Pemerintah Nigeria Dikabarkan Siap Berlakukan Aturan Baru di Pasar Kripto!

Updated
May 6, 2024
Gambar Pemerintah Nigeria Dikabarkan Siap Berlakukan Aturan Baru di Pasar Kripto!

Jakarta, Pintu News – Pemerintah Nigeria tengah mempertimbangkan aturan yang lebih ketat untuk pasar kripto di tengah kekhawatiran akan aktivitas ilegal dan manipulasi mata uang.

Negara ini mencatat transaksi kripto sebesar $56,7 miliar antara Juli 2022 dan Juni 2023, menurut perusahaan analisis blockchain Chainalysis.

Pemerintah Nigeria Akan Segera Bertemu dengan Para Pemangku Kepentingan Kripto

Dalam sebuah langkah besar, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah menyerukan pertemuan seluruh industri dengan para pemangku kepentingan kripto pada hari Senin. Tujuan dari pertemuan ini untuk berpotensi memberlakukan aturan dan pengawasan yang lebih ketat.

Menurut sumber, pemerintah dapat melarang sementara perdagangan mata uang kripto peer-to-peer (P2P) untuk memungkinkan pengembangan kerangka peraturan yang komprehensif.

Baca juga: Binance dalam Pusaran Kontroversi di Nigeria: Eksekutif Ditahan, Kerja Sama Dipertanyakan

Beberapa ahli menyarankan bahwa alih-alih menerapkan larangan langsung, pihak berwenang dapat bekerja sama dengan mitra industri untuk menyusun batasan baru.

Industri Kripto Nigeria Bersiap Hadapi Aturan Baru

Menurut laporan, pertemuan ini dilakukan setelah Bank Sentral Nigeria melarang perusahaan fintech besar menerima pelanggan baru sambil menunggu peninjauan praktik Know-Your-Customer mereka.

Fintech besar seperti OPay dan PalmPay telah memperingatkan pelanggan agar tidak memperdagangkan mata uang kripto di platform mereka, dengan ancaman pembekuan akun. Tindakan keras ini telah memicu reaksi keras dari 33,4 juta pedagang kripto aktif Nigeria, banyak di antaranya bergantung pada industri ini sebagai pendapatan utama mereka.

Badan-badan industri seperti Blockchain Industry Coordinating Committee of Nigeria (BICCoN) dan Stakeholders in the Blockchain Technology Association of Nigeria (SIBAN) bersiap untuk bernegosiasi dengan regulator. Tujuan mereka adalah untuk memastikan kepatuhan sambil memelihara inovasi dan investasi asing di sektor kripto.

Pada akhirnya, menjelang pertemuan hari Senin ini, komunitas kripto menahan napas, bertanya-tanya apakah Nigeria akan merangkul atau membatasi revolusi aset digital yang membentuk kembali keuangan global.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: Ripple Coin News

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->