Thailand Buka Pintu Investasi ETF Bitcoin Spot AS untuk Investor Terakreditasi!

Updated
March 13, 2024
Gambar Thailand Buka Pintu Investasi ETF Bitcoin Spot AS untuk Investor Terakreditasi!

Thailand Securities and Exchange Commission (SEC) telah membuka jalan bagi investor terakreditasi untuk berinvestasi pada ETF Bitcoin spot yang terdaftar di Amerika Serikat.

Meski begitu, hanya investor institusional dan individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi yang dapat berpartisipasi dalam investasi ini.

Perubahan Regulasi SEC Thailand

Sekretaris Jenderal SEC Thailand, Pornanong Budsaratragoon. Sumber: The Nation

SEC Thailand telah mengubah aturannya untuk memungkinkan peluncuran dana privat yang berinvestasi pada ETF Bitcoin spot yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat.

Baca juga: Terobosan Baru di Thailand: Investasi Aset Digital Kini Lebih Bebas!

Sebelumnya, peraturan yang mengatur investasi perusahaan manajemen aset tidak mencakup ETF aset digital, dan berdasarkan Undang-Undang SEC, manajer aset hanya diizinkan untuk menyediakan perdagangan aset yang diklasifikasikan sebagai sekuritas.

Namun, setelah regulator sekuritas Amerika Serikat menyetujui ETF Bitcoin spot pada bulan Januari, saham ETF Bitcoin spot menjadi didefinisikan sebagai sekuritas daripada aset kripto berdasarkan peraturan Thailand.

Sekretaris Jenderal SEC Pornanong Budsaratragoon mengatakan bahwa regulator hanya akan mengizinkan investor terakreditasi untuk memiliki akses ke produk yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETP) karena sifatnya yang berisiko tinggi.

Keterbatasan bagi Investor Ritel

Meskipun SEC Thailand telah membuka pintu bagi investor terakreditasi untuk berinvestasi pada ETF Bitcoin spot AS, investor ritel tidak dapat berpartisipasi dalam investasi ini. Perdagangan kripto ritel tetap populer di Thailand, tetapi penggunaannya masih dibatasi.

Pemerintah melarang penggunaan aset digital untuk pembayaran pada bulan Maret 2022, dan SEC melarang penggunaan mata uang kripto untuk pinjaman dan investasi pada bulan Juli 2023. Namun, regulator mencabut pembatasan pada investor ritel yang membeli token digital yang didukung oleh proyek real estat atau infrastruktur pada bulan Januari.

Bursa kripto terbesar di Thailand, Bitkub, menawarkan 107 pasangan dan memiliki volume harian sekitar $155 juta, menurut CoinGecko. Selain itu, Binance memasuki pasar Thailand dengan bursa baru pada bulan Januari, tetapi hanya dapat diakses oleh warga negara Thailand.

Baca juga: Hong Kong Siap Luncurkan ETF Ethereum Spot, Berpotensi Kalahkan Amerika Serikat!

Dampak pada Pasar Kripto Thailand

Keputusan SEC Thailand untuk mengizinkan investasi ETF Bitcoin spot AS bagi investor terakreditasi dapat berdampak positif pada pasar kripto Thailand. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto dan mendorong lebih banyak investasi institusional ke pasar kripto Thailand.

Selain itu, hal ini dapat mendorong perusahaan manajemen aset untuk mengembangkan produk investasi kripto baru yang memenuhi kebutuhan investor terakreditasi. Namun, keputusan SEC Thailand juga dapat berdampak negatif pada investor ritel.

Investor ritel tidak dapat berpartisipasi dalam investasi ETF Bitcoin spot AS, sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan harga Bitcoin. Hal ini dapat menyebabkan investor ritel beralih ke platform perdagangan kripto yang tidak teregulasi, yang dapat meningkatkan risiko investasi mereka.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->