Harga Bitcoin (BTC) Anjlok ke $69.500: Likuidasi Besar-besaran dan Ketidakpastian Ekonomi!

Updated
June 10, 2024
Gambar Harga Bitcoin (BTC) Anjlok ke $69.500: Likuidasi Besar-besaran dan Ketidakpastian Ekonomi!

Jakarta, Pintu News ‚Äď Harga Bitcoin baru-baru ini mengalami penurunan tajam, menyentuh harga $68.507 pada 7 Juni setelah sebelumnya berada di $71.000 pada 6 Juni.

Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang dipicu oleh Laporan Situasi Ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan lebih tinggi dari yang diharapkan pada bulan Mei.

Likuidasi besar-besaran dari posisi pendek juga terjadi, dengan lebih dari satu miliar dolar AS posisi pendek akan dilikuidasi jika Bitcoin kembali ke harga $71.000. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Pengaruh Penurunan Harga Bitcoin

pengaruh penurunan harga bitcoin
Jika Bitcoin kembali ke $71.000, sekitar $1,38 miliar posisi short akan dilikuidasi. Sumber: CoinGlass

Pada 7 Juni, harga Bitcoin turun sebesar 3,33% menjadi $68.507 sebelum sedikit pulih di atas level kunci $69.000. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan penurunan harga Ether sebesar 3,58% dalam 24 jam terakhir, serta penurunan beberapa altcoin seperti Solana (5,61%), Dogecoin (8,70%), dan Pepe (9,99%) menurut data CoinMarketCap.

Penurunan pasar ini menyebabkan likuidasi sebesar $409,51 juta dari posisi panjang dan pendek di seluruh bursa, dengan $56,71 juta di antaranya adalah posisi panjang di Bitcoin. Namun, dua hari sebelum penurunan harga Bitcoin, yaitu pada 5 dan 6 Juni, Bitcoin sempat berfluktuasi antara $70.000 dan $71.662. Banyak trader berharap harga Bitcoin bisa mendekati harga tertinggi sepanjang masa sebesar $73.679.

Baca Juga: Siap-siap! Crypto Bull Run Bakal Bikin Dompet ‚ÄúMelting‚ÄĚ, Analis Lark Davis Ungkap Hal Ini!

Trader Memilih untuk Pendek

Sekarang, banyak trader lebih memilih untuk melakukan posisi pendek terhadap Bitcoin, menunjukkan bahwa mereka mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut. Jika Bitcoin kembali ke harga $71.000, sekitar $1,38 miliar dalam posisi panjang akan dilikuidasi, mengindikasikan bahwa trader berjangka memperkirakan penurunan harga lebih lanjut.

Situasi ini terjadi setelah para investor bertanya-tanya mengapa harga Bitcoin belum melampaui harga tertinggi sepanjang masa bulan Maret, terutama mengingat aliran positif selama 19 hari berturut-turut ke dalam exchange-traded funds (ETF) Bitcoin.

Pada 7 Juni, Cointelegraph melaporkan bahwa analis menunjukkan banyak faktor lain yang mempengaruhi harga Bitcoin dan bahwa ETF belum memiliki cukup kekuatan untuk mempengaruhi pasar secara signifikan.

Baca Juga: 3 Crypto Teratas yang Berpotensi Dibeli di Juni 2024!

Pandangan Analis dan Trader

Charles Edwards, pendiri Capriole Investments, mengatakan kepada Cointelegraph bahwa ‚ÄúAliran ETF luar biasa, tetapi belum cukup kuat untuk melebihi seluruh ekosistem penjualan (saat ini).‚ÄĚ Sementara itu, trader crypto Christopher Inks mengingatkan bahwa ‚Äúpasar terdiri dari spot, futures, ETF, dan opsi.‚ÄĚ

Kombinasi dari berbagai faktor ini menunjukkan bahwa pasar Bitcoin masih dalam kondisi yang sangat dinamis dan tidak dapat diprediksi. Ketidakpastian ekonomi makro, ditambah dengan tekanan dari likuidasi besar-besaran, membuat prospek jangka pendek Bitcoin menjadi sulit diprediksi.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, penurunan harga Bitcoin baru-baru ini dan likuidasi besar-besaran menunjukkan tantangan signifikan yang dihadapi oleh para trader dan investor. Ketidakpastian ekonomi dan dinamika pasar yang kompleks membuat prediksi harga Bitcoin menjadi sulit. Namun, dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pasar, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->