
Jakarta, Pintu News – Pasar komoditas global tengah diguncang oleh aksi jual besar-besaran pada emas dan perak. Tekanan jual ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan suku bunga.
Harga minyak yang melonjak turut memperburuk situasi, karena inflasi yang meningkat membuat suku bunga semakin tinggi. Kombinasi faktor-faktor ini memberikan tekanan langsung pada harga emas dan perak, membuat para investor waspada terhadap potensi penurunan lebih lanjut.
Gareth Soloway, Chief Market Strategist di Verified Investing, menyoroti pola wedge pada grafik harga emas. Pola ini menunjukkan harga emas yang terjepit di antara garis resistance menurun dan support yang terus naik. Setiap kali harga memantul dari support, kenaikan tersebut gagal menembus resistance, menandakan kelemahan yang berkelanjutan. Baru-baru ini, emas sempat memantul dari area support di sekitar $4.000, dan level ini kini menjadi fokus utama para pelaku pasar.
Jika harga emas menembus di bawah $3.975, Soloway memperingatkan potensi koreksi lebih dalam bisa terjadi. Level tersebut menjadi batas psikologis yang sangat penting, karena penembusan di bawahnya dapat membuka jalan menuju penurunan yang lebih tajam.
Berdasarkan pola siklus sebelumnya, emas pernah terkoreksi 66% dari puncaknya pada tahun 1980 dan 46% pada tahun 2011. Siklus koreksi yang semakin dangkal ini berkaitan erat dengan meningkatnya utang pemerintah dan kebijakan quantitative easing yang terus berlanjut.
Soloway memperkirakan, jika pola siklus sebelumnya diterapkan, penurunan harga emas kali ini akan berada di kisaran 30% hingga 37% dari puncak tertingginya baru-baru ini. Dengan demikian, harga terendah dalam fase bear market diproyeksikan bisa mencapai sekitar $3.500. Meski demikian, Soloway tetap optimis terhadap prospek jangka panjang emas.
Ia menilai, durasi bear market emas semakin singkat dari waktu ke waktu, dari 30 tahun setelah puncak 1980 menjadi hanya 15 tahun setelah puncak 2011. Berdasarkan model yang dikembangkan Soloway, puncak siklus bull market berikutnya dapat terjadi dalam lima tahun ke depan. Ia bahkan memproyeksikan harga emas bisa mencapai $13.000 dalam siklus bullish berikutnya, meski menegaskan bahwa ini adalah target jangka panjang dan bukan prediksi jangka pendek.
Fenomena ini didorong oleh faktor fundamental seperti kebijakan moneter longgar dan ketidakpastian ekonomi global. Dengan demikian, meski saat ini emas sedang mengalami tekanan, peluang kenaikan signifikan di masa depan tetap terbuka lebar.
Tidak hanya emas, perak juga menunjukkan pola teknikal yang mengkhawatirkan. Soloway mengidentifikasi pola bear flag pada grafik perak, di mana harga telah menembus level support penting dan gagal melakukan retracement yang signifikan. Level $58 menjadi area krusial yang terus dipantau, karena penembusan di bawahnya bisa membawa harga perak menuju $54, bahkan hingga $50 atau $46 jika tekanan jual semakin kuat.
Saat ini, perak sudah mendekati zona $54 hingga $55, yang merupakan batas atas dari proyeksi penurunan Soloway. Namun, Soloway menilai masih ada kemungkinan satu gelombang penurunan lagi sebelum perak benar-benar membentuk titik terendah. Setelah fase penurunan ini selesai, konfirmasi pembalikan arah akan terlihat jika harga perak berhasil menembus garis resistance menurun.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi