Bitcoin dan Aset Crypto Lainnya Mengalami Penurunan, Apa Penyebabnya?

Updated
April 16, 2024
Gambar Bitcoin dan Aset Crypto Lainnya Mengalami Penurunan, Apa Penyebabnya?

Pasar crypto mengalami penurunan minggu lalu, dengan total arus keluar sebesar $126 juta. Bitcoin menjadi aset yang paling terpengaruh, dengan arus keluar sebesar $110 juta. Investor crypto tampaknya mengambil sikap hati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan momentum Bitcoin yang melemah.

Investor Berhati-hati di Tengah Penurunan Harga Bitcoin

Harga Bitcoin telah mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, jatuh di bawah level $65.000.

Baca Juga: 3 Top DRC-20 2024: DOGI, UNIX, PEPE

Analis memperkirakan masih ada kemungkinan koreksi harga lebih lanjut untuk Bitcoin, didukung oleh beberapa faktor seperti tingkat pendanaan rata-rata 30 hari yang tinggi, resistensi dari level tertinggi sepanjang masa saat ini, dan pengaturan pasar yang memungkinkan “pemain besar untuk mengatur posisi besar.”

Altcoin Menunjukkan Kinerja Campuran

altcoin
ArtRachen via Envato

Sementara Bitcoin mengalami penurunan, beberapa altcoin menunjukkan kinerja yang beragam. Decentraland, Basic Attention Token, dan LIDO masing-masing mengalami arus masuk sebesar $4,9 juta, $2,9 juta, dan $1,8 juta. Namun, Ethereum mengalami arus keluar terbesar di antara altcoin, dengan total $29 juta minggu lalu.

Hong Kong Setujui ETF Bitcoin Spot, Harga Bitcoin Naik

Di tengah penurunan harga Bitcoin, Hong Kong menjadi negara kedua yang menyetujui ETF Bitcoin spot. Persetujuan ini diharapkan dapat menarik minat investor dan mendorong harga Bitcoin naik. Namun, analis memperingatkan bahwa arus masuk dari ETF Bitcoin spot Hong Kong mungkin tidak terlalu besar karena pasarnya kecil dibandingkan dengan sektor ETF AS.

Investor Waspada Menjelang Halving Bitcoin

Menjelang peristiwa halving Bitcoin berikutnya, investor tampaknya bersikap waspada. Beberapa analis memperkirakan bahwa penambang Bitcoin dapat menjual sekitar $5 miliar Bitcoin halving. Tekanan jual dari penambang ini dapat berlangsung selama empat hingga enam bulan, yang dapat menyebabkan pergerakan harga Bitcoin sideways selama periode tersebut.

Baca Juga: Blockchain untuk Kebaikan: Aliansi Baru untuk Memecahkan Tantangan Global

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->