Komisi Sekuritas Filipina Akan Terbitkan Aturan Crypto pada Semester Kedua 2024

Updated
May 8, 2024
Gambar Komisi Sekuritas Filipina Akan Terbitkan Aturan Crypto pada Semester Kedua 2024

Jakarta, Pintu News – Komisi Sekuritas Filipina (SEC) berencana untuk menerbitkan pedoman crypto pada akhir tahun ini, menurut Ketua SEC Emilio B. Aquino. Pedoman ini akan mengatur aktivitas perdagangan crypto di Filipina, dengan tujuan utama untuk melindungi kepentingan investor.

Aturan Crypto Filipina: Melindungi Investor dan Menjaga Stabilitas Pasar

SEC Filipina telah berupaya untuk mengatur industri mata uang crypto, yang baru-baru ini berdampak pada bursa perdagangan crypto utama Binance. Pada tanggal 19 April, SEC meminta Google dan Apple untuk menghapus aplikasi Binance dari toko aplikasi mereka. SEC juga telah meminta Komisi Telekomunikasi Nasional (NTC) untuk memblokir halaman web yang digunakan oleh Binance.

Baca Juga: Bank Besar Kolombia Luncurkan Bursa Crypto dan Stablecoin!

Ketua SEC Aquino menekankan bahwa tindakan ini bukan perburuan terhadap perusahaan tertentu, tetapi bertujuan untuk melindungi investor crypto dan menjaga stabilitas pasar. Ia mengakui bahwa orang-orang dapat menghindari pemblokiran dengan menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN), tetapi ia menegaskan bahwa SEC tidak dapat disalahkan atas hal tersebut. SEC juga telah belajar dari masalah yang dialami oleh bursa FTX yang bangkrut pada bulan November 2022.

Dampak Pemblokiran Binance di Filipina: Biaya Tinggi dan Pilihan Terbatas

megadrop binance
Sumber: Watcher Guru

Pemblokiran Binance di Filipina telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pedagang crypto di negara tersebut. Menurut Ethan Rose, CEO Pouch, yang menangani pembayaran Bitcoin, pemblokiran Binance melindungi warga Filipina dari “aktor jahat”. Ia juga menambahkan bahwa pemblokiran ini akan mendorong lebih banyak bisnis ke bursa crypto lokal, yang dapat menarik lebih banyak pendanaan investasi.

Rose percaya bahwa pemblokiran ini secara umum baik untuk ekonomi Filipina. Namun, Rose juga menyoroti adanya “kompromi”. Ia mengatakan bahwa pedagang lokal akan menanggung biaya perdagangan yang tinggi. Selain itu, pedagang akan memiliki “lebih sedikit variasi token untuk diperdagangkan”.

Filipina Berencana Menerbitkan CBDC Grosir

Filipina berencana untuk menerbitkan mata uang digital bank sentral (CBDC) dalam dua tahun ke depan. Namun, rencana tersebut adalah untuk meluncurkan CBDC grosir, bukan versi ritel. Menurut Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), bank sentral Filipina, CBDC ritel dapat memperburuk pelarian bank selama masa ketidakpastian keuangan. Di sisi lain, CBDC grosir akan meningkatkan efisiensi pembayaran domestik dan lintas batas.

Penutup: Filipina Mengatur Crypto untuk Melindungi Investor dan Menjaga Stabilitas Pasar

Filipina terus berupaya untuk mengatur industri mata uang crypto dengan menerbitkan pedoman crypto pada akhir tahun ini. Pedoman ini bertujuan untuk melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

Meskipun pemblokiran Binance telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pedagang crypto, namun hal ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak bisnis ke bursa lokal dan menarik lebih banyak pendanaan investasi. Filipina juga berencana untuk menerbitkan CBDC grosir dalam dua tahun ke depan untuk meningkatkan efisiensi pembayaran domestik dan lintas batas.

Baca Juga: Perluas Kemampuan Blockchain Ethereum, Polygon Luncurkan Miden Alpha Testnet

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->