
Jakarta, Pintu News ā Musim dingin kripto atau crypto winter masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, membuat banyak investor besar mulai mengalihkan modal ke instrumen lain. Data terbaru menunjukkan bahwa arus dana dari aset digital kini mengalir deras ke komoditas dan saham, terutama pada aset-aset yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Fenomena ini menandakan bahwa para pelaku pasar profesional lebih memilih melakukan akumulasi secara diam-diam saat harga sedang terkoreksi, bukan ikut-ikutan membeli di puncak harga. Tiga aset yang menjadi incaran utama smart money saat ini adalah emas, saham Alphabet, dan perak.
Emas (XAU) kembali menjadi pilihan utama bagi investor institusi di paruh kedua tahun 2026. Setelah sempat mencapai puncak harga di awal tahun, harga emas mengalami koreksi tajam sebelum perlahan naik kembali mendekati $4.000 per troy ounce. Kondisi ini terjadi di tengah inflasi yang mulai mendingin dan harga minyak yang melemah, memberikan ruang bagi emas untuk stabil.
Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat sempat menahan laju emas, namun jeda dalam reli dolar memberikan peluang bagi emas untuk kembali diminati. Rasio emas-perak yang naik dari 52 menjadi hampir 69 sejak pertengahan Mei menandakan bahwa emas kini lebih unggul dibandingkan perak sebagai aset safe haven.

Data dari Commitments of Traders (COT) menunjukkan bahwa para spekulan besar, termasuk hedge fund, menambah posisi beli bersih hingga 180.220 kontrak emas di COMEX per 16 Juni. Dalam sepekan, mereka menambah sekitar 3.100 posisi long dan memangkas 3.200 posisi short, menandakan akumulasi yang dilakukan secara hati-hati.
Baca juga: 3 Altcoin Ini Berpotensi Cetak Rekor Tertinggi Baru Minggu Ini

Selain emas, saham Alphabet (GOOGL) juga menjadi target akumulasi smart money di tengah ketidakpastian pasar saham global. Alphabet berada di lapisan hyperscaler AI, yaitu perusahaan yang menguasai infrastruktur cloud, chip, dan kapasitas data center yang menjadi tulang punggung aplikasi kecerdasan buatan.

Dengan ekosistem yang lengkap, mulai dari chip TPU, Google Cloud, model Gemini, hingga distribusi melalui Search dan Android, Alphabet memiliki eksposur penuh terhadap belanja AI yang terus meningkat. Analisis mendalam menunjukkan kekuatan relatif Alphabet di atas rata-rata kelompok hyperscaler, dengan skor mendekati 125. Indeks Smart Money (SMI) yang mengukur aktivitas trader berpengalaman menunjukkan tren pembelian bersih sejak awal April hingga awal Juni, dan kini mulai naik lagi mendekati garis sinyal.
Indikator Chaikin Money Flow (CMF) yang menjadi proksi arus dana institusi juga mendekati angka nol, menandakan belum ada distribusi besar-besaran, melainkan fase akumulasi awal. Data dari laporan 13F yang wajib dilaporkan setiap kuartal oleh institusi besar memperkuat tren ini, di mana Berkshire Hathaway milik Warren Buffett tercatat menambah kepemilikan saham Alphabet kelas A hingga sekitar 200%. Meski harga Alphabet sempat turun 11% dalam sebulan akibat kekhawatiran persaingan AI, smart money justru memanfaatkan penurunan ini untuk membeli di harga bawah.
Baca juga: Trump Ancam Tarif 100% untuk Pajak Digital, 5 Saham Teknologi AS Siap Naik Daun?
Perak (XAG) juga tidak luput dari radar smart money, terutama karena posisinya yang lebih murah dan memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan emas. Dengan rasio emas-perak yang mendekati 69, perak kini terlihat undervalued secara historis terhadap emas. Selain sebagai aset safe haven, perak juga memiliki permintaan industri yang kuat, terutama untuk panel surya, kendaraan listrik, data center, dan jaringan listrik.
Pasar perak bahkan diperkirakan mengalami defisit pasokan hingga 46 juta ons tahun ini, didorong oleh pembangunan data center dan infrastruktur energi yang semakin masif akibat tren AI. Para spekulan besar juga menambah posisi long di perak, dengan kenaikan 3.124 kontrak dalam sepekan hingga 16 Juni, sehingga posisi net long mencapai 24.500 kontrak.
Sementara itu, kelompok hedger atau pelaku komersial masih berada di posisi net short, menandakan bahwa smart money masih berada di fase awal akumulasi. Pergerakan harga perak juga berkorelasi negatif dengan US Dollar Index (DXY), dengan korelasi 30 hari sekitar -0,59. Jika inflasi terus menurun dan dolar melemah, perak berpotensi mendapat dorongan tambahan, membuat posisi long yang sudah diambil smart money semakin menguntungkan.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasiĀ cryptoĀ yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasiĀ cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragamĀ jenisĀ tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memilikiĀ risikoĀ dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakanĀ uangĀ dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi