
Jakarta, Pintu News – Perdebatan besar kini muncul di pasar crypto setelah beberapa analis menyatakan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin yang selama ini dipakai sebagai indikator utama dalam menaikkan dan menurunkan harga kini mulai kehilangan relevansinya.
Siklus ini dulunya dipicu oleh mekanisme Bitcoin halving, tetapi perubahan struktur pasar dan dominasi modal institusional membuat dinamika pergerakan harga BTC berubah signifikan. Pernyataan dan diskusi ini tercatat dalam laporan terbaru mengenai realitas makro pasar Bitcoin dan aset digital lainnya.
Selama lebih dari satu dekade, banyak trader dan investor melihat siklus empat tahunan Bitcoin sebagai panduan — reli harga mengikuti setiap halving dan kemudian berakhir dengan koreksi besar. Namun, laporan berita terbaru mencatat bahwa puncak harga Bitcoin pada tahun 2025 telah runtuh dari sekitar US$126.000 dan memicu pertanyaan apakah siklus itu sendiri masih berlaku.
Fenomena ini disebut sebagai kematian siklus empat tahun karena pola boom-bust yang dulu konsisten kini tidak lagi terlihat dengan jelas. Penurunan harga dan perubahan struktur pasar membuat prediksi siklus menjadi kurang dapat diandalkan.
Baca Juga: Ethereum (ETH) Terus Melaju, Apakah Tahun 2026 Waktu yang Tepat untuk Membeli?

Beberapa analis menyatakan bahwa kekuatan di balik penurunan relevansi siklus empat tahun adalah pertumbuhan modal institusional di pasar. Uang besar dari ETF spot Bitcoin dan dana pensiun kini menjadi kekuatan utama yang mengalir ke aset digital, sehingga pola yang dulu banyak didorong oleh retail kini berubah.
Hal ini juga mengubah cara harga BTC bergerak secara struktural: bukan lagi hanya respons terhadap halving, tetapi juga respons terhadap aliran modal besar yang masuk dan keluar dari pasar global.
Selain modal institusional, faktor makro seperti kebijakan suku bunga, likuiditas global, dan kondisi ekonomi dunia kini lebih memengaruhi harga Bitcoin dan aset crypto lainnya daripada sekadar siklus empat tahunan. Analis menunjukkan bahwa BTC kini lebih berkorelasi dengan aset makro seperti pasar saham dan indeks global.
Contohnya, setelah halving terakhir, kenaikan harga BTC sekitar 41,2 % hanya sebagian kecil dari kenaikan dalam siklus sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa efek supply shock dari halving kini lebih lemah, sementara faktor makro punya peran lebih besar.
Walau banyak pembicaraan soal “kematian” siklus empat tahun, beberapa analis percaya bukan sepenuhnya hilang, tetapi berubah bentuk. Siklus bisa jadi lebih panjang atau terikat pada gelombang likuiditas global ketimbang halving saja.
Argumen ini menekankan bahwa pasar Bitcoin berkembang menjadi lebih dewasa: volatilitas kini lebih moderat dan lebih dipengaruhi oleh input institusional serta kebijakan moneter global, yang membuat pola siklus lama tidak selalu muncul seperti dahulu.

Perubahan dalam siklus ini berdampak bagi siapa pun yang memperdagangkan atau memiliki Bitcoin dan aset kripto lainnya. Reli yang kurang tajam setelah halving mengharuskan pelaku pasar untuk melihat indikator tambahan selain siklus empat tahun tradisional.
Trader juga perlu memperhatikan faktor makro dan aliran modal besar, karena ini kini menjadi sinyal penting dalam menentukan momentum pasar jangka menengah sampai panjang. Hal ini memperluas ruang analisis dari sekadar pola historis ke pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap kondisi ekonomi global.
Baca Juga: Strategi Baru dalam Dunia Kripto: Akuisisi 680.000 BTC oleh Strategy!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
• Bitcoin News. The Death of the 4-Year Cycle: Experts on Bitcoin’s New Macro Reality. Diakses tanggal 8 Januari 2026.