Contoh Diskriminasi Harga, Tujuan dan Syaratnya

Updated
June 30, 2023
• Waktu baca 5 Menit
Gambar Contoh Diskriminasi Harga, Tujuan dan Syaratnya
Reading Time: 5 minutes

Halo, Sobat Pintu!

Pernah dengar istilah diskriminasi harga? Jangan buru-buru negatif dulu, ya. Diskriminasi harga ini bukan tentang diskriminasi yang biasa kita dengar sehari-hari. Ini tentang strategi penentuan harga yang bisa bikin kamu jadi lebih pintar dalam bertransaksi. Artikel kali ini akan membahas lengkap tentang pengertian diskriminasi harga, syarat dan cara penetapannya.

Pengertian Diskriminasi Harga

Diskriminasi harga adalah strategi penjualan yang menetapkan harga berbeda untuk produk atau layanan yang sama berdasarkan apa yang penjual pikir bisa disepakati oleh pembeli.

Dalam diskriminasi harga murni, penjual menetapkan harga maksimum yang akan dibayar oleh setiap pelanggan.

Dalam bentuk diskriminasi harga yang lebih umum, penjual mengelompokkan pelanggan berdasarkan atribut tertentu dan menetapkan harga yang berbeda untuk setiap kelompok.

ilustrasi diskriminasi harga

Kebijakan diskriminasi harga adalah kebijakan yang memungkinkan perusahaan untuk menetapkan harga yang berbeda untuk konsumen yang berbeda. Kebijakan ini biasanya diterapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti elastisitas permintaan, biaya produksi, dan kondisi pasar.

Baca juga: Apa itu Pemimpin Pasar dan Contohnya?

Mengapa Suatu Negara Menerapkan Kebijakan Diskriminasi Harga?

Nah, kamu mungkin bertanya, “Kenapa sih suatu negara menerapkan kebijakan diskriminasi harga?” Jawabannya sederhana, sobat Pintu. Diskriminasi harga sangat berharga ketika keuntungan yang diperoleh sebagai hasil dari memisahkan pasar lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh dari menggabungkan pasar. Jadi, ini semua tentang mencari keuntungan maksimal.

Tujuan Diskriminasi Harga

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tujuan utama dari diskriminasi harga adalah untuk meningkatkan keuntungan. Dengan menetapkan harga yang berbeda untuk kelompok konsumen yang berbeda, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari setiap segmen pasar.

Syarat-syarat Diskriminasi Harga

Untuk bisa melakukan diskriminasi harga, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan, antara lain:

Kekuatan Pasar

Perusahaan harus memiliki kekuatan pasar yang cukup untuk bisa menetapkan harga sendiri. Ini biasanya terjadi jika perusahaan beroperasi dalam pasar yang tidak sempurna atau memiliki kekuatan monopoli.

Identifikasi Perbedaan Permintaan

Perusahaan harus bisa mengidentifikasi perbedaan permintaan antara segmen konsumen yang berbeda. Misalnya, konsumen dengan pendapatan tinggi mungkin bersedia membayar lebih untuk produk atau layanan tertentu dibandingkan dengan konsumen dengan pendapatan rendah.

Pencegahan Penjualan Kembali

Perusahaan harus bisa mencegah konsumen yang membeli produk atau layanan dengan harga rendah untuk menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Ini bisa dilakukan dengan cara membuat produk atau layanan menjadi tidak dapat dipindahkan atau dengan cara lain.

Cara Penetapan Diskriminasi Harga

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk menetapkan diskriminasi harga:

Pemahaman Pelanggan

Untuk bisa melakukan diskriminasi harga, perusahaan harus memiliki pemahaman yang baik tentang pelanggannya. Ini termasuk memahami berapa banyak yang mereka bersedia bayar untuk produk atau layanan, apa preferensi mereka, dan bagaimana mereka merespons perubahan harga.

Segmentasi Pasar

Perusahaan harus bisa membagi pasar menjadi segmen-segmen berdasarkan karakteristik konsumen. Misalnya, perusahaan bisa membagi pasar berdasarkan usia, pendapatan, atau lokasi geografis.

Penetapan Harga Berdasarkan Segmen

Setelah pasar dibagi menjadi segmen, perusahaan bisa menetapkan harga yang berbeda untuk setiap segmen. Misalnya, perusahaan bisa menetapkan harga yang lebih tinggi untuk segmen dengan pendapatan lebih tinggi dan harga yang lebih rendah untuk segmen dengan pendapatan lebih rendah.

Pencegahan Penjualan Kembali

Untuk memastikan bahwa diskriminasi harga bisa berjalan dengan baik, perusahaan harus mencegah konsumen dari segmen dengan harga rendah untuk menjual produk atau layanan kembali ke segmen dengan harga tinggi. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti membuat produk atau layanan menjadi tidak dapat dipindahkan atau dengan cara lain.

Penyesuaian Harga

Perusahaan harus siap untuk menyesuaikan harga jika ada perubahan dalam permintaan atau kondisi pasar. Misalnya, jika permintaan untuk produk atau layanan meningkat, perusahaan mungkin perlu menaikkan harga untuk segmen tertentu.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Money Flow Index? Ini Rumusnya!

Contoh Diskriminasi Harga di Indonesia

Nah, bagaimana contoh diskriminasi harga di Indonesia? Salah satu contoh yang paling umum adalah harga tiket bioskop. Biasanya, harga tiket untuk penonton dewasa, anak-anak, dan lansia berbeda, meski mereka menonton film yang sama. Ini adalah contoh dari diskriminasi harga derajat ketiga.

Jenis-jenis Diskriminasi Harga

Ada beberapa jenis diskriminasi harga yang bisa dilakukan oleh perusahaan, antara lain:

Diskriminasi Harga Tingkat 1

kurva diskriminasi harga derajat pertama

(Sumber: Polyconomics)

Diskriminasi harga tingkat 1 adalah diskriminasi yang terjadi ketika perusahaan menetapkan harga maksimum yang akan dibayar oleh setiap pelanggan. Ini juga dikenal sebagai diskriminasi harga sempurna karena perusahaan bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari setiap penjualan.

Diskriminasi Harga Tingkat 2

kurva diskriminasi harga derajat kedua

(Sumber: Polyconomics)

Diskriminasi harga tingkat dua adalah salah satu jenis diskriminasi yang terjadi ketika perusahaan menetapkan harga yang berbeda berdasarkan jumlah produk yang dikonsumsi oleh konsumen. Misalnya, perusahaan bisa menawarkan diskon untuk pembelian dalam jumlah besar. Contoh lainnya adalah penawaran “beli dua dapat tiga” atau program loyalitas yang memberikan diskon kepada pelanggan yang sering berbelanja.

Diskriminasi Harga Derajat Ketiga

kurva diskriminasi harga derajat ketiga

(Sumber: Polyconomics)

Diskriminasi harga derajat ketiga terjadi ketika perusahaan menetapkan harga yang berbeda untuk kelompok konsumen yang berbeda. Misalnya, perusahaan bisa menetapkan harga yang lebih rendah untuk pelajar atau lansia. Ini adalah jenis diskriminasi harga yang paling umum dan bisa dilihat di berbagai industri, seperti bioskop, restoran, dan lainnya.

Perbedaan Diskriminasi Harga dan Dumping

Sering dihubungkan satu sama lain, terdapat perbedaan antara diskriminasi harga dan dumping. Dumping adalah praktek menjual produk di pasar luar negeri dengan harga yang lebih rendah daripada harga di pasar domestik atau harga produksi. Sementara itu, diskriminasi harga adalah praktek menetapkan harga yang berbeda untuk konsumen yang berbeda. Jadi, perbedaannya terletak pada siapa yang dikenakan harga yang berbeda.

Nah, setelah kita bahas tentang diskriminasi harga, apa hubungannya dengan trading aset crypto? Dalam dunia trading crypto, pengetahuan tentang diskriminasi harga bisa sangat berguna. Dengan memahami bagaimana perusahaan menetapkan harga, kamu bisa membuat strategi trading yang lebih baik dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Selain itu, trading aset crypto memiliki beberapa kelebihan dibandingkan trading aset lain. Salah satunya adalah likuiditas yang tinggi. Dengan likuiditas yang tinggi, kamu bisa membeli atau menjual aset crypto kapan saja kamu mau. Jadi, jika kamu melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan, kamu bisa langsung mengambilnya.

Jadi, Sobat Pintu, sudah siap untuk menjadi trader yang lebih pintar dengan pengetahuan baru tentang diskriminasi harga ini?

Temukan informasi lainnya seputar berita crypto di Pintu News dan belajar crypto secara gratis di Pintu Academy. Download Pintu sekarang!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->