mereka Menonjol?

Temuan ini menunjukkan bahwa whale melakukan aksi jual saat upaya pemulihan berlangsung, alih-alih membantu mendorong harga naik.

Indikator penting lain juga menguatkan tren tersebut, yakni Hodler Net Position Change, yang memantau apakah investor jangka panjang sedang menambah aset atau justru menjual. Ketika angkanya negatif, artinya pemegang jangka panjang sedang melakukan distribusi (jual).

Pada Ethereum, Holder Net Position Change tetap berada di zona negatif antara 3 Februari hingga 16 Februari (fase rebound). Bahkan, tekanan jual meningkat dari -13.677 ETH menjadi -18.411 ETH, atau naik sekitar 34%.

Waktu terjadinya hal ini sangat penting, karena setiap upaya rebound terjadi tepat di periode yang sama ketika aksi jual meningkat.

Inilah alasan mengapa harga Ethereum sulit mempertahankan pemulihan. Meski ada pembeli baru yang masuk, whale dan pemegang jangka panjang justru keluar dari posisi. Namun, masih ada faktor lain yang membuat level $2.000 dan $2.120 tetap sulit ditembus.

Data Cost Basis Menjelaskan Kenapa Harga Ethereum Terus Gagal di Sekitar $2.000

Data cost basis menunjukkan di level berapa para investor awalnya membeli Ethereum. Ketika harga kembali ke area tersebut, level ini sering berubah menjadi resistance, karena banyak orang cenderung menjual saat ā€œbalik modalā€.

Klaster cost basis terbesar saat ini berada di kisaran $1.995–$2.015. Lebih dari 1,01 juta ETH dibeli pada rentang ini. Akibatnya, muncul tekanan jual yang kuat.

Saat harga Ethereum kembali menyentuh area tersebut, banyak investor memilih menjual untuk mengamankan modal awal mereka. Hal ini menambah suplai di pasar dan membuat harga sulit menanjak lebih jauh. Pola ini selaras dengan tiga kegagalan rebound sebelumnya.

Setiap percobaan rebound berhenti tepat di dekat (atau sedikit di atas) zona cost basis yang sama. Ini menegaskan bahwa agar pemulihan lebih kuat, harga Ethereum harus menembus level ini dengan bersih. Untuk sementara, ETH masih terjebak di antara support dan resistance.

Level resistance terdekat adalah $2.000 (paling penting saat ini) dan $2.120, seperti dibahas sebelumnya. Jika memakai proyeksi teknikal yang lebih rinci, apabila Ethereum mampu menembus zona $2.120–$2.140, target kenaikan berikutnya bisa mengarah ke $2.210 dan $2.300.

Sebaliknya, jika harga kembali gagal menembus resistance, pergerakan ETH berpotensi sideways lebih lama. Support masih berada di sekitar $1.895, dan penurunan di bawah level ini dapat menggagalkan upaya pemulihan yang ditopang oleh garis tren naik.

Grafik memang menunjukkan ada usaha recovery, dan CMF mengonfirmasi pembeli mulai kembali. Namun, aksi jual dari whale, pemegang jangka panjang, serta resistance kuat dari cost basis masih menjadi penghalang utama reli.

Karena itu, proyeksi harga Ethereum kini sangat bergantung pada apakah para pembeli mampu menyerap tekanan jual tersebut dan akhirnya menembus resistance.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->