
Jakarta, Pintu News – Pasar tokenized commodities — aset dunia nyata yang direpresentasikan di blockchain — menunjukkan pertumbuhan kuat hingga menembus nilai total lebih dari USD6 miliar (sekitar Rp101,0 triliun) pada 2026. Lonjakan ini terutama didorong oleh tokenized gold yang menjadi jembatan antara investasi tradisional seperti emas dan teknologi blockchain. Fenomena ini memberi peluang baru sekaligus tantangan bagi investor yang ingin menggabungkan investasi crypto dan aset riil dalam strategi mereka.
Pasar tokenized commodities telah tumbuh sekitar 53 persen hanya dalam kurang dari enam minggu, mendorong kapitalisasi sektor ini melewati USD6 miliar. Pertumbuhan pesat ini didorong sebagian besar oleh permintaan untuk token yang mewakili emas fisik yang disimpan secara aman dan dapat diperdagangkan di blockchain. Investor menggunakan model ini karena memberikan eksposur pada aset komoditas tanpa perlu memegang fisik emas.
Tokenized commodities bukan hanya tentang emas; namun dominasi emas tetap kuat karena karakter safe-haven dalam kondisi pasar yang tidak stabil. Penggunaan blockchain memungkinkan perdagangan sepanjang waktu, transparan, dan fraksional, yang sulit dicapai lewat instrumen tradisional.
Baca Juga: Tokenized Commodities Melampaui $6 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Crypto?
Tokenized gold seperti Tether Gold dan Paxos Gold menguasai sebagian besar nilai pasar tokenized commodities. Kedua token ini menyediakan cara bagi investor untuk memegang klaim kepemilikan terhadap emas fisik melalui aset digital yang dapat diperdagangkan di berbagai bursa crypto.
Investor menyukai token ini karena mereka dapat membeli fraksi kecil emas, sehingga akses ke logam mulia menjadi lebih terjangkau. Transaksi melalui blockchain mengeliminasi persyaratan penyimpanan dan logistik yang biasanya terkait dengan kepemilikan emas fisik.

Pertumbuhan tokenized commodities mencerminkan tren lebih luas dalam integrasi aset dunia nyata dengan teknologi blockchain, di mana real-world assets (RWA) menjadi kelas aset penting di ekosistem crypto. Tokenized commodities memanfaatkan infrastruktur blockchain untuk menyediakan likuiditas, transparansi, dan akses global yang tidak selalu tersedia melalui pasar tradisional.
Tokenized assets juga memungkinkan investor retail untuk mengakses instrumen yang sebelumnya sulit dijangkau atau mahal untuk dimiliki, seperti emas batangan dalam jumlah kecil. Model ini mendorong diversifikasi portofolio lintas kelas aset melalui satu platform digital.

Pertumbuhan pasar gold token telah melampaui beberapa kelas RWA lainnya, termasuk tokenized stocks dan tokenized funds dalam periode peningkatan terkini. Nilai pasar tokenized commodities kini lebih besar daripada sebagian besar tokenized stocks yang ada, menandakan bahwa investor semakin menghargai kombinasi stabilitas emas dengan fleksibilitas blockchain.
Hal ini menunjukkan bahwa aset tradisional seperti emas masih sangat relevan dalam strategi investasi digital. Integrasi ini mendorong adopsi inovatif yang lebih besar dalam ekosistem cryptocurrency secara keseluruhan.
Meskipun pertumbuhan ini menjanjikan, beberapa analis mengingatkan adanya risiko yang perlu dipertimbangkan, terutama soal regulasi, hak kepemilikan, dan audit internasional atas backing fisik. Ketiadaan aturan yang jelas di beberapa yurisdiksi dapat menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya terkait klaim 1:1 antara token dan emas fisik yang direpresentasikannya.
Selain itu, investor perlu memahami bahwa tokenized gold tetap terpengaruh oleh volatilitas harga emas itu sendiri serta risiko teknologi blockchain seperti smart contract dan keamanan on-chain. Pemahaman menyeluruh terhadap aspek teknis dan hukum menjadi penting saat mempertimbangkan eksposur pada aset tokenized.
Baca Juga: 7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi