Pinjam Crypto tanpa Bayar Cicilan? Gunakan 3 Platform Defi Ini!

Updated
December 1, 2023
Gambar Pinjam Crypto tanpa Bayar Cicilan? Gunakan 3 Platform Defi Ini!

Platform pinjaman DeFi, yang mengintegrasikan dunia cryptocurrency dengan sistem perbankan konvensional, kini menjadi fenomena yang semakin populer di kalangan pengguna keuangan digital. Berlandaskan prinsip keuangan terbuka, platform ini memberikan kemudahan bagi kamu untuk melakukan transaksi keuangan tanpa perlu melibatkan pihak ketiga.

Baru-baru ini, lonjakan harga Bitcoin telah memberikan dampak signifikan pada pasar crypto secara keseluruhan, menarik lebih banyak perhatian pada potensi dan kestabilan aset crypto. Dalam konteks ini, pentingnya menyimpan aset dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) menjadi semakin relevan. DCA membantu dalam mengurangi risiko volatilitas pasar, yang sangat penting sebelum terjun ke strategi lending/borrowing crypto.

Di sisi lain, dalam pinjaman DeFi, baik pemberi pinjaman maupun peminjam memanfaatkan aplikasi terdesentralisasi (DApps) dan smart contract, yang memudahkan proses tanpa memerlukan dokumentasi yang rumit seperti dalam sistem perbankan tradisional. Proses ini menjadi lebih cepat dan efisien, hanya dengan beberapa klik dan dompet crypto untuk melakukan transaksi.

defi tvl dappradar
Report TVL DeFi Q3 2023. Sumber: DappRadar

Jika dilihat dari laporan DappRadar untuk Q3 2023, Total Value Locked (TVL) dalam DeFi mengalami penurunan sebesar 7%, menetap di angka $71,9 miliar. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan harga token. Mengambil Ethereum sebagai contoh utama dalam lanskap blockchain DeFi, harganya turun 13% pada kuartal ini, stabil di sekitar $1.600.

tvl top blockchain
Data TVL dari berbagai Blockchain. Sumber: DappRadar

Jika dilihat dari chart diatas, TVL di berbagai blockchain utama, dominasi Ethereum dalam dunia DeFi tetap menonjol, meskipun mengalami penurunan sebesar 11% dari Q2. Namun, Tron menunjukkan tren yang berbeda. Tron mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 21% dari kuartal sebelumnya.

Setelah melihat perkembangan terbaru dari dunia DeFi, kira-kira platform DeFi apa saja yang bisa kamu gunakan dalam konteks pinjam/meminjam cryptocurrency? Yuk, simak apa itu DeFi, bagaimana cara menggunakan platform DeFi dan apa saja 3 platform DeFi terbaik berikut ini!

Apa Itu Decentralized Finance (DeFi)?

DeFi (Decentralized Finance) adalah sebuah konsep dalam dunia keuangan yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengelola transaksi keuangan tanpa perlu lembaga sentral seperti bank. Keunggulan DeFi dibandingkan sistem keuangan tradisional terletak pada kontrol penuh pengguna atas dana mereka, transparansi yang lebih tinggi, dan aksesibilitas yang lebih luas.

Penggunaan smart contract pada blockchain seperti Ethereum memungkinkan siapa saja, di mana saja, untuk berpartisipasi tanpa harus memberikan data pribadi kepada otoritas pusat. Dengan DeFi, transaksi keuangan menjadi lebih efisien, aman, dan terbuka.

Dalam konteks peminjaman dan pemberian pinjaman cryptocurrency, atau biasa disebut lending/borrowing crypto, DeFi menawarkan potensi besar. Melalui platform DeFi seperti Aave dan Maker, pengguna yang ingin menjadi pemberi pinjaman dapat menyimpan token mereka dalam ‘pasar uang’ melalui smart contract. Token ini kemudian dapat dipinjam oleh pengguna lain, dengan pemberi pinjaman menerima bunga dalam bentuk token asli platform.

Hampir semua pinjaman yang dikeluarkan melalui token asli ini memiliki jaminan lebih, yang berarti peminjam harus menyediakan jaminan crypto yang nilainya lebih tinggi dari jumlah pinjaman itu sendiri. Ini membuka peluang bagi pengguna untuk memperoleh dana tanpa harus menjual aset mereka, menghindari pajak capital gain, atau meningkatkan leverage dalam posisi trading tertentu.

Baca Juga: Fenomena Ledakan Crypto DeFi: TVL Melonjak $9,3 Miliar!

3 Platform DeFi Lending/Borrowing Crypto Terbaik

Dari sekian banyak pilihan platform DeFi lending/borrowing crypto yang tersedia, ada 3 platform DeFi yang menonjol karena keandalan, inovasi, dan fitur-fitur unggulannya. Apa sajakah itu?

1. Aave Protocol (Aave V3)

AAVE adalah salah satu platform DeFi terkemuka yang memungkinkan pengguna untuk meminjam dan meminjamkan aset crypto. Platform ini menawarkan suku bunga yang kompetitif dan merupakan pilihan populer di kalangan investor crypto. AAVE memungkinkan pengguna untuk meminjamkan aset crypto mereka dan mendapatkan bunga, serta meminjam aset crypto dengan menggunakan aset lain sebagai jaminan.

Awalnya, Aave dibangun di atas jaringan Ethereum, dengan semua token di jaringan ini menggunakan blockchain Ethereum untuk memproses transaksi, token ini dikenal sebagai token ERC20. Aave kemudian berkembang ke jaringan lain, termasuk Avalanche, Fantom, dan Harmony.

Protokol Aave sendiri dioperasikan menggunakan DAO. Artinya, protokol ini dioperasikan dan diatur oleh orang-orang yang memiliki dan memberikan suara dengan token AAVE. Sebelum berganti nama menjadi Aave, produk ini dikenal sebagai ETHLend.

Bagaimana Proses Lending/Borrowing Crypto di Aave V3?

aave protocol
Aave Protocol. Sumber: Medium

Dalam AAVE, pengguna dapat meminjamkan aset crypto mereka dan mendapatkan bunga tanpa harus membayar cicilan. Prosesnya melibatkan deposit aset crypto ke dalam pool pinjaman AAVE. Setelah aset disimpan, pengguna secara otomatis mulai mendapatkan bunga berdasarkan kondisi pasar saat ini. Bunga yang diperoleh dapat ditarik kapan saja atau dibiarkan untuk berkembang di dalam platform.

Untuk memaksimalkan penghasilan dalam AAVE, pengguna dapat mempertimbangkan beberapa strategi. Salah satunya adalah memilih untuk meminjamkan stablecoin seperti USDT atau USDC, yang cenderung memiliki risiko volatilitas lebih rendah dibandingkan dengan aset crypto lainnya. Pengguna juga dapat mempertimbangkan untuk mendiversifikasi aset crypto yang mereka pinjamkan, yang dapat membantu mengurangi risiko dan memaksimalkan potensi penghasilan. Untuk lebih detailnya, kamu bisa mengunjungi laman resminya di https://aave.com/.

Baca Juga: Meski DeFi Merosot, Industri dApp Tercatat Meningkat 10% di Bulan Mei 2023

2. Compound Finance

Compound Finance adalah salah satu protokol DeFi yang populer, dibangun di atas blockchain Ethereum. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk meminjamkan dan meminjam aset crypto tanpa perlu melalui perantara sentral. Salah satu fitur unik Compound adalah penggunaan cToken, yang memungkinkan tokenisasi aset yang dikunci dalam sistem. Ini berarti pengguna dapat berdagang aset yang telah mereka kunci di platform.

compound finance
Compound Finance platform. Sumber: Gemini

Bagaimana Proses Lending/Borrowing Crypto di Compound Finance?

Untuk meminjam aset crypto di Compound, pengguna pertama-tama harus mengunci aset crypto mereka di protokol. Setelah mengunci aset, mereka akan menerima cToken yang dapat digunakan sebagai jaminan. Proses ini tidak memerlukan pengecekan kredit, sehingga memungkinkan siapa saja di seluruh dunia dengan aset crypto untuk meminjam.

Menurut Cryptopedia, jumlah yang dapat dipinjam bergantung pada nilai aset yang dikunci. Misalnya, jika seseorang mengunci BAT senilai $500 dengan batas pinjaman 50%, mereka dapat meminjam hingga $250 dari aset crypto lain yang didukung oleh Compound.

Compound mendukung berbagai aset yang dikeluarkan di Ethereum, termasuk BAT, DAI, SAI, ETH, REP, USDC, WBTC, USDT, dan ZRX. Suku bunga pinjaman dan pemberian pinjaman di Compound bervariasi tergantung pada mata uang yang didukung dan berfluktuasi secara real-time berdasarkan pasokan dan permintaan untuk selalu mencerminkan kondisi pasar saat ini.

Strategi peminjaman di Compound dapat mencakup pemanfaatan aset untuk investasi atau peluang perdagangan lebih lanjut. Misalnya, pengguna dapat meminjam aset crypto untuk berinvestasi di peluang lain atau untuk perdagangan. Penting untuk diingat bahwa peminjaman melibatkan risiko, termasuk risiko likuidasi jika nilai aset jaminan turun di bawah nilai pinjaman.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Melonjak, Apa Artinya Bagi Token DeFi?

3. MakerDao

MakerDAO adalah platform pinjaman terdesentralisasi yang terkenal dengan fokusnya pada stabilitas dan keamanan. Protokol ini, yang dibangun di atas blockchain Ethereum, mengeluarkan stablecoin DAI dan memfasilitasi pinjaman yang didukung oleh jaminan tanpa perantara. DAI, yang nilainya setara dengan Dolar AS, menjadi pilihan ideal untuk peminjaman, pengiriman uang, dan lindung nilai terhadap risiko pasar crypto yang fluktuatif.

Bagaimana Proses Lending/Borrowing Crypto di MakerDAO?

makerdao platform
MakerDAO platfrom. Sumber: Messari

Untuk meminjam aset crypto di MakerDAO, pengguna dapat membuka vault kolateral Maker melalui dasbor Oasis Borrow dan menyetor jaminan. Vault ini, yang sebelumnya dikenal sebagai posisi utang yang dikolateralisasi (CDP), adalah smart contract yang berjalan di blockchain Ethereum dan menahan jaminan hingga DAI yang dipinjam dikembalikan.

Nilai jaminan harus melebihi nilai DAI yang diterbitkan. Pengguna dapat menyetor berbagai aset berbasis Ethereum sebagai jaminan, termasuk ETH, ZRX, dan OMG.

MakerDAO juga telah memperluas ekosistem pinjamannya dengan menggandeng Spark Protocol untuk mengintegrasikan Ethereum yang di stack oleh Rocket Pool (rETH) sebagai opsi jaminan baru. Ini menciptakan lebih banyak peluang bagi pengguna untuk memanfaatkan aset digital mereka dalam ekosistem DeFi. Pengguna dapat meminjam DAI dengan tarif kompetitif sambil tetap mendapatkan hasil staking.

Penting bagi peminjam untuk memahami rasio kolateralisasi dan strategi manajemen risiko. Rasio kolateralisasi mengacu pada jumlah utang yang dapat diciptakan oleh jenis jaminan tertentu, mengingat volatilitas aset dan apa yang terjadi jika jaminan harus dilikuidasi. Jika ada volatilitas pasar dan jaminan yang disetor tidak lagi menutupi utang yang ada, jaminan akan dilikuidasi melalui proses otomatis. Jika lelang jaminan berhasil mengumpulkan cukup DAI untuk menutupi pembayaran utang dan biaya penalti, sisa jaminan akan dikembalikan kepada pemilik vault.

Cara Menggunakan Platform DeFi

Memulai perjalanan di dunia DeFi bisa menjadi pengalaman yang mengubah cara kamu melihat keuangan. Platform DeFi memberikan kesempatan unik untuk terlibat dalam berbagai aktivitas keuangan tanpa perantara tradisional. Dari pemberian pinjaman hingga perdagangan aset crypto, platform ini menawarkan transparansi, keamanan, dan efisiensi. Berikut ini adalah cara menggunakan platform DeFi:

  1. Pilih jaringan blockchain: Sebagai pelopor dalam penggunaan smart contract, Ethereum menjadi tuan rumah bagi sebagian besar aktivitas DeFi. Namun, kini terdapat berbagai blockchain smart contract lain yang menawarkan persaingan, seperti Binance Smart Chain, Solana, Polygon, dan Fantom, masing-masing dengan kelebihannya seperti transaksi cepat dan biaya rendah.
  2. Buat crypto wallet: Untuk crypto wallet kamu bisa menggunakan Metamask, Trustwallet, Phantom, dan wallet lainnya. Salah satu wallet yang mendukung berbagai jaringan Blockchain dan memberikan akses ke DeFi dengan aman dan efisien adalah Metamask.
  3. Beli cryptocurrency: Sebelum menggunakan dApps, kamu perlu memiliki koin utama dari blockchain yang bersangkutan (seperti ETH untuk Ethereum) atau token standar dari blockchain tersebut (contohnya token ERC-20) di dompet crypto-mu. Alasan mengapa kamu memerlukan aset crypto ini adalah untuk membayar gas fee, dalam melakukan aktivitas di aplikasi tersebut.
  4. Pilih aplikasi DeFi (dApps): Layanan keuangan DeFi dan dApps yang ada saat ini menawarkan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan dan pendapatan pasif. Beberapa di antaranya termasuk DEX, layanan simpan pinjam (lend/borrow), dan aggregator.

Sementara itu, sebelum terjun ke dunia aplikasi DeFi, langkah awal yang bisa kamu ambil adalah dengan berinvestasi di token-token DeFi populer. Beberapa contoh token tersebut termasuk AAVE, COMP, YFI, dan SUSHI. Kamu dapat memulai pembelian token-token ini melalui aplikasi Pintu, yang menawarkan akses mudah dan cepat ke berbagai aset DeFi. Untuk step-by-step lebih lengkap bagaimana cara menggunakan platform DeFi, bisa kamu akses di artikel Cara Menggunakan Aplikasi DeFi.

Pintu Earn

Pintu Earn adalah layanan unggulan dari platform Pintu yang dirancang untuk meningkatkan nilai aset crypto penggunanya. Layanan ini menawarkan dua pilihan: Flexi Earn, yang memungkinkan penarikan aset kapan saja, dan Locked Earn, di mana aset dikunci selama 30 atau 90 hari.

Keunggulan Pintu Earn terletak pada sistem bunga yang dihitung setiap jam, memungkinkan pengguna untuk memantau perkembangan aset mereka secara real-time. Layanan ini sangat fleksibel, memungkinkan penambahan atau penarikan saldo tanpa batas minimum, ideal untuk trader yang sering bertransaksi.

Dengan potensi pendapatan bunga hingga 13% per tahun, tingkat keuntungan bervariasi tergantung pada jenis aset crypto. Menariknya, bunga dibayarkan dalam jenis aset yang sama dengan yang disimpan, seperti mendapatkan bunga Bitcoin dari simpanan Bitcoin.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->