
Jakarta, 20 Mei 2026 – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan Binus Business & Crypto Club (BBCC) menyelenggarakan diskusi panel bertajuk “Crypto as an Asset Class: Building the Right Investment Mindset” pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Binus University Kampus Anggrek, Jakarta. Acara ini mendapat dukungan berbagai pembicara yang turut hadir di antaranya, Direktur CFX Lukas Lauw, Chairman Indonesia Blockchain Week Adhitya Raflein, Founder Futurecoin Eko Mamahit, Associate Professor Binus University Bambang Leo Handoko, serta Blockchain & Crypto Trader Specialist PINTU Ilham Trierasyidi.
Dalam sesi diskusi panel, Direktur CFX Lukas Lauw menyoroti pesatnya perkembangan industri crypto dalam negeri dan tantangannya, “Tingkat adopsi Indonesia di posisi 7 dari 190-an negara di dunia. Hal tersebut dilihat dari jumlah penduduk dan jumlah investornya, termasuk yang sangat baik dari tingkat adopsi. Dari sisi regulasi termasuk sangat maju, yang dimulai dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan mengatur sebagai komoditi hingga sekarang di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai aset keuangan digital. Namun di sisi lain yakni tingkat literasi dan inklusi masih terdapat tantangan, di mana tingkat literasi lebih rendah dibanding adopsinya. Inilah yang kami lakukan di sini sebagai upaya untuk mendorong literasi mengenai aset crypto,”
Chairman Indonesia Blockchain Week Adhitya Raflein menekankan pentingnya untuk tidak fear of missing out (FOMO), “Masyarakat Indonesia pada umumnya itu gampang ter-influence. Kita bisa lihat begitu banyak munculnya influencer, bukan hanya di dunia cryptodi berbagai industri ada. Jadi sangat penting bagaimana kita harus mendorong literasi itu semakin baik. Karena kalau literasi itu baik diharapkan kita akan condong lebih berhati-hati,”
Associate Professor Binus University Bambang Leo Handoko menambahkan terkait perilaku FOMO dari sisi akademik, “Dalam behavioral finance ada istilah herding behavior, yaitu ketika seseorang membeli aset karena ikut-ikutan saja atau yang biasa dikenal sebagai FOMO. Hal ini terjadi karena pengaruh influencer, padahal terkadang investor tersebut belum memahami fundamental dari koin atau token yang mereka beli,”
Literasi keuangan secara umum di Indonesia masih perlu terus didorong. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, OJK mencatat indeks literasi keuangan Indonesia berada di angka 66,46%, sementara indeks literasi pasar modal masih berada di angka 17,78%.
“Kami percaya literasi menjadi fondasi yang kuat dalam membangun industri crypto yang dapat berkembang positif. Karena itu, kami berkomitmen untuk menghadirkan edukasi yang relevan agar masyarakat dapat berinvestasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab,” tutup Blockchain & Crypto Trader Specialist PINTU Ilham Trierasyidi.
***
Tentang PINTU
PT Pintu Kemana Saja dengan brand PINTU, aplikasi crypto all-in-one adalah Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta tergabung sebagai anggota dari Bursa crypto CFX. Aplikasi PINTU hadir sejak 1 April 2020 untuk memberikan kemudahan dalam mengakses aset crypto serta menjembatani inklusi dunia crypto di Indonesia. PINTU berfokus pada tampilan aplikasi yang intuitif, mudah digunakan, konten edukasi in-app, dan beragam fitur pilihan seperti, Pintu Earn, Pintu Staking, Auto DCA, dan Pintu Pro, Pintu Pro Web, Pintu Futures, & Pintu Pro Web Futures bagi investor crypto baru dan trader pro.
Informasi lebih lanjut mengenai PINTU, kunjungi www.pintu.co.id
Kontak Media:
Yoga Samudera
Public Relations Pintu
Selular: 0857 1152 0089
Email: [email protected]