
Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum telah terkoreksi sekitar 60% dari puncaknya pada 2025. Akibat penurunan tersebut, para pemegang jangka panjang kini hanya sedikit berada di atas titik impas, sementara rata-rata pelaku pasar masih mencatat kerugian.
Meski demikian, di balik tekanan itu, pola historis kembali memberi sinyal yang tidak asing — kondisi seperti ini kerap muncul pada fase dasar harga. Saat ini, empat metrik penting dari data on-chain dan sentimen pasar bertemu dalam satu momen, membentuk salah satu setup Ethereum yang paling krusial dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Berikut yang sebenarnya ditunjukkan oleh data, serta implikasinya terhadap arah pergerakan harga ETH ke depan.
Mari mulai dari metrik yang paling penting, yaitu pemegang jangka panjang atau long-term holders (LTH). Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) untuk pemegang ETH jangka panjang menunjukkan tingkat profitabilitas agregat dari wallet yang telah menyimpan aset dalam periode lama.
Baca juga: Ethereum (ETH) Menuju $4.000 di 2026? Simak Prediksi dan Analisis Lengkapnya!
Grafik ini menggambarkan kondisi yang cukup berat. Berdasarkan data Glassnode, NUPL LTH ETH sempat mencapai puncak di area hijau atau zona “optimism” di kisaran 0,65 pada periode Juli hingga September 2025. Fase tersebut bertepatan dengan harga Ethereum yang diperdagangkan di dekat puncak siklusnya, yakni di atas $4,900.
Setelah itu, nilainya terus menurun melewati area kuning atau zona “hope”, lalu turun tajam pada Februari 2026. Saat ini, NUPL LTH berada di area oranye, sekitar 0,05 hingga 0,15, atau hanya sedikit di atas nol.
Kondisi ini sangat penting untuk diperhatikan. Ketika NUPL LTH mendekati nol, artinya para pemegang jangka panjang berada di ambang posisi merugi. Namun, saat mereka mulai mendekati titik impas atau bahkan masuk ke area rugi, pasar umumnya telah melewati sebagian besar tekanan penurunan.
Secara historis, zona oranye kerap menandai terbentuknya dasar harga, atau setidaknya fase akhir sebelum dasar harga benar-benar tercapai.

Terdapat dua momen singkat ketika metrik ini masuk ke zona merah, yaitu saat para LTH berada dalam posisi rugi bersih, masing-masing pada awal April 2025 dan kembali terjadi pada Februari 2026.
Kedua periode tersebut bertepatan dengan titik terendah harga. Karena itu, bila pola historis kembali terulang, ada kemungkinan harga Ethereum telah menyentuh dasar siklusnya.
Di luar itu, grafik realized price Ethereum juga memberikan sinyal yang lebih jarang muncul, tetapi jauh lebih kuat. Realized price adalah harga rata-rata saat setiap koin terakhir kali berpindah tangan secara on-chain. Saat ini, metrik tersebut berada di kisaran $2,000 hingga $2,100.
Sementara itu, harga spot ETH diperdagangkan di sekitar $2,044. Artinya, ETH pada dasarnya sedang bergerak di sekitar harga pokok agregatnya. Dengan kata lain, pasar secara keseluruhan berada di titik impas.
Jika melihat grafik dalam perspektif yang lebih luas, pertemuan antara harga spot dan realized price seperti ini hanya terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Ethereum.
Pada bear market 2018, harga jatuh menembus realized price dan bertahan di bawah level tersebut selama berbulan-bulan. Pada 2022, harga Ethereum turun di bawah realized price pada Juni dan baru pulih lebih dari satu tahun kemudian.
Kedua periode itu memang penuh tekanan, tetapi pada saat yang sama juga menjadi fase akumulasi terdalam dalam masing-masing siklus. Pertanyaan terpenting saat ini adalah apakah ETH mampu bertahan di atas realized price, atau justru kembali menembus ke bawah.

Jika harga ETH tetap bertahan di atas $2,000, hal itu menunjukkan bahwa pasar sedang membentuk area dasar. Sebaliknya, jika harga turun ke bawah level tersebut, rata-rata pemegang aset akan masuk ke posisi rugi. Secara historis, situasi ini tergolong langka, tetapi sering menjadi sinyal kapitulasi pasar yang penting.
Selain itu, grafik MVRV (Market Value to Realized Value) dari Santiment memperkuat sinyal ini dengan tingkat urgensi yang lebih tinggi.
Saat ini, MVRV berada di level -11,33%. Ini berarti metrik tersebut masih berada di zona negatif. Dengan kata lain, rata-rata pemegang ETH masih menanggung kerugian belum terealisasi lebih dari 11%.
Baca juga: 3 Sinyal XRP Diam-Diam Diborong: Harga Rp22 Ribu Bisa Meledak?

