Wesel Bayar: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Updated
February 5, 2024
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Wesel Bayar: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya
Reading Time: 4 minutes

Wesel bayar merupakan instrumen keuangan yang sering digunakan dalam transaksi bisnis.

Dalam artikel ini, kamu akan memperoleh pemahaman mendalam tentang wesel bayar, mulai dari pengertiannya, tujuan dan fungsinya, jenis-jenisnya, perbedaannya dengan wesel tagih, hingga contoh dan cara mencatatnya.

Pengertian Wesel Bayar

Wesel bayar adalah surat berharga yang menyatakan janji tertulis dari pihak peminjam untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu kepada pihak pemberi pinjaman.

Instrumen ini sering digunakan dalam transaksi bisnis untuk memfasilitasi peminjaman jangka pendek atau jangka panjang.

Baca juga: Pengertian Historical Cost dan Fair Value, Point Penting, Prinsip, dan Cara Menyesuaikannya!

Tujuan dan Fungsi Wesel Bayar

Tujuan utama dari wesel bayar adalah untuk memberikan keamanan dan kejelasan dalam transaksi pinjam-meminjam.

Wesel bayar berfungsi sebagai bukti utang yang sah dan dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan jika terjadi sengketa.

Selain itu, wesel bayar juga memudahkan perusahaan dalam mengelola arus kas dan memenuhi kebutuhan pendanaan.

Jenis-Jenis Wesel Bayar

wesel bayar
Generated by AI

Dalam dunia keuangan, wesel bayar tidak terbatas pada satu bentuk saja. Berbagai jenis wesel bayar telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari transaksi bisnis yang beragam. Berikut ini adalah beberapa jenis wesel bayar yang umum digunakan:

Wesel Bayar Jangka Pendek dan Jangka Panjang:

  • Wesel bayar jangka pendek biasanya memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun dan sering digunakan untuk kebutuhan modal kerja atau kebutuhan pendanaan jangka pendek lainnya.
  • Wesel bayar jangka panjang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun dan biasanya digunakan untuk pembiayaan proyek atau pembelian aset jangka panjang.

Wesel Bayar dengan Bunga dan Tanpa Bunga:

  • Wesel bayar dengan bunga mencakup ketentuan untuk pembayaran bunga kepada pemegang wesel pada interval waktu tertentu atau saat jatuh tempo.
  • Wesel bayar tanpa bunga tidak mencakup pembayaran bunga, namun biasanya diterbitkan dengan harga diskon, di mana nilai nominalnya lebih tinggi daripada harga pembelian.

Baca juga: Pengertian Harga Pokok Produksi, Unsur-unsur, dan Cara Menghitungnya!

Wesel Bayar Dengan Jaminan dan Tanpa Jaminan:

  • Wesel bayar dengan jaminan dijamin dengan aset tertentu dari peminjam, memberikan keamanan tambahan kepada pemberi pinjaman.
  • Wesel bayar tanpa jaminan tidak memiliki aset yang dijaminkan, sehingga risiko bagi pemberi pinjaman lebih tinggi.

Wesel Bayar yang Dapat Diperdagangkan dan Tidak Dapat Diperdagangkan:

  • Wesel bayar yang dapat diperdagangkan dapat dijual atau ditransfer oleh pemegang wesel kepada pihak lain sebelum jatuh tempo.
  • Wesel bayar yang tidak dapat diperdagangkan hanya dapat ditukarkan antara pihak peminjam dan pemberi pinjaman, tanpa kemungkinan transfer kepemilikan kepada pihak ketiga.

Wesel Bayar Berjangka dan Wesel Bayar Permintaan:

  • Wesel bayar berjangka memiliki tanggal jatuh tempo yang spesifik, di mana pembayaran harus dilakukan.
  • Wesel bayar permintaan tidak memiliki tanggal jatuh tempo yang tetap, dan pembayaran dapat diminta oleh pemegang wesel kapan saja.

Perbedaan Wesel Bayar dan Wesel Tagih

Wesel bayar dan wesel tagih sering kali dikonfusikan, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Wesel bayar merupakan janji dari peminjam untuk membayar utang, sedangkan wesel tagih adalah permintaan pembayaran dari pemberi pinjaman kepada peminjam.

Perbedaan utama terletak pada inisiatif pembuatan dokumen dan arah aliran pembayaran.

Contoh Wesel Bayar dan Cara Mencatatnya

Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang aplikasi wesel bayar dalam praktik bisnis sehari-hari, mari kita lihat contoh konkret dan bagaimana transaksi ini dicatat dalam akuntansi.

Baca juga: Jurnal Umum di Sektor Perdagangan: Teknik, Penyusunan, dan Studi Kasus

Contoh Wesel Bayar:

Misalkan PT XYZ meminjam Rp100.000.000 dari Bank ABC dengan wesel bayar yang harus dibayar dalam waktu satu tahun dengan bunga tahunan 10%. Dalam kasus ini, PT XYZ adalah pihak peminjam yang mengeluarkan wesel bayar, dan Bank ABC adalah penerima wesel bayar.

Cara Mencatatnya:

  1. Pencatatan Penerimaan Pinjaman:
    • Saat PT XYZ menerima dana pinjaman, perusahaan akan mencatat penerimaan kas dan kewajiban wesel bayar.
    • Dalam buku besar, entri akan terlihat seperti ini:
      • Debit: Kas Rp100.000.000
      • Kredit: Wesel Bayar Rp100.000.000
  2. Pencatatan Bunga:
    • Bunga yang terakru selama periode akuntansi (misalnya, tahunan) perlu dicatat sebagai beban bunga dan peningkatan kewajiban wesel bayar.
    • Jika kita mengasumsikan bunga diakru di akhir tahun pertama, entri jurnal akan:
      • Debit: Beban Bunga Rp10.000.000 (Rp100.000.000 x 10%)
      • Kredit: Wesel Bayar (bagian bunga) Rp10.000.000
  3. Pembayaran Wesel Bayar:
    • Saat wesel bayar jatuh tempo dan PT XYZ membayar utang beserta bunganya kepada Bank ABC, perusahaan akan mencatat pengurangan kas dan penghapusan kewajiban wesel bayar.
    • Entri jurnal untuk pembayaran total akan:
      • Debit: Wesel Bayar Rp110.000.000 (termasuk bunga)
      • Kredit: Kas Rp110.000.000

Dalam praktiknya, pencatatan akuntansi untuk wesel bayar mungkin lebih kompleks, tergantung pada ketentuan spesifik wesel bayar, seperti pembayaran bunga periodik, diskon, atau struktur pembayaran yang tidak standar. Penting bagi akuntan untuk memahami ketentuan wesel bayar secara detail agar pencatatan akuntansi dapat mencerminkan realitas transaksi dengan akurat.

Secara keseluruhan, memahami wesel bayar sangat penting bagi kamu yang berkecimpung dalam dunia bisnis dan keuangan. Dengan pemahaman yang baik, kamu dapat menggunakan wesel bayar sebagai alat untuk mengelola keuangan dan meminimalkan risiko dalam transaksi bisnis.

Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi kamu dalam memahami dan menggunakan wesel bayar dalam praktik bisnis sehari-hari.

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->