
Jakarta, Pintu News – Harga emas pada 2026 sudah menghadirkan drama yang bahkan jarang terjadi pada komoditas lain dalam satu dekade. Bulan lalu, emas batangan (bullion) menembus level $5.000 (Rp84.370.000) untuk pertama kalinya dalam sejarah, lalu terus melesat hingga $5.595 per ons (Rp94.410.030).
Namun setelah itu, harganya anjlok hampir $1.200 (Rp20.248.800) hanya dalam dua hari—penurunan dua hari terburuk sejak 1983. Meski begitu, desk komoditas besar di Wall Street justru terlihat cukup tenang, bahkan banyak yang memilih menaikkan proyeksi harga emas.
Survei Reuters terhadap 30 analis dan trader kini menempatkan perkiraan median harga emas 2026 di $4.746,50 per troy ounce (Rp80.091.661)—angka konsensus tahunan tertinggi dalam sejarah polling Reuters sejak 2012.
Baca juga: Apa itu Emas Giwang?
Menariknya, survei yang sama setahun lalu masih memproyeksikan harga emas tahun ini di sekitar $2.700 (Rp45.559.800). Selisih besar antara kedua angka itu menunjukkan betapa cepatnya situasi global berubah.
“Kita sedang memasuki fase ketika legitimasi dan daya tahan institusi serta sistem yang selama puluhan tahun menopang stabilitas ekonomi dan geopolitik global sedang diuji dengan cara yang belum terlihat dalam satu generasi,” ujar David Russell, CEO dealer logam mulia GoldCore.
Pernyataan tersebut mungkin terdengar berlebihan—sampai Anda melihat sendiri grafik pergerakan harga emasnya.
Seberapa tinggi harga emas bisa naik pada 2026? Rentang proyeksi dari institusi keuangan cukup lebar—dan batas atas dari perkiraan tersebut belakangan terus naik dengan cepat.
| Institusi | Proyeksi Harga Emas 2026 | Faktor Pendorong Utama |
|---|---|---|
| TD Securities | Rata-rata kuartalan $5.000 (Rp84.370.000); potensi puncak $5.455–$5.700 (Rp92.052.670–Rp96.151.800) | Pelemahan dolar AS, potensi perubahan kebijakan The Fed |
| JPMorgan | $5.000 (Rp84.370.000) pada Q4 2026; $6.000 (Rp101.244.000) jangka panjang | Pembelian 800 ton oleh bank sentral |
| Goldman Sachs | $5.400 (Rp91.119.600) (direvisi naik dari $4.900 / Rp82.682.600) | De-dolarisasi, inflasi |
| Median Survei Reuters | Rata-rata tahunan $4.746,50 (Rp80.091.661) | Risiko geopolitik, aset safe haven |
| Deutsche Bank | Outlook positif; tidak mengubah batas bawah proyeksi | Rasional alokasi investor |
| Yardeni Research | $6.000 (Rp101.244.000) pada 2026 | Ketidakpastian makroekonomi |
Bart Melek, Managing Director sekaligus Head of Commodity Strategy di TD Securities—salah satu suara yang paling diperhatikan di pasar komoditas—menyampaikannya secara lugas:
“Secara fundamental, saya dan tim masih menyukai emas di level saat ini.” Skenario dasarnya menempatkan rata-rata kuartalan di sekitar $5.000, dengan “batas” teknikal di kisaran $5.455. Ia juga tidak menutup kemungkinan emas menyentuh $5.700, mengingat pasar sedang memasuki fase volatilitas yang tinggi.
Baca juga: Prediksi Peter Brandt: Bitcoin Siap Rebound, Emas Malah Terancam Longsor ke $4.000!
Jika melihat grafik harga emas, tren naik yang terbentuk dalam dua tahun terakhir masih tetap utuh secara struktur. Berdasarkan pembacaan grafik, koreksi sekitar $1.000 dari puncak 29 Januari masih tergolong wajar sebagai pullback yang sehat, mengingat reli sebelumnya berlangsung sangat cepat—emas melesat dari sekitar $4.300 (Rp72.558.200) ke hampir $5.600 (Rp94.494.400) hanya dalam hitungan minggu.

Dari analisis grafik, saat ini emas membentuk fase konsolidasi dengan batas-batas yang cukup jelas:
Intinya, menurut analisis teknikal, harga emas saat ini cenderung bergerak sideways di rentang $4.550–$5.420 (Rp76,78 juta–Rp91,46 juta). Selama masih di dalam rentang ini, pergerakan harian bisa dianggap “noise”. Yang lebih menentukan untuk arah selanjutnya adalah level mana yang ditembus terlebih dahulu.
Di sisi bawah, jika harga turun dan bertahan di bawah $4.550 (Rp76.776.700), perhatian akan mengarah ke zona yang lebih krusial di sekitar $4.000 (Rp67.496.000)—area tempat MA 200-hari berdekatan dengan titik terendah November 2025.
Jika terjadi penutupan mingguan (weekly close) yang terkonfirmasi di bawah area tersebut, itu bisa menjadi sinyal kuat bahwa tren bullish emas yang sudah berjalan beberapa tahun mulai kehilangan tenaga. Selama belum terjadi, tren naik masih layak diberi ruang.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: