
Jakarta, Pintu News – Penurunan harga Bitcoin terbaru membuat semakin banyak pemegangnya mengalami kerugian di atas kertas. Di saat yang sama, satu indikator cost basis (dasar biaya) lain menunjukkan potensi penurunan harga ke kisaran pertengahan angka $30.000 jika pola siklus sebelumnya kembali terulang.
Secara keseluruhan, grafik-grafik tersebut menggambarkan koreksi ini sebagai ujian keyakinan para investor, dengan kerugian belum terealisasi yang meningkat dan level kepemilikan jangka panjang kembali menjadi sorotan. Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 9 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $70,837 atau setara dengan Rp1.199.937.152, mengalami kenaikan 2,41% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.166.755.714 dan harga tertingginya di Rp1.219.243.304.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.764 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 29% menjadi Rp740,56 triliun.
Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2026: Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Investasi?
Relative unrealized loss Bitcoin (kerugian relatif yang belum direalisasi) naik ke salah satu level tertinggi dalam siklus ini ketika harga terkoreksi dari puncak terbarunya, menurut data Glassnode.
Indikator ini mengukur porsi koin yang saat ini dipegang dalam kondisi rugi di atas kertas, dan nilainya melonjak tajam saat aksi jual terbaru terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pasokan koin yang berada di zona “merah” ketika harga spot turun dari rentang atas ke level yang lebih rendah.
Pada saat yang sama, harga Bitcoin dalam dolar tetap jauh di bawah puncak terbaru, sehingga penurunan ini mendorong lebih banyak pemegang jangka pendek masuk ke posisi rugi.

Grafik menunjukkan lonjakan-lonjakan sebelumnya pada relative unrealized loss bertepatan dengan fase penurunan besar pada 2018–2019 dan kembali terjadi di fase pasar bearish 2022. Di setiap periode tersebut, pita kerugian berwarna oranye melebar seiring kejatuhan harga, lalu kembali menyempit ketika harga mulai stabil dan berbalik naik.
Kali ini, porsi kerugian kembali melebar saat Bitcoin berbalik turun dari level tinggi fase akhir siklus, sementara harga tetap tertahan di bawah area resistensi sebelumnya. Akibatnya, pembacaan terbaru menempatkan kondisi pasar sekarang lebih dekat ke zona tekanan historis daripada fase ketika mayoritas pasar berada dalam profit.
Meski begitu, indikator ini jarang bertahan lama di level tinggi di luar kondisi penurunan besar. Pada lonjakan-lonjakan sebelumnya, tekanan kerugian biasanya mereda ketika tekanan jual melemah dan harga menemukan area dukungan. Saat ini, data menunjukkan kerugian yang meningkat selama koreksi, sementara harga bergerak turun dibanding rentang barunya.
Dengan demikian, struktur pasar saat ini menggambarkan tekanan yang kembali meningkat di kalangan pemegang koin setelah penurunan harga, dengan indikator melebar di fase pelemahan dan menyempit ketika harga memantul—pola yang selama ini mengikuti fase penurunan siklus di periode-periode sebelumnya.
Baca juga: 3 Altcoin yang Diborong Whale Crypto di Awal Februari 2026 Usai Koreksi Pasar
Bitcoin diperkirakan bisa membentuk titik dasar (bottom) di kisaran $34.500 jika harganya turun sekitar 15% di bawah long term holder realized price, menurut trader kripto bernama TedPillows, yang membagikan sebuah grafik dari Bitcoin Magazine Pro yang melacak metrik tersebut terhadap harga spot BTC.
TedPillows menjelaskan bahwa di setiap siklus, level bottom kurang lebih terbentuk 15% di bawah long term holder realized price — sebuah metrik mirip cost basis yang merefleksikan harga rata-rata pembelian koin yang dipegang dalam jangka waktu lebih lama.
Dalam pembacaan terbaru di grafik tersebut, long term holder realized price berada di sekitar $40.300, sementara harga spot Bitcoin masih berada di atas level itu setelah koreksi dari puncak terbarunya. Berdasarkan selisih 15% yang ia gunakan, TedPillows memperkirakan potensi level bottom di dekat $34.500 jika pola historis tersebut kembali terulang.
Meski demikian, TedPillows menambahkan bahwa ia pribadi tidak memperkirakan Bitcoin akan turun sedalam itu, meskipun ia tetap menyoroti hubungan pada siklus sebelumnya yang digambarkan dengan area kotak di grafik, di mana harga spot sempat turun sedikit di bawah long term holder realized price sebelum kemudian berbalik naik.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: