Bitcoin Nyaris Rp1,17 Miliar Saat Emas Melemah, Crypto Ungguli Safe Haven?

Di-update
February 27, 2026
Bagikan
Gambar Bitcoin Nyaris Rp1,17 Miliar Saat Emas Melemah, Crypto Ungguli Safe Haven?

Jakarta, Pintu News – Bitcoin kembali menguat mendekati US$70.000 atau sekitar Rp1.175.230.000 (kurs Rp16.789), sementara emas tertekan di kisaran US$5.170 atau sekitar Rp86.803.130 per ounce. Pergerakan ini menandai divergensi tajam antara pasar crypto dan logam mulia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Investor mulai menunjukkan pergeseran preferensi dari aset safe haven tradisional ke cryptocurrency berkapitalisasi besar.

Bitcoin dan Ethereum Menguat di Tengah Arus Dana ETF

Bitcoin (BTC) sempat melonjak hampir 5% ke sekitar US$67.800 atau Rp1.138.294.200 dalam perdagangan intraday. Kenaikan ini mengakhiri pelemahan tiga sesi sebelumnya dan didukung oleh pemulihan saham teknologi yang mendorong sentimen risiko. Ethereum juga naik sekitar 3% mendekati US$2.000 atau Rp33.578.000. Reli ini memperlihatkan bahwa pasar crypto kembali mendapatkan momentum.

Sumber: Coingape

Arus masuk dana ke spot Bitcoin ETF di AS memperkuat sentimen positif. Pada 25 Februari, tercatat net inflow sebesar US$507 juta atau sekitar Rp8,51 triliun. Produk BlackRock IBIT menyumbang US$297 juta atau sekitar Rp4,98 triliun. Masuknya dana institusional tersebut mempertegas meningkatnya kepercayaan terhadap cryptocurrency.

Baca juga: 85 Gram Emas Berapa Rupiah Hari Ini, 27 Februari 2026

Level Kunci Rp1,13 Miliar Jadi Penentu Arah

Analis menyoroti area US$67.500 atau sekitar Rp1.132.207.500 sebagai level support krusial bagi Bitcoin. Selama harga bertahan di atas zona ini, peluang reli lanjutan tetap terbuka. Pola konsolidasi dalam tren menyempit mengindikasikan potensi breakout dalam waktu dekat. Stabilitas di atas support dapat memperkuat sentimen bullish di pasar crypto.

Perbaikan arus likuiditas juga disebut mengurangi volatilitas ekstrem yang sebelumnya terjadi. Tekanan jual yang mereda memberi ruang bagi pembeli untuk kembali masuk. Hal ini menciptakan struktur harga yang lebih stabil dalam jangka pendek. Investor kini menanti katalis berikutnya untuk mendorong pergerakan lebih besar.

Baca juga: Harga Emas Putih per Gram, 27 Februari 2026

Emas Tertekan Meski Ketegangan Geopolitik Meningkat

Berbeda dengan crypto, emas bergerak turun setelah sempat menyentuh US$5.200 atau Rp87.302.800. Harga saat ini berada di sekitar US$5.170, jauh di bawah rekor Januari mendekati US$5.600 atau Rp94.018.400. Ketegangan AS–Iran dan isu tarif perdagangan menciptakan ketidakpastian, namun belum cukup mendorong reli berkelanjutan. Pasar cenderung menunggu kejelasan kebijakan lebih lanjut.

Secara teknikal, resistance kuat berada di area US$5.200–US$5.210, sementara support terlihat di sekitar US$5.130 atau Rp86.128.570. Pergerakan yang terbatas mencerminkan fase konsolidasi logam mulia. Kondisi ini kontras dengan momentum yang tengah terbentuk di pasar cryptocurrency. Divergensi ini menegaskan perubahan dinamika alokasi aset global.

Perbedaan arah antara Bitcoin dan emas menunjukkan transformasi persepsi investor terhadap crypto. Jika arus masuk ETF berlanjut dan support utama bertahan, peluang reli lanjutan tetap terbuka. Namun, volatilitas pasar global tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->