
Jakarta, Pintu News ā Harga emas dan perak global bergerak volatil pada 13 Maret 2026 di tengah konflik Iran, lonjakan harga minyak, dan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang tetap tinggi. Di pasar spot, emas sempat naik ke sekitar US$5.110 per ons atau setara Rp86,59 juta per ons, sementara perak menguat sekitar 1% ke US$85 per ons atau sekitar Rp1,44 juta per ons. Kondisi ini menunjukkan bahwa aset safe haven masih diminati, meski tekanan inflasi dan penguatan dolar membatasi ruang kenaikan lebih lanjut.
Perdagangan logam mulia pada 13 Maret menunjukkan pola sideways atau bergerak dalam rentang terbatas. Di satu sisi, ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset aman, tetapi di sisi lain pasar juga mempertimbangkan risiko inflasi yang terus meningkat.
Harga spot emas yang berada di kisaran US$5.110 per ons menandai penghentian pelemahan selama dua hari sebelumnya. Sementara itu, perak ikut menguat, meski pergerakannya tetap sensitif terhadap sentimen industri, suku bunga, dan arah dolar AS.
Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu
Salah satu pendorong utama pasar saat ini adalah harga energi yang tetap tinggi. Brent crude tercatat masih berada di atas US$100 per barel atau sekitar Rp1,69 juta per barel, sedangkan WTI diperdagangkan di atas US$95 per barel atau sekitar Rp1,61 juta per barel.
Harga minyak yang tinggi membuat pasar khawatir inflasi akan bertahan lebih lama. Ketika biaya energi naik, beban ekonomi meningkat dan bank sentral cenderung lebih berhati-hati untuk menurunkan suku bunga.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar global. Pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, memperbesar kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur energi di Timur Tengah.
Ancaman penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur ini sangat penting bagi distribusi minyak dunia. Dalam situasi seperti ini, emas biasanya mendapat dukungan sebagai safe haven, tetapi reaksi harga kali ini tetap tertahan karena investor juga mencermati arah kebijakan moneter.
Selain perang dan minyak, penguatan indeks dolar juga menjadi faktor penting yang menekan kenaikan logam mulia. Saat dolar menguat, harga emas biasanya menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga potensi kenaikannya cenderung terbatas.
Pasar saat ini juga melihat hampir tidak ada peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve pekan depan. Bahkan, probabilitas pemotongan suku bunga tahun ini hanya sekitar 70%, sehingga emas menghadapi tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.
Meski emas masih dipandang sebagai aset perlindungan nilai, pergerakannya tidak selalu lurus naik saat konflik memanas. Dalam kondisi sekarang, investor harus mempertimbangkan kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dolar, dan suku bunga secara bersamaan.
Bagi kamu yang mengikuti pasar komoditas, pergerakan emas saat ini menunjukkan bahwa safe haven modern bekerja lebih kompleks dibanding sebelumnya. Bahkan, sebagian investor kini juga mulai membandingkan emas dengan aset digital seperti crypto dan cryptocurrency untuk diversifikasi portofolio.
Emas tetap menjadi instrumen defensif yang paling mapan dalam sejarah pasar keuangan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian pelaku pasar juga mulai menempatkan Bitcoin dan aset cryptocurrency lain sebagai alternatif lindung nilai, terutama saat terjadi ketidakpastian global.
Meski demikian, karakter emas dan crypto sangat berbeda dari sisi volatilitas, likuiditas, dan profil risiko. Karena itu, investor pemula perlu memahami bahwa kenaikan harga emas akibat perang belum tentu sejalan dengan pergerakan aset crypto, sehingga keputusan investasi tetap harus berbasis riset dan manajemen risiko.
Baca Juga:Ā 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnyaĀ teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melaluiĀ aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalahĀ Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadapĀ inflasiĀ atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistemĀ aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitasĀ jual beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.