7 Fakta Bitcoin vs Emas: Peluang Crypto di Tengah Risiko, Harga BTC Bisa Tembus Rp1,32 Miliar

Di-update
March 13, 2026
Bagikan
Gambar 7 Fakta Bitcoin vs Emas: Peluang Crypto di Tengah Risiko, Harga BTC Bisa Tembus Rp1,32 Miliar

Jakarta, Pintu News – Bitcoin kembali menjadi sorotan di pasar crypto global setelah data terbaru menunjukkan aset digital ini mulai mengejar performa emas. Analisis terbaru memperlihatkan adanya potensi perubahan tren jangka panjang yang bisa membuka peluang baru bagi investor cryptocurrency. Meski begitu, kondisi pasar global yang volatil membuat peluang tersebut tetap disertai risiko.

1. Rasio Bitcoin terhadap Emas Menunjukkan Sinyal Bullish

Pergerakan rasio Bitcoin terhadap emas menjadi indikator penting yang menunjukkan perubahan momentum di pasar. Data terbaru memperlihatkan rasio BTC terhadap emas mulai menguat setelah sebelumnya menyentuh level support yang pernah muncul pada 2017, 2022, dan 2023.

Analis juga menemukan adanya bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI). Kondisi ini terjadi ketika harga membentuk titik terendah baru, tetapi indikator momentum justru menunjukkan kenaikan, yang menandakan tekanan jual mulai melemah.

Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu

2. Level Support 12–13 Jadi Titik Penting BTC

Dalam analisis pasar crypto, rasio BTC terhadap emas sempat turun ke area 12–13. Level ini sebelumnya menjadi resistance pada 2017 sebelum akhirnya berubah menjadi support kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Jika level ini berhasil dipertahankan, banyak analis menilai bahwa area tersebut dapat menjadi dasar pembalikan tren jangka panjang Bitcoin (BTC). Artinya, BTC berpotensi kembali menguat terhadap emas dalam siklus pasar berikutnya.

3. Arus Dana ETF Bitcoin Mulai Menguat

Salah satu faktor yang mendukung optimisme pasar cryptocurrency adalah pergerakan dana pada ETF. Dalam 30 hari terakhir, arus dana ETF Bitcoin mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Beberapa data penting yang tercatat antara lain:

  • ETF Bitcoin mencatat net inflow sekitar US$906 juta atau sekitar Rp15,35 triliun
  • Sebulan sebelumnya, pasar mencatat outflow hingga US$1,9 miliar atau sekitar Rp32,19 triliun

Perubahan ini menunjukkan bahwa minat investor institusional terhadap crypto mulai kembali meningkat.

4. ETF Emas Justru Mengalami Arus Keluar Besar

Sementara ETF Bitcoin mengalami peningkatan arus dana, kondisi berbeda justru terjadi pada ETF emas. Produk ETF emas terbesar di Amerika Serikat, SPDR Gold Shares (GLD), mencatat arus keluar dana yang sangat besar.

Data menunjukkan adanya outflow sekitar US$3 miliar atau setara Rp50,83 triliun dalam satu hari. Jumlah ini bahkan disebut sekitar 200% lebih besar dibanding arus keluar terbesar yang terjadi selama dua tahun terakhir.

5. Kepemilikan Bitcoin ETF Juga Mulai Naik

Selain arus dana, data kepemilikan aset dalam ETF juga menunjukkan divergensi antara Bitcoin dan emas. Jumlah BTC yang tersimpan dalam ETF mengalami peningkatan dalam 30 hari terakhir.

Beberapa perubahan penting yang tercatat antara lain:

  • Saldo ETF Bitcoin meningkat dari -34.197 BTC menjadi +12.909 BTC
  • Kepemilikan emas ETF turun dari 1,4 juta ons menjadi sekitar 606.850 ons

Perubahan ini menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan eksposur dari emas ke crypto.

6. Volatilitas Global Membuka ā€œOpportunity Within Riskā€

Laporan Binance Research menyebut kondisi ekonomi global saat ini menciptakan apa yang disebut sebagai ā€œopportunity within riskā€ bagi Bitcoin (BTC). Artinya, peluang investasi muncul di tengah ketidakpastian pasar.

Beberapa faktor geopolitik seperti konflik global dan ketegangan ekonomi membuat Bitcoin bergerak mirip dengan aset makro lain, termasuk minyak dan saham. Namun di saat yang sama, arus modal perlahan mulai kembali ke pasar crypto.

7. Historisnya Bitcoin Bisa Naik 54% Setelah Siklus Politik AS

Sejarah pasar menunjukkan bahwa siklus politik Amerika Serikat sering memengaruhi performa pasar keuangan global. Dalam tahun pemilu paruh waktu AS, pasar saham biasanya mengalami penurunan sementara.

Namun setelah periode tersebut berakhir, pasar biasanya mengalami pemulihan yang kuat. Data historis menunjukkan:

  • S&P 500 rata-rata turun 16% selama tahun pemilu paruh waktu
  • Bitcoin pernah turun hingga 56% dalam siklus tersebut
  • Setelahnya, Bitcoin rata-rata naik 54% dalam 12 bulan berikutnya

Pola historis ini membuat sebagian analis melihat potensi pemulihan harga crypto dalam siklus pasar berikutnya.

Kesimpulan

Perbandingan antara Bitcoin (BTC) dan emas menunjukkan perubahan dinamika yang menarik di pasar global. Rasio BTC terhadap emas yang menguat, arus dana ETF yang meningkat, serta perubahan kepemilikan aset menunjukkan adanya peluang baru bagi investor cryptocurrency.

Meski begitu, volatilitas ekonomi global tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi di crypto, kamu tetap perlu melakukan riset mandiri dan memahami risiko pasar yang ada.

Baca Juga:Ā 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ sertaĀ investasi emas cryptoĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitasĀ jual beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->