Pada puncak siklus di periode Juli hingga Agustus 2025, MVRV sempat menembus level 90%. Sejak saat itu, pembalikan arah terjadi secara penuh dan sangat tajam. MVRV bahkan sempat turun hingga -27% pada Februari 2026, sebelum kemudian pulih sedikit.
Secara historis, pembacaan MVRV negatif tergolong jarang terjadi dan hampir selalu berkaitan dengan terbentuknya dasar pasar yang besar.
Pada siklus-siklus sebelumnya, pemulihan ETH yang berkelanjutan umumnya dimulai tidak lama setelah MVRV masuk ke zona negatif lalu kembali keluar dari area tersebut. Level saat ini di -11,33% menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam tekanan, tetapi fase terburuk dari ekstrem negatif kemungkinan sudah mulai terlewati.
Dari sisi harga, ini merupakan sinyal yang bersifat dua arah. Di satu sisi, MVRV yang sangat negatif mengurangi tekanan jual dari atas karena sebagian besar holder sudah tidak lagi berada dalam posisi yang ingin “diamankan” keuntungannya.
Di sisi lain, jika MVRV bertahan terlalu lama di area negatif, kepercayaan pasar dapat terus melemah dan pemulihan harga yang berarti pun berpotensi tertunda.
Korea Premium Index menjadi faktor sentimen yang paling sulit diprediksi, dan kondisinya cukup mengkhawatirkan untuk pergerakan harga jangka pendek.
Pada awal Januari 2026, Korea Premium masih berada di kisaran sehat, yakni sekitar +3 hingga +4. Ini menunjukkan bahwa trader Korea bersedia membayar lebih mahal dibanding harga global untuk memiliki ETH. Kondisi seperti ini umumnya mencerminkan euforia ritel atau FOMO. Namun, situasinya kemudian berubah drastis.
Menjelang akhir Januari, indeks tersebut jatuh ke zona negatif yang dalam hingga menyentuh -2,5. Setelah sempat memantul singkat, indeks kembali melemah tajam pada pertengahan hingga akhir Februari. Hingga akhir Maret 2026, nilainya masih bergerak di kisaran -1 sampai -2, yang berarti tetap berada di area negatif.
Korea Premium yang negatif merupakan sinyal bearish yang cukup penting. Investor ritel Korea dikenal sebagai salah satu kelompok pelaku pasar kripto yang paling reaktif dan sangat dipengaruhi sentimen.
Ketika mereka menjual ETH pada harga diskon dibanding pasar global, hal itu mencerminkan ketakutan, bukan keserakahan. Ini juga menandakan bahwa dalam waktu dekat belum ada lonjakan permintaan baru dari pasar tersebut.

Inilah satu metrik yang membuat narasi pembalikan bullish tidak sepenuhnya mulus.
Meski data on-chain memberi sinyal kuat bahwa pasar sedang membentuk dasar, pemulihan tetap membutuhkan pembeli. Sementara saat ini, salah satu pasar ritel paling aktif dalam industri kripto justru belum menunjukkan minat beli, melainkan masih berada dalam fase diskon.
Jika keempat grafik tersebut dibaca secara bersamaan, gambaran yang muncul cukup konsisten. Metrik on-chain Ethereum saat ini berada dalam wilayah kapitulasi yang dalam: NUPL pemegang jangka panjang mendekati nol.
Harga spot juga telah mendekati realized price, sementara MVRV masih berada di area negatif. Dalam siklus-siklus sebelumnya, kombinasi kondisi seperti ini kerap muncul sebelum terjadinya pemulihan harga yang signifikan.
Namun, Korea Premium Index menghadirkan alasan untuk tetap berhati-hati. Dari sisi permintaan, pasar masih terlihat lemah. Belum ada euforia ritel yang mendorong tekanan beli baru.
Karena itu, jika pemulihan terjadi dari level saat ini, kemungkinan besar prosesnya tidak akan berlangsung eksplosif. Sebaliknya, pemulihan bisa berlangsung perlahan, bertahap, dan sangat bergantung pada katalis makro maupun fundamental yang mampu menghidupkan kembali minat pasar.
Bagi investor jangka panjang yang fokus pada akumulasi, data ini menunjukkan bahwa fase sekarang secara historis merupakan salah satu jendela risk/reward yang cukup menarik dalam siklus saat ini. Namun, bagi trader jangka pendek, belum adanya permintaan dari ritel Korea menjadi sinyal agar tidak terlalu cepat mengharapkan breakout dalam waktu dekat.
ETH di level $2,000 bukan berarti aset ini rusak. ETH hanya sedang berada dalam fase tekanan. Apakah tekanan itu akan pulih dengan cepat atau lambat sepenuhnya bergantung pada perkembangan berikutnya, tetapi area dasar harganya terlihat semakin kuat dari hari ke hari.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: