Apa Itu Pendapatan Perkapita?

Updated
December 7, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa Itu Pendapatan Perkapita?
Reading Time: 4 minutes

Dalam ilmu ekonomi, kamu tentu akan menemukan istilah pendapatan perkapita. Istilah ini sering digunakan dalam bidang ekonomi atau bisnis yang diukur oleh individu dalam suatu populasi. Pendapatan Perkapita adalah rasio untuk membandingkan dan membuat konsep pengukuran per individunya.

Melalui pendekatan ini, banyak keputusan keuangan, bisnis, politik, dan keputusan lain dibuat. Hal ini dikarenakan pendapatan perkapita adalah rasio yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi pada suatu wilayah. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang pendapatan perkapita, berikut ini pembahasan selengkapnya.

Pengertian Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita adalah bahasa yang berasal dari latin “per capita” yang berarti by head. Istilah pendapatan perkapita biasanya digunakan untuk menentukan rata-rata per orang dalam pengukuran tertentu.

Dalam ilmu ekonomi, statistik dan bisnis, pendapatan perkapita adalah cara yang digunakan untuk pelaporan rata-rata per individu. Pelaporan rata-rata individu ini mencakup perhitungan dan penyajian terkait standar hidup dan kualitas hidup untuk wilayah yang diteliti.

Lebih jelasnya, pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata yang dihasilkan oleh per orang di wilayah tertentu baik itu kota, wilayah maupun negara dalam jangka waktu tertentu. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui gambaran mengenai bagaimana suatu negara mempengaruhi orang-orang yang tinggal di sana.

Rumus Mencari Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita adalah pendapatan yang diperoleh setiap orang dalam suatu populasi di wilayah/negara tertentu. Maka dari itu, untuk mencari pendapatan perkapita dapat dirumuskan sebagai berikut:

Pendapatan perkapita = jumlah pendapatan penduduk / jumlah penduduk

Contoh:

Total pendapatan suatu wilayah kecil dengan populasi penduduk 50.000 jiwa sebesar Rp250 juta. Maka pendapatan perkapita wilayah tersebut adalah Rp500 juta/50.000 yaitu Rp10.000.

Ketika menghitung pendapatan perkapita suatu negara, maka kamu cukup membagi pendapatan total negara tersebut dengan jumlah penduduknya. Hal ini akan membantu kamu dalam mendapatkan gambaran terkait kualitas hidup orang yang tinggal di negara tersebut dan bagaimana kemakmuran bangsa tersebut.

Cara Menggunakan Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita ini biasanya digunakan untuk dua hal yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) dan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) Perkapita. Keduanya memiliki karakter dan fungsi yang berbeda. Adapun perbedaan kedua cara penggunaan pendapatan perkapita adalah sebagai berikut:

Produk Domestik Bruto (PDB) Perkapita

Produk Domestik Bruto atau dikenal pula Gross Domestic Product (GDP) Perkapita Adalah ukuran yang dipakai untuk menentukan output ekonomi suatu negara dengan jumlah penduduk yang tinggal di dalamnya. PDB ini akan dihitung dengan membagi total output domestik negara dan total populasi. Sehingga rumus PDB perkapita adalah:

PDB Perkapita = PDB / Penduduk

Pendapatan Nasional Bruto (PNB) Perkapita

Selain itu, kamu juga bisa menemukan PNB perkapita suatu wilayah/negara dengan rumus yang sama untuk mendapatkan PDB Perkapita. Untuk menentukan Pendapatan Nasional Bruto atau dikenal juga dengan Gross National Income (GNI) perkapita dapat menggunakan informasi yang sama di mana digunakan untuk menghitung PDB, selain pendapatan penduduk dari investasi asing.

Baca juga: Apa itu Unearned Revenue di Laporan Keuangan?

Manfaat Pendapatan Perkapita

Apa Itu Pendapatan Perkapita

Ada banyak keputusan yang dapat dibuat dengan pendapatan perkapita sebagai nilai acuannya. Oleh karena itu penting bagi setiap pemegang kepentingan seperti pengusaha, pemerintah, hingga akademisi untuk mengetahui pendapatan perkapita dari suatu wilayah. Secara lebih terperinci, manfaat pendapatan perkapita adalah sebagai berikut:

Untuk Memanajemen Kekayaan Suatu Negara

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tujuan utama dari pendapatan perkapita adalah untuk menyajikan pendapatan rata-rata suatu negara. Hal ini menjadi alat yang hebat pula untuk mengelola kekayaan antar negara.

Dengan memakai rasio secara eksplisit, peningkatan pendapatan perkapita dapat memungkinkan pemerintah negara untuk mewujudkan kemakmuran dan inisiatif ekonomi yang berhasil sepanjang tahunnya.

Selain itu, saat pendapatan perkapita ini menurun maka akan memungkinkan pemerintah untuk segera mempersiapkan dan menganalisis apa yang sedang terjadi serta merencanakan langkah-langkah untuk membalikkan tren.

Penyaluran Bantuan Nasional

Penyajian pendapatan rata-rata suatu negara dari pendapatan perkapita akan membantu kamu dalam menilai negara mana yang memerlukan bantuan. Khususnya di PBB, telah menyediakan informasi seperti itu yang digunakan untuk menilai kekayaan suatu negara.

Sehingga akan terlihat negara mana yang membutuhkan bantuan dan bantuan apa yang perlu diberikan. Apabila suatu negara sedang mengalami keterpurukan ekonomi, maka program dan kegiatan tersebut bisa dilaksanakan untuk membantu negara tersebut untuk keluar dari masa keterpurukannya.

Untuk Mengejar Peluang Pembangunan

Jika suatu negara memiliki pendapatan perkapita yang tinggi, secara tidak langsung organisasi besar akan mengejar peluang pembangunan di negara tersebut. Misalnya, pendapatan perkapita di Provinsi Jawa Timur lebih tinggi daripada Jambi.

Dari sini, kamu akan melihat bahwa industrialisasi dan pembangunan di Jawa Timur lebih banyak dibandingkan Jambi.

Untuk Mendapatkan Gambaran Kondisi Suatu Negara

Pendapatan perkapita juga bermanfaat untuk mendapatkan gambaran terkait kondisi suatu negara. Hal ini mencakup bagaimana negara tersebut mempengaruhi orang-orang yang tinggal di sana.

Selain itu, rasio perkapita juga sering digunakan untuk membandingkan indikator ekonomi berbagai negara dengan ukuran populasi yang berbeda.

Baca juga: Apa Itu Day Trader?

Kekurangan Pendapatan Perkapita

Di balik manfaatnya, pendapatan perkapita ini juga memiliki kekurangan yang perlu kamu ketahui. Adapun kekurangan pendapatan perkapita adalah sebagai berikut:

Tidak Memperhitungkan Inflasi

Saat membandingkan pendapatan perkapita dari waktu ke waktu, pengukuran ini tidak mempertimbangkan segala penyesuaian yang dibutuhkan untuk menghitung inflasi. Sehingga jika tidak menghitung inflasi, maka angka itu akan cenderung melebih-lebihkan dampak yang tepat dari pertumbuhan ekonomi untuk suatu wilayah atau negara.

Tidak Mencerminkan Distribusi Pendapatan yang Akurat

Mengingat bahwa pendapatan perkapita adalah nilai rata-rata, maka angka yang dihasilkan tidak dapat mencerminkan distribusi pendapatan yang akurat. Dalam kebanyakan kasus, distribusi pendapatan ini sangat miring.

Hal ini dikarenakan adanya perbedaan lebar antara rumah tangga yang berpenghasilan di bawah rata-rata dengan rumah tangga yang berpenghasilan di atas rata-rata (kaya secara ekonomi).

Tidak Memperhitungkan Nilai Tukar

Kekurangan selanjutnya adalah dalam pengukuran pendapatan perkapita tidak memperhitungkan nilai tukar. Hal ini bisa melemahkan kualitas standar hidup. Dengan arti lain, pendapatan perkapita perlu menyesuaikan terlebih dahulu dengan perbedaan paritas daya beli antar negara.

Ayo bergabung dengan komunitas trading kripto dengan menginstall aplikasi Pintu di smartphone mu. Kamu bisa mulai trading dan mendapatkan banyak pengetahuan kripto melalui Pintu Academy. Hanya dengan Rp11.000 saja kamu sudah bisa merasakan banyak fitur baru diantaranya adalah Pintu Earn dan PTU Staking. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan pasif income melalui investasi yang kamu tanamkan. Dengan aplikasi Pintu kamu bisa memperdagangkan lebih dari 60 jenis aset kripto unggulan seperti Bitcoin, Ethereum, Theter, dan masih banyak lainnya.

Referensi:

Corporate Finance Institute, Per Capita Income, diakses tanggal 3 Juli 2022

Clear Tax, Per Capita Income, diakses tanggal 3 Juli

Investopedia, Income Per Capita, diakses tanggal 3 Juli

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->