Kenapa $80.000 Jadi Titik Balik Bitcoin (BTC) Menuju $100.000?

Di-update
August 28, 2026
Bagikan
Gambar Kenapa $80.000 Jadi Titik Balik Bitcoin (BTC) Menuju $100.000?

Jakarta, Pintu News – Bitcoin akhirnya berhasil menembus level psikologis US$80.000 pada akhir pekan lalu, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Namun di balik euforia tersebut, para trader dan analis mulai bertanya-tanya, apakah level ini benar benar jadi titik balik yang membawa BTC menuju US$100.000, atau justru jebakan sebelum harga terkoreksi lagi.

Rally yang Dipicu Short Squeeze dan Arus ETF

Berdasarkan data yang dihimpun pada 27 Agustus 2026, Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$79.960, tepat di bawah level US$80.000 yang baru saja ditembusnya. Kenaikan ini terjadi setelah kabar buyback Departemen Keuangan AS yang memicu likuidasi posisi short trader yang sebelumnya memperkirakan BTC akan tertahan di bawah US$67.000.

harga bitcoin
Sumber: Coinmarketcap

Selain faktor short squeeze, arus masuk dana ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat turut menopang momentum. Menurut laporan yang dikutip CryptoTimes, ETF Bitcoin mencatat inflow harian sebesar US$517 juta pada 19 Agustus 2026, angka tertinggi sejak Mei. Open interest berdenominasi koin juga turun 11% ke level terendah dalam sebulan terakhir, yang menandakan risiko likuidasi berantai mulai berkurang meski volatilitas tinggi.

Baca juga: “Harga Bitcoin (BTC) Menjelang Lebaran: Siap Tembus $80.000? Ini Analisanya!

Kenapa US$80.000 Disebut Titik Balik Penentu

Level US$80.000 dianggap krusial karena menguji apakah rally kali ini murni didorong short covering atau sudah beralih ke permintaan spot yang lebih fundamental. Menurut analis Bitget Research, Ryan Lee, jika breakout ini bertahan, target kenaikan berikutnya berada di kisaran US$82.000 hingga US$87.000. Sebaliknya, jika terjadi konsolidasi, harga berpotensi turun ke zona US$75.000 hingga US$76.000, dan sinyal pelemahan baru muncul jika BTC jatuh di bawah US$74.000.

Data on chain turut memberi gambaran serupa. Analis Glassnode mencatat volatilitas opsi call dengan delta 25 kini melampaui volatilitas put di hampir semua tenor kontrak, artinya trader lebih banyak membayar premi untuk eksposur kenaikan harga ketimbang proteksi terhadap penurunan. Kombinasi sinyal ini membuat level US$80.000 menjadi semacam garis pemisah antara kelanjutan tren naik menuju US$100.000 dan potensi koreksi jangka pendek.

Layar gelap menampilkan grafik candlestick pergerakan harga aset crypto
Ilustrasi grafik candlestick di layar trading. Sumber: Maxim Hopman via Unsplash / Unsplash License

Sinyal Teknikal: Antara Momentum Kuat dan Overbought

Sumber: Cryptonomist

Analisis teknikal dari Cryptonomist yang dipublikasikan pada 27 Agustus 2026 oleh Lorenzo Marcek menunjukkan gambaran yang lebih hati hati. RSI harian Bitcoin tercatat berada di level 81,71, masuk zona overbought yang dalam, sementara RSI satu jam berada di 68,15 dan RSI 15 menit di 63,61, yang menandakan momentum mulai melambat di timeframe pendek.

Di sisi lain, struktur tren jangka menengah masih kuat. Harga BTC berada di atas EMA20 (US$72.019), EMA50 (US$68.242), dan EMA200 (US$72.114), susunan yang oleh Marcek disebut sebagai “textbook bullish stack”. Level resistance terdekat berada di US$80.804, sedangkan support berada di US$78.830. Fear and Greed Index turut berada di angka 71, yang berarti sentimen pasar sudah condong optimistis, bahkan berpotensi mendahului fundamentalnya sendiri.

Baca juga: “Harga Bitcoin Naik ke $81.000 Hari Ini (15/5): Data On-Chain Buktikan Siklus BTC Telah Berubah!

Proyeksi Menuju US$100.000, Realistis atau Masih Jauh?

Target US$100.000 bukan wacana baru. Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered, kembali menegaskan proyeksi tersebut untuk akhir tahun 2026, dengan alasan arus ETF, pembelian treasury korporasi, dan kebijakan kripto AS yang semakin kondusif.

Meski begitu, perlu dicermati bahwa Standard Chartered sempat merevisi targetnya dari US$300.000 menjadi US$150.000, sebelum akhirnya diturunkan lagi ke US$100.000 pada Februari 2026, dan bank ini juga meleset dari proyeksi akhir tahun selama tiga tahun beruntun sejak 2023 hingga 2025.

Sumber: Yahoo finance

Dengan kata lain, jalan menuju US$100.000 kemungkinan besar tidak akan berbentuk garis lurus. Bitcoin naik 14,1% dalam sepekan terakhir dan 20,9% dalam sebulan terakhir per 27 Agustus 2026, namun masih turun 29,3% dibanding setahun lalu, jauh dari harga tertinggi sepanjang masa di US$126.198 yang tercatat pada Oktober 2025.

Kombinasi RSI overbought, level resistance yang belum tertembus solid, serta rekam jejak proyeksi yang meleset membuat banyak trader memilih menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum meyakini rally ini akan berlanjut mulus ke US$100.000.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->