Cyclical Stock: Pengertian, Karakteristik, Jenis, dan Contohnya

Updated
December 16, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Cyclical Stock: Pengertian, Karakteristik, Jenis, dan Contohnya
Reading Time: 4 minutes

Apakah kamu sedang mencari peluang investasi yang menjanjikan di pasar saham? Cyclical stock bisa jadi pilihanmu! Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa memanfaatkan fluktuasi ekonomi untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Mari kita selami lebih dalam apa itu cyclical stock, karakteristiknya, jenis perusahaan yang termasuk, dan bagaimana kamu bisa menghasilkan pendapatan dari investasi ini. Siapkan dirimu untuk menavigasi gelombang pasar saham dengan artikel informatif ini!

Pengertian Cyclical Stock

Cyclical stock adalah jenis saham yang sangat terpengaruh oleh kondisi ekonomi umum. Ketika ekonomi mengalami pertumbuhan atau booming, saham-saham ini cenderung mengalami kenaikan harga, sebaliknya saat ekonomi mengalami resesi, harganya bisa turun secara drastis.

Hal ini terjadi karena produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan ini sering kali menjadi barang yang pertama kali dikurangi oleh konsumen saat kondisi keuangan mereka mengetat, seperti barang mewah atau perjalanan.

Karakteristik Cyclical Stock

cyclical stock karakteristik
Sumber: Wall Street Prep
  • Ketergantungan pada Siklus Ekonomi: Saham ini sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, dengan performa yang berkorelasi erat dengan siklus ekonomi.
  • Volatilitas Tinggi: Cyclical stock cenderung mengalami perubahan harga yang cepat dan signifikan, mencerminkan respon pasar terhadap berbagai faktor ekonomi.
  • Performa Berfluktuasi: Saham ini menawarkan peluang untuk keuntungan tinggi saat ekonomi booming, tetapi juga risiko kerugian besar saat ekonomi melemah.
  • Peluang Investasi Dinamis: Investor yang cerdas dapat memanfaatkan fluktuasi ini untuk membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi, namun memerlukan pemahaman mendalam tentang pasar.

Cyclical stock memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari jenis saham lainnya. Ketergantungan pada siklus ekonomi membuat saham ini sangat sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi. Volatilitas yang tinggi merupakan ciri khas lainnya, di mana harga saham bisa berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Performa yang berfluktuasi ini menciptakan peluang bagi investor untuk membeli rendah dan menjual tinggi, namun juga menimbulkan risiko yang lebih besar.

Baca Juga: Strategi Trading Gap: Panduan Lengkap untuk Memanfaatkan Peluang di Pasar Saham

Jenis Perusahaan Cyclical

jenis cylical stock
Sumber: Dailyfx

Siklus karena harga komoditas perdagangan

Perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam kategori ini sangat terpengaruh oleh fluktuasi harga komoditas global seperti minyak, gas, dan logam. Kinerja keuangan mereka sering kali berubah-ubah, mengikuti naik turunnya harga komoditas di pasar dunia. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan ini harus menerapkan strategi manajemen risiko yang kuat untuk mengatasi volatilitas harga komoditas. Bagi investor, memahami dinamika pasar komoditas menjadi kunci untuk membuat keputusan investasi yang tepat pada saham-saham ini.

Kinerja mengikuti siklus ekonomi

Perusahaan-perusahaan seperti produsen mobil dan perusahaan konstruksi, yang kinerjanya sangat terkait dengan kondisi ekonomi umum, juga termasuk dalam kategori cyclical stock. Saat ekonomi berkembang, permintaan terhadap produk dan layanan mereka cenderung meningkat, namun saat terjadi resesi, perusahaan-perusahaan ini bisa mengalami penurunan pendapatan dan profitabilitas yang signifikan. Investor di sektor ini harus memahami siklus ekonomi untuk mengidentifikasi waktu terbaik untuk investasi atau divestasi, mengingat risiko yang terkait dengan fluktuasi ekonomi tersebut.

Contoh Dari Cyclical Stock

Saham maskapai penerbangan

Saham maskapai penerbangan adalah contoh klasik dari cyclical stock. Kinerja saham ini sangat bergantung pada kondisi ekonomi global. Ketika ekonomi kuat, orang lebih sering bepergian, baik untuk bisnis maupun rekreasi, yang meningkatkan pendapatan maskapai. Namun, dalam situasi ekonomi yang menantang, seperti resesi atau krisis global, sektor penerbangan sering kali menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan penurunan tajam dalam permintaan perjalanan yang berujung pada penurunan harga saham.

Saham perhotelan

Perusahaan perhotelan, termasuk hotel dan resor, juga merupakan contoh dari cyclical stock. Industri ini cenderung berkembang ketika ekonomi sedang berkembang, dengan peningkatan pemesanan dan tingkat hunian yang tinggi karena orang lebih mampu untuk berlibur. Namun, selama periode ekonomi yang sulit, industri perhotelan sering kali mengalami penurunan pendapatan karena pengurangan perjalanan dan pariwisata, yang berdampak langsung pada performa saham mereka.

Saham pabrikan otomotif

Produsen otomotif juga termasuk dalam kategori cyclical stock. Penjualan mobil dan kendaraan lainnya cenderung meningkat saat ekonomi kuat dan konsumen merasa percaya diri tentang keuangan mereka. Mereka lebih cenderung melakukan pembelian besar seperti kendaraan baru. Namun, di masa resesi atau ketidakpastian ekonomi, konsumen cenderung menunda pembelian kendaraan baru, yang berdampak negatif pada pendapatan dan saham perusahaan otomotif.

Baca Juga: Memahami Velocity of Money: Definisi, Rumus, dan Cara Kerjanya

Perusahan Termasuk dalam Cyclical Stock

Perusahaan yang termasuk dalam cyclical stock sering kali beroperasi di sektor-sektor seperti otomotif, perjalanan, konstruksi, dan ritel mewah. Mereka ini adalah perusahaan yang produk atau layanannya dianggap tidak esensial dan oleh karena itu, permintaannya dapat berfluktuasi secara signifikan tergantung pada kondisi ekonomi. Perusahaan-perusahaan ini menawarkan peluang investasi yang menarik namun juga menantang, karena investor perlu memahami dengan baik dinamika ekonomi dan industri terkait.

Investasi di cyclical stock memang menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, namun juga datang dengan risiko yang tidak boleh diabaikan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik dan dinamika pasar, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Ingatlah untuk selalu melakukan diversifikasi portofolio dan memantau kondisi ekonomi secara keseluruhan untuk mengoptimalkan strategi investasimu.

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->