ETF Bitcoin Satu Ini Tidak Investasi Langsung ke Bitcoin! Kok Bisa?

Di-update
April 2, 2026
Bagikan
Gambar ETF Bitcoin Satu Ini Tidak Investasi Langsung ke Bitcoin! Kok Bisa?

Jakarta, Pintu News – Strive, perusahaan treasury Bitcoin, meluncurkan pendekatan baru dalam investasi kripto melalui pengajuan ETF bernama T-Strive Digital Credit (DGCR). Berbeda dari ETF Bitcoin pada umumnya, produk ini tidak berinvestasi langsung pada Bitcoin, melainkan pada instrumen yang menghasilkan yield dari perusahