Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis

Di-update
March 4, 2026
Bagikan
Gambar Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis

Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu gejolak di pasar global setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran. Eskalasi konflik ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi kawasan serta potensi gangguan terhadap jalur perdagangan energi dunia, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting secara global.

Situasi ini memicu volatilitas di berbagai pasar aset. Harga minyak dan emas melonjak karena investor mencari aset yang dianggap aman, sementara saham dan crypto mengalami pergerakan yang lebih fluktuatif. Di tengah kondisi tersebut, sebuah fenomena menarik muncul dari Iran: penarikan crypto melonjak hingga 700% dalam waktu singkat, menunjukkan bagaimana Bitcoin dan aset digital lainnya digunakan sebagai alat pelarian finansial di tengah krisis.

Bitcoin dan Emas Menunjukkan Perilaku Berbeda

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, harga emas kembali mencetak rekor dengan menembus $5.400 per ons sebelum terkoreksi tipis. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak akibat situasi di Selat Hormuz.

Harga minyak Brent sendiri melonjak hingga sekitar $83 per barel, meningkat lebih dari 17% sejak Jumat, yang merupakan salah satu lonjakan terbesar sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Lonjakan harga energi seperti ini biasanya memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai global.

Sementara itu, Bitcoin menunjukkan pergerakan yang jauh lebih volatil. Aset kripto terbesar ini sempat turun ke $63.000, kemudian rebound ke sekitar $70.000, sebelum kembali melemah ke kisaran $66.000. Pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini masih banyak diperlakukan sebagai aset berisiko tinggi yang sensitif terhadap kondisi likuiditas global.

Perbedaan kinerja antara emas dan Bitcoin semakin terlihat dari korelasi negatif keduanya yang berada di sekitar -0,62. Sejak awal tahun, emas mencatat kenaikan lebih dari 19%, sementara Bitcoin mengalami penurunan sekitar 23% dan masih berada sekitar 47% di bawah rekor tertingginya di $126.000 yang tercapai pada Oktober tahun lalu.

Baca Juga: 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran

Lonjakan Penarikan Crypto di Iran

Meski Bitcoin belum sepenuhnya dianggap sebagai safe haven global, situasi di Iran memperlihatkan fungsi yang berbeda dari aset kripto tersebut. Setelah serangan udara pertama terjadi, platform exchange lokal Nobitex mencatat lonjakan penarikan crypto hingga 700% hanya dalam satu jam.

Menurut data dari Elliptic, lebih dari $3 juta aset crypto dipindahkan ke wallet eksternal dalam waktu singkat. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Iran berusaha mengamankan kekayaan mereka di luar sistem perbankan lokal yang berpotensi mengalami gangguan.

Nobitex sendiri merupakan platform crypto terbesar di Iran dengan pangsa pasar sekitar 87% dari total volume perdagangan crypto di negara tersebut serta lebih dari 11 juta pengguna aktif.

Lonjakan penarikan ini mencerminkan bagaimana Bitcoin dan crypto lainnya berfungsi sebagai alternatif sistem keuangan ketika infrastruktur perbankan konvensional menghadapi tekanan besar. Bagi masyarakat yang menghadapi risiko pembatasan akses keuangan atau depresiasi mata uang lokal, crypto menjadi sarana untuk mempertahankan nilai kekayaan.

Bitcoin sebagai “Escape Valve” Finansial

Peristiwa di Iran menimbulkan pertanyaan penting mengenai peran sebenarnya dari Bitcoin. Apakah Bitcoin diciptakan sebagai aset lindung nilai terhadap volatilitas pasar, atau sebagai alat pelarian dari kegagalan sistem keuangan tradisional?

Dalam konteks negara yang menghadapi tekanan geopolitik dan ekonomi ekstrem, Bitcoin berfungsi lebih sebagai “escape valve” finansial. Aset digital ini memungkinkan individu memindahkan nilai kekayaan mereka secara cepat tanpa bergantung pada bank atau otoritas pemerintah.

Bagi masyarakat Iran, Bitcoin bukan sekadar instrumen spekulatif atau investasi. Crypto menjadi sarana untuk melindungi daya beli ketika mata uang lokal melemah atau ketika akses terhadap sistem keuangan global menjadi terbatas.

Hal ini menunjukkan bahwa peran Bitcoin bisa sangat berbeda tergantung pada konteks ekonomi dan politik di suatu negara.

Pengaruh Harga Minyak dan Kebijakan The Fed

Arah pergerakan pasar keuangan global ke depan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak. Jika ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat dan jalur perdagangan energi terganggu, harga minyak berpotensi naik lebih tinggi, bahkan menembus $90 per barel.

Lonjakan harga energi biasanya akan meningkatkan tekanan inflasi global. Jika inflasi meningkat, bank sentral seperti Federal Reserve kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Kondisi ini dapat memperketat likuiditas global dan memberikan tekanan pada aset berisiko seperti saham dan crypto, termasuk Bitcoin.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa Bitcoin sering kali mampu pulih dengan cepat setelah fase volatilitas awal akibat krisis geopolitik. Data dari BlackRock menunjukkan bahwa pada beberapa konflik geopolitik sebelumnya, Bitcoin bahkan menjadi salah satu aset dengan performa terbaik setelah ketidakpastian mulai mereda.

Bitcoin Bukan Emas Digital, Tapi Solusi Saat Sistem Gagal

Lonjakan penarikan crypto sebesar 700% di Iran memberikan gambaran nyata mengenai fungsi Bitcoin dalam kondisi krisis. Meskipun pasar global masih memperdebatkan apakah Bitcoin dapat menjadi “emas digital”, peristiwa ini menunjukkan bahwa aset kripto memiliki peran penting sebagai jalur pelarian finansial.

Sementara emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor institusional dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik, Bitcoin justru menunjukkan nilai utilitas yang tinggi bagi individu yang menghadapi kegagalan sistem keuangan tradisional.

Ke depan, peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai kemungkinan masih akan terus diuji oleh dinamika geopolitik, kebijakan moneter global, serta perubahan perilaku investor. Namun, satu hal yang sudah jelas: dalam situasi krisis ekstrem, Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai alternatif sistem keuangan yang dapat diakses oleh siapa saja.

Baca Juga: 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Cryptopolitan. Iran’s 700% crypto withdrawal surge reveals Bitcoin’s real wartime role – and it’s not digital gold . Diakses tanggal hari ini.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->