
Pasar kripto memasuki minggu keempat di bulan Februari dengan tensi yang cukup tinggi. Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran sentimen yang signifikan ke arah defensif, dengan aset-aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana berada di titik kritis yang akan menentukan arah tren dalam beberapa minggu ke depan. Berikut ulasan lengkap analisis pasar 23 Februari 2026 di bawah ini.
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan dibuka dengan penurunan sekitar -4,2% pagi ini setelah bergerak relatif datar dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini turut menekan harga Bitcoin serta altcoin utama seperti Ethereum dan Solana dengan tingkat koreksi yang bervariasi.
Koreksi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer, yang berpotensi memperkuat sentimen risk-off di kalangan investor. Meski demikian, data on-chain masih menunjukkan adanya tarik ulur antara tekanan jual dan beli pada Bitcoin.

Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase krusial. Setelah bergerak sideways di area konsolidasi antara $65.118 hingga $71.751, harga mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Ethereum menunjukkan pola yang serupa dengan Bitcoin, namun dengan rentang harga yang lebih lebar. Saat ini, ETH tertahan di area konsolidasi $1.747 hingga $2.152.

Di antara aset top-tier lainnya, Solana membentuk area konsolidasi yang relatif lebih kecil, yang menandakan ledakan harga (baik naik maupun turun) bisa terjadi dalam waktu dekat.

Indikator psikologi pasar saat ini menunjukkan kondisi yang sangat tertekan. Berdasarkan data CMC Crypto Fear and Greed Index, pasar berada pada level 14, yang dikategorikan sebagai Extreme Fear (Ketakutan Ekstrem).
Kondisi ini mencerminkan kecemasan yang mendalam di kalangan investor jika dibandingkan dengan bulan lalu yang masih berada di level 34 (Fear). Penurunan ini dipicu oleh fluktuasi harga yang tajam, di mana indeks sempat menyentuh level terendahnya di angka 5 pada awal Februari.

Melihat data on-chain, pergerakan Bitcoin di bursa (Exchange Netflow) menunjukkan dinamika yang volatil. Pada tanggal 23 Februari, harga Bitcoin terkoreksi ke level $64.600, yang disertai dengan aktivitas arus keluar-masuk bursa yang tidak menentu. Hal ini menandakan adanya tarik-ulur antara tekanan jual dari pemegang aset jangka pendek dan upaya akumulasi di harga bawah oleh investor institusional.

Arus kas masuk dari institusi yang sebelumnya menjadi motor penggerak harga kini menunjukkan pelemahan. Pasar Bitcoin Spot ETF di Amerika Serikat menghadapi periode tersulitnya sejak tahun lalu.
Minggu ini adalah periode “tunggu dan lihat” (wait and see). Kondisi Extreme Fear secara historis sering kali menjadi sinyal titik jenuh jual, namun secara teknikal, konfirmasi pergerakan harga Bitcoin di bawah level $65.118 adalah risiko nyata yang tidak boleh diabaikan.
Investor disarankan untuk memantau penutupan harga harian pada area-area konsolidasi yang telah disebutkan agar dapat menjadi referensi strategi masuk atau keluar pasar yang lebih aman.
Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.
Bagikan