6 Fakta Bitcoin vs Perak: Harga BTC Rp1,20 Miliar, Bisakah Crypto Salip Logam Mulia?

Di-update
March 13, 2026
Bagikan
Gambar 6 Fakta Bitcoin vs Perak: Harga BTC Rp1,20 Miliar, Bisakah Crypto Salip Logam Mulia?

Jakarta, Pintu News – Perbandingan antara Bitcoin dan perak kembali menjadi perhatian investor global setelah performa keduanya bergerak sangat berbeda pada 2026. Harga perak melonjak tajam, sementara Bitcoin justru mengalami koreksi sejak awal tahun. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di pasar: apakah crypto dan cryptocurrency seperti Bitcoin suatu hari bisa melampaui nilai pasar perak sebagai aset penyimpan nilai.

1. Harga Perak Naik Tajam pada 2026

Perak menjadi salah satu komoditas dengan performa terbaik tahun ini. Harga logam mulia tersebut telah menembus US$90 per ons atau sekitar Rp1,52 juta per ons.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar perak global mencapai sekitar US$5 triliun atau sekitar Rp84.725 triliun. Secara year-to-date, harga perak bahkan tercatat naik sekitar 26%, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja kuat di pasar komoditas.

Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu

2. Bitcoin Mengalami Koreksi pada Awal Tahun

Berbeda dengan perak, Bitcoin (BTC) justru mengalami penurunan harga sejak awal 2026. Pada awal Maret, BTC diperdagangkan di sekitar US$71.000 atau sekitar Rp1,20 miliar per koin.

Penurunan harga tersebut membuat kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran US$1,4 triliun atau sekitar Rp23.723 triliun. Meski demikian, volatilitas seperti ini merupakan karakter umum dalam pasar crypto.

3. Bitcoin Harus Naik Lebih dari 3 Kali Lipat untuk Salip Perak

harga bitcoin turun hari ini
Generated by AI

Agar dapat melampaui nilai pasar perak saat ini, harga Bitcoin harus meningkat lebih dari tiga kali lipat dari level sekarang. Secara teoritis, harga BTC perlu mencapai sekitar US$248.000 per koin.

Jika dikonversi dengan kurs 1 USD = Rp16.945, maka harga tersebut setara sekitar Rp4,20 miliar per Bitcoin. Dalam jangka panjang, sebagian analis menilai kenaikan tersebut masih mungkin terjadi karena mekanisme kelangkaan Bitcoin.

4. Bitcoin Memiliki Batas Pasokan yang Tetap

Salah satu faktor utama yang sering dibandingkan antara Bitcoin dan logam mulia adalah pasokan. Bitcoin memiliki batas suplai maksimal sebesar 21 juta koin, yang tertanam langsung dalam protokol blockchain.

Selain itu, mekanisme halving yang terjadi sekitar setiap empat tahun akan mengurangi hadiah penambangan Bitcoin. Hal ini membuat pasokan baru semakin langka dari waktu ke waktu, sehingga berpotensi meningkatkan nilai jangka panjangnya.

5. Perak Memiliki Kelebihan dari Sisi Sejarah dan Industri

Meski Bitcoin memiliki karakteristik kelangkaan digital, perak tetap memiliki keunggulan penting. Logam ini telah digunakan sebagai alat tukar dan penyimpan nilai selama ratusan tahun.

Selain itu, perak juga memiliki permintaan industri yang kuat karena digunakan dalam berbagai sektor, termasuk elektronik dan teknologi energi. Faktor utilitas ini membuat perak tetap memiliki peran penting dalam ekonomi global.

6. Persaingan Aset Penyimpan Nilai Semakin Ketat

Dalam lanskap investasi modern, investor kini memiliki lebih banyak pilihan aset penyimpan nilai. Selain emas dan perak, crypto dan cryptocurrency mulai dipertimbangkan sebagai alternatif untuk diversifikasi portofolio.

Beberapa investor bahkan menilai Bitcoin memiliki potensi besar sebagai penyimpan nilai digital. Namun hingga saat ini, perak masih memiliki kapitalisasi pasar yang jauh lebih besar dibanding Bitcoin.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) sebagai Alternatif Aset Komoditas di Ekosistem Kripto

perbedaan emas putih dan perak
Generated by AI

Silver ETF Tertokenisasi adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.

Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->