
Jakarta, Pintu News – Bitcoin kembali menarik perhatian pasar setelah menunjukkan kinerja yang lebih kuat dibanding emas dan Nasdaq-100 di tengah konflik Timur Tengah. Arthur Hayes menyoroti bahwa sejak konflik dimulai pada 28 Februari, harga BTC justru menguat sekitar 7%, sementara emas turun sekitar 2% dan Nasdaq-100 melemah 0,5%. Pergerakan ini memunculkan kembali perdebatan lama: apakah crypto kini mulai dipandang sebagai aset lindung nilai baru, atau tetap hanya menjadi aset berisiko yang kebetulan sedang unggul.
Di tengah ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi, Bitcoin justru mencatat performa yang lebih baik dibanding dua aset besar lain. Menurut sorotan Arthur Hayes, BTC naik sekitar 7% sejak konflik dimulai, sedangkan emas turun 2% dan Nasdaq-100 terkoreksi 0,5%.
Perbandingan ini cukup menarik karena biasanya emas menjadi aset safe haven utama saat risiko global meningkat. Namun kali ini, pasar menunjukkan pola yang berbeda, sehingga Bitcoin mulai dilihat bukan sekadar aset spekulatif, tetapi juga sebagai bagian dari strategi diversifikasi modern.
Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu
Dalam laporan tersebut, Bitcoin diperdagangkan di atas US$69.000 dan sempat menyentuh kisaran US$70.000–US$71.471. Dengan kurs 1 USD = Rp16.945, harga ini setara sekitar:
Rentang harga ini menunjukkan bahwa BTC masih mampu bertahan di area tinggi meski tekanan makro belum sepenuhnya reda. Untuk investor cryptocurrency, stabilitas di kisaran tersebut memberi sinyal bahwa minat pasar terhadap aset crypto belum hilang.

Konflik yang meningkat sejak akhir Februari mendorong serangan terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di kawasan Teluk. Kondisi ini sempat mengangkat harga Brent crude di atas US$100 per barel, atau setara sekitar Rp1,69 juta per barel, sehingga memperbesar risiko inflasi global.
Biasanya, lonjakan harga energi akan mendukung komoditas seperti emas. Namun dalam episode kali ini, aliran dana investor tampak lebih terpecah karena sebagian pasar memilih likuiditas cepat, sementara sebagian lain mencari lindung nilai jangka panjang, termasuk ke aset crypto.
Walau unggul dalam jangka pendek, posisi Bitcoin sebagai safe haven masih belum sepenuhnya pasti. Artikel tersebut menekankan bahwa BTC saat ini lebih tepat dilihat sebagai aset yang bergerak tidak selalu sejalan dengan emas maupun saham teknologi, sehingga karakternya berada di antara aset berisiko dan aset lindung nilai.
Arthur Hayes sendiri juga tidak sepenuhnya agresif. Di satu sisi ia menyoroti outperformance Bitcoin, tetapi di sisi lain ia tetap mengingatkan investor agar tidak terburu-buru mengejar momentum, karena reli jangka pendek belum tentu menjadi awal tren bullish yang benar-benar kuat.
Salah satu alasan Bitcoin tetap kuat adalah adanya dukungan dari arus masuk ETF spot dan minat ritel yang kembali meningkat. Beberapa pengamat pasar menyebut pergerakan BTC saat ini masih berada dalam fase konsolidasi, artinya pasar belum sepenuhnya memutuskan arah besar berikutnya.
Bagi investor, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya sinyal on-chain atau sentimen crypto semata. Dinamika yield obligasi, arah dolar AS, harga minyak, serta perubahan likuiditas global juga akan sangat menentukan apakah Bitcoin dapat melanjutkan penguatan atau justru kembali berbalik.
Kinerja Bitcoin (BTC) yang naik 7% saat emas dan Nasdaq-100 melemah menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami perubahan pola yang menarik. Di tengah konflik, tekanan energi, dan ketidakpastian makro, crypto tampak mulai memperoleh ruang baru dalam portofolio investor global.
Meski demikian, kesimpulan bahwa Bitcoin telah resmi menjadi safe haven masih terlalu dini. Untuk saat ini, BTC lebih tepat dipahami sebagai aset cryptocurrency yang sensitif terhadap likuiditas, tetapi juga semakin mampu berdiri sendiri ketika aset tradisional tidak memberikan perlindungan yang jelas.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.