5 Fakta Perang Iran Tak Dongkrak Harga Emas, Apakah Crypto Jadi Safe Haven Baru?

Di-update
March 13, 2026
Bagikan
Gambar 5 Fakta Perang Iran Tak Dongkrak Harga Emas, Apakah Crypto Jadi Safe Haven Baru?

Jakarta, Pintu News – Konflik geopolitik biasanya membuat investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan perak. Namun situasi terbaru menunjukkan fenomena berbeda karena harga logam mulia tidak melonjak signifikan meskipun ketegangan Iran meningkat. Perubahan ini memunculkan pertanyaan baru mengenai peran aset alternatif seperti crypto dan cryptocurrency dalam strategi lindung nilai investor global.

1. Konflik Geopolitik Tidak Lagi Selalu Mendorong Harga Emas

Secara historis, konflik militer sering memicu kenaikan harga emas karena investor mencari aset yang dianggap aman. Contohnya saat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 ketika harga emas melonjak dari sekitar US$1.878 menjadi US$2.051 per ons atau dari sekitar Rp31,82 juta menjadi Rp34,75 juta dalam 10 hari.

Namun kenaikan tersebut tidak bertahan lama karena pasar global kembali fokus pada sentimen ekonomi yang lebih luas. Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan antara konflik geopolitik dan harga emas kini menjadi lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu

2. Suku Bunga Riil Kini Lebih Berpengaruh terhadap Harga Emas

harga emas dunia hari ini
Generated by AI

Pergerakan harga emas modern semakin dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga riil dibandingkan peristiwa geopolitik semata. Analisis pasar menunjukkan korelasi sekitar 0,78 antara ekspektasi inflasi berbasis Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) dengan harga emas.

Hal ini berarti investor lebih memperhatikan kebijakan moneter bank sentral dibandingkan konflik regional. Ketika suku bunga riil meningkat, daya tarik emas sebagai aset non-yielding cenderung menurun.

3. Pasar Energi Bisa Lebih Mempengaruhi Harga Komoditas

Konflik di Timur Tengah sering memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, terutama di Selat Hormuz. Jalur strategis ini dilalui sekitar 21 juta barel minyak per hari atau sekitar 20–21% perdagangan minyak dunia.

Jika konflik mengganggu jalur ini, dampaknya terhadap pasar energi bisa lebih besar daripada efeknya pada emas. Dalam banyak kasus, investor justru lebih fokus pada komoditas energi dibanding logam mulia.

4. Struktur Pasar Modern Mengubah Peran Safe Haven

Perubahan besar dalam struktur pasar global juga memengaruhi pergerakan harga emas. Saat ini, algoritma trading, ETF, dan strategi portofolio modern membuat hubungan tradisional antara aset safe haven dan krisis menjadi lebih lemah.

Beberapa faktor yang memengaruhi perubahan tersebut antara lain:

  • Perdagangan algoritmik yang lebih fokus pada sinyal teknikal dibanding berita geopolitik
  • Likuidasi ETF saat krisis untuk memenuhi margin call
  • Kompetisi aset alternatif seperti crypto dan cryptocurrency

Kombinasi faktor ini membuat reaksi harga emas terhadap konflik geopolitik tidak lagi sesederhana sebelumnya.

5. Crypto Mulai Dipertimbangkan sebagai Alternatif Safe Haven

Perkembangan pasar crypto membuat beberapa investor mulai melihat cryptocurrency sebagai alternatif penyimpan nilai. Bitcoin misalnya pernah mencapai kapitalisasi pasar sekitar US$1,3 triliun atau sekitar Rp22.028 triliun, meskipun masih jauh di bawah nilai pasar emas global sekitar US$12 triliun atau Rp203.340 triliun.

Meski belum sepenuhnya menggantikan emas, crypto mulai menjadi bagian dari diversifikasi portofolio investor. Dalam beberapa krisis global, Bitcoin bahkan menunjukkan pemulihan harga yang lebih cepat dibanding aset tradisional.

Baca Juga:Ā 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

harga emas 100 gram

Seiring berkembangnyaĀ teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melaluiĀ aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalahĀ Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.

Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadapĀ inflasiĀ atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistemĀ aset digital.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitasĀ jual beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->