36 Analis Kompak Rekomendasikan Saham NVDA Jelang Laporan Keuangan Agustus

Di-update
August 9, 2026
Bagikan
Gambar 36 Analis Kompak Rekomendasikan Saham NVDA Jelang Laporan Keuangan Agustus

Jakarta, Pintu News – Menjelang laporan keuangan pada 26 Agustus, saham Nvidia (NVDA) menjadi sorotan utama di Wall Street. Hampir seluruh analis yang memantau saham ini memberikan rekomendasi beli, mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap prospek perusahaan.

Dalam setahun terakhir, harga saham Nvidia terus menanjak, bahkan sempat melonjak dari titik terendah $164 pada musim semi menjadi sekitar $208, meski masih di bawah rekor $236 pada Mei lalu. Namun, di balik euforia tersebut, terdapat risiko tersembunyi yang tidak tercermin pada grafik harga.

Mayoritas Analis Optimis, Harga Target Melambung Tinggi

Dari 37 perusahaan sekuritas yang memantau Nvidia, sebanyak 36 di antaranya memberikan rating beli, sementara hanya satu yang memilih bertahan di posisi hold, dan tidak ada yang merekomendasikan jual. Konsensus ini menjadikan Nvidia sebagai salah satu saham dengan predikat Strong Buy yang sangat langka di pasar. Rata-rata target harga yang dipasang analis berada di kisaran $309, atau sekitar 49% lebih tinggi dari harga saat ini.

Bahkan, dua institusi besar seperti Bernstein dan Wells Fargo baru-baru ini kembali menegaskan target harga $315 hanya beberapa hari sebelum laporan keuangan dirilis. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kinerja Nvidia sangat tinggi, dengan proyeksi laba yang hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Opsi saham juga mencerminkan pergerakan harga yang diperkirakan mencapai 6% saat laporan keuangan diumumkan. Namun, dengan hampir semua investor sudah memposisikan diri untuk kabar baik, bahkan hasil yang solid pun bisa dianggap kurang memuaskan. Semua optimisme ini bertumpu pada satu asumsi utama, yaitu permintaan yang benar-benar nyata.

Risiko Tersembunyi di Balik Permintaan dan Sumber Pendanaan

Michael Burry, investor legendaris yang pernah memprediksi krisis perumahan 2008, menyoroti sumber permintaan Nvidia yang dinilai tidak sepenuhnya organik. Nvidia dikabarkan telah menjamin sekitar $250 miliar utang yang terkait dengan pusat data OpenAI, sehingga secara tidak langsung mendanai pelanggan yang membeli chip mereka sendiri. Skema ini mirip dengan toko yang meminjamkan uang kepada pembeli agar barangnya tetap terjual, sehingga pendapatan tetap tercatat meski dana berasal dari penjual itu sendiri.

Burry memperingatkan bahwa pola pembiayaan sirkular ini bisa menjadi bom waktu, karena penjualan dan jaminan utang saling menopang secara tidak sehat. Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Stacy Rasgon dari Bernstein, meski firmanya tetap merekomendasikan beli dengan target $315.

Ketika analis paling bullish dan bearish sepakat soal risiko yang sama, angka pendapatan pada laporan keuangan nanti patut dicermati lebih kritis. Selain itu, ketergantungan pada pasar Tiongkok yang masih menyumbang hingga $5 miliar penjualan dan aksi jual saham oleh internal perusahaan senilai $410 juta dalam tiga bulan terakhir menambah daftar kekhawatiran.

Tekanan Kompetisi dan Ancaman Teknologi Baru

Selain risiko pembiayaan, dominasi teknologi Nvidia juga mulai mendapat tantangan dari berbagai pihak. Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, menyebutkan bahwa kemunculan alat baru dapat menurunkan hambatan pada ekosistem perangkat lunak CUDA yang selama ini membuat pengembang setia pada hardware Nvidia.

Ia menyoroti sistem Atlas 950 milik Huawei sebagai pesaing potensial, meski diakui Huawei masih tertinggal sekitar dua tahun dari Nvidia. Tidak hanya itu, raksasa teknologi seperti Google, Amazon, dan Meta kini mulai mengembangkan chip khusus secara mandiri, yang secara perlahan dapat menggerus pangsa pasar Nvidia.

Persaingan ini membuat posisi Nvidia tidak lagi sekuat sebelumnya, meski belum ada tanda-tanda investor besar menarik dana mereka. Fenomena ini menciptakan situasi tarik-ulur antara optimisme dan kehati-hatian di kalangan pelaku pasar. Dengan valuasi yang sudah sangat tinggi, Nvidia kini berada dalam posisi rawan jika terjadi sedikit saja gangguan pada permintaan atau teknologi.

Investor Institusional Masih Bertahan, Tapi Risiko Tetap Mengintai

Meskipun berbagai peringatan bermunculan, data aliran dana institusional menunjukkan bahwa saham Nvidia masih dalam fase akumulasi. Indikator Chaikin Money Flow mengonfirmasi bahwa dana besar masih terus masuk ke saham ini, bukan keluar. Bahkan, Nvidia menjadi salah satu dari dua saham chip yang masih menarik minat investor institusional saat ini. Menariknya, performa saham Nvidia justru tertinggal dibandingkan indeks semikonduktor SOXX dalam hal kekuatan relatif.

Artinya, investor besar masih melihat nilai pada Nvidia meski ada keraguan terhadap prospek chip secara umum. Situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan yang tajam antara optimisme pasar dan kekhawatiran fundamental. Menjelang laporan keuangan, pertanyaan utama bukan lagi apakah Nvidia mampu mengalahkan ekspektasi, melainkan seberapa kuat permintaan yang menopang kinerja tersebut.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasiĀ cryptoĀ yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragamĀ jenisĀ tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->