5 Fakta Gelap Kartel CJNG, Terungkap Gunakan Crypto Rp200 Miliar Setelah Kematian El Mencho!

Di-update
February 26, 2026
Bagikan
Gambar 5 Fakta Gelap Kartel CJNG, Terungkap Gunakan Crypto Rp200 Miliar Setelah Kematian El Mencho!

Jakarta, Pintu News – Dunia internasional dikejutkan dengan kabar kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai “El Mencho,” pemimpin kartel paling kejam di Meksiko, Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Kematian gembong narkoba paling dicari ini tidak hanya memicu gelombang kekerasan di berbagai negara bagian Meksiko, tetapi juga membongkar sistem keuangan mereka yang sangat canggih.

Regulator global kini menyoroti bagaimana jaringan kriminal ini telah lama memanfaatkan crypto dan cryptocurrency untuk mendukung operasional ilegal mereka secara lintas batas di tengah pengawasan ketat otoritas keuangan.

Kematian El Mencho dan Operasional Kartel CJNG

El Mencho tewas dalam operasi militer pada hari Minggu, 22 Februari 2026, yang seketika memicu kerusuhan di setidaknya 20 negara bagian di Meksiko. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya telah menawarkan hadiah sebesar $15 juta atau setara dengan Rp251.385.000.000 (kurs Rp16.759) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pemimpin organisasi teroris asing ini. CJNG dikenal memiliki kapasitas perdagangan kokain, heroin, dan fentanil terbesar di wilayah Amerika Utara, yang menjadikannya salah satu ancaman keamanan global yang paling signifikan.

Pasca kematiannya, penyelidik mulai mengungkap bagaimana infrastruktur finansial kartel ini berevolusi dengan sangat pesat selama beberapa tahun terakhir. Meskipun kekerasan fisik terjadi di jalanan, kekuatan sebenarnya dari kartel ini terletak pada kemampuan mereka memindahkan dana secara digital tanpa terdeteksi oleh sistem perbankan tradisional. Kasus ini menunjukkan bahwa kematian seorang pemimpin tunggal tidak secara otomatis menghentikan aliran dana ilegal yang sudah terintegrasi dengan teknologi modern di pasar forex dan aset digital lainnya.

Baca Juga: 5 Alasan Sinyal Bullish BTC Muncul Lagi: Coinbase Premium Positif, BTC Tembus Rp1,5 Miliar?

Penggunaan Bitcoin (BTC) dan Tether (USDT) dalam Pencucian Uang

Investigasi mengungkapkan bahwa CJNG secara aktif menggunakan aset digital seperti Bitcoin dan Tether untuk memindahkan serta mencuci hasil kejahatan narkoba. Regulator mencatat bahwa kartel ini memanfaatkan pola transaksi yang rumit seperti peel chains dan layering untuk menyamarkan asal-usul dana haram mereka. Penggunaan stablecoin seperti Tether (USDT) menjadi favorit karena nilainya yang dipatok pada dollar, memberikan stabilitas harga yang dibutuhkan saat melakukan transaksi pembelian bahan baku kimia secara internasional.

Berdasarkan laporan Chainalysis, pedagang kimia di China menerima lebih dari $37,8 juta atau sekitar Rp633.490.200.000 dalam bentuk cryptocurrency dari kartel Meksiko untuk pembelian bahan prekursor fentanil. Kartel CJNG terbukti menggunakan jaringan pencucian uang China (CMLNs) yang menyumbang sekitar 20 persen dari total aktivitas pencucian uang digital secara global pada tahun 2025. Fenomena ini menunjukkan tantangan besar bagi penegak hukum karena teknologi blockchain digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi perdagangan narkoba sintetis yang mematikan di tingkat dunia.

Tindakan Tegas Regulator Terhadap Penyalahgunaan Aset Digital

Pihak berwenang di Amerika Serikat telah mendakwa beberapa individu, termasuk mantan pejabat DEA, yang diduga berkonspirasi untuk mencuci dana kartel CJNG senilai jutaan dollar. Dalam skema tersebut, uang tunai dikonversi menjadi cryptocurrency senilai $750.000 atau setara dengan Rp12.569.250.000 sebagai bagian dari upaya menyembunyikan jejak transaksi. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya global untuk memastikan bahwa ekosistem digital tetap bersih dari aktivitas kriminal yang merugikan masyarakat luas di berbagai negara.

Kamu harus memahami bahwa penyalahgunaan ini tidak mencerminkan nilai intrinsik dari aset digital itu sendiri, yang sebenarnya dirancang untuk transparansi dan inklusi keuangan. Regulator kini semakin memperketat pengawasan terhadap bursa crypto internasional untuk mencegah aktor jahat memanfaatkan celah dalam sistem teknologi blockchain yang sedang berkembang. Bagi investor jujur, kejelasan regulasi pasca kasus besar seperti ini justru akan menciptakan lingkungan investasi yang lebih aman dan terpercaya dalam jangka panjang di pasar cryptocurrency.

Baca Juga: 5 Alasan BlackRock Serok Bitcoin & Ethereum Rp2,52 Triliun, Sinyal Bullish Akhir Februari 2026!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin (BTC), USDT (USDT) dan harga saham Nvidia (NVDA) tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->