Yuan Tiongkok Belum Siap Gantikan Dolar AS Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia, Kata Ahli Strategi

Updated
September 4, 2023
Gambar Yuan Tiongkok Belum Siap Gantikan Dolar AS Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia, Kata Ahli Strategi

Skylar Montgomery, seorang ahli strategi makro global senior di Globaldata TS Lombard, baru-baru ini menjelaskan bahwa yuan Tiongkok tidak mungkin menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.

Menurutnya, “penggunaan senjata” dolar AS adalah salah satu alasan utama mengapa negara-negara BRICS telah mencari alternatif untuk dolar. Artikel ini akan membahas 3 aspek penting dari pernyataan ini.

Alasan “Penggunaan Senjata” Dolar AS

Montgomery menekankan bahwa status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia adalah sebuah “privilese” yang memberikan pengaruh politik, ekonomi, dan pasar yang signifikan bagi AS.

Baca Juga: Makin Canggih, WeChat Integrasikan Yuan Digital ke Dalam Platform Pembayarannya!

Namun, ia juga memperingatkan bahwa pemerintah AS menggunakan dolar sebagai alat politik, seperti yang terlihat dalam tindakan Barat untuk membekukan cadangan mata uang Rusia sebagai respons terhadap invasi Ukraina.

Upaya Negara-negara BRICS

brics ripple

Negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan) baru-baru ini menyimpulkan pertemuan tahunan mereka dan sepakat untuk mempromosikan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional, daripada mengandalkan dolar AS.

Meskipun ada tren de-dolarisasi global, Montgomery mengatakan bahwa penurunan pangsa dolar AS dalam cadangan mata uang global dari 72% pada tahun 2000 menjadi 59% saat ini adalah “sangat lambat.”

Tantangan bagi Yuan Tiongkok

Montgomery menjelaskan bahwa salah satu alasan utama mengapa dolar AS akan terus mendominasi adalah karena belum ada mata uang, termasuk yuan Tiongkok, yang muncul sebagai alternatif yang jelas untuk dolar.

Ia menambahkan bahwa yuan memiliki penggunaan terbatas di tingkat internasional karena akun modal yang tertutup, ketidakmampuan atau ketidakmauan untuk menjalankan defisit rekening berjalan, intervensi pemerintah yang tidak dapat diprediksi, dan mata uang yang dikelola.

Baca Juga: Transaksi Yuan Digital China Capai $250 Miliar, Tim Penegakan Hukum Diperkuat!

Jadi, apakah kamu setuju dengan analisis dari Skylar Montgomery bahwa yuan Tiongkok belum siap untuk menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia?

Keputusan ini tentu akan memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi global. Tetaplah update dengan berita terbaru untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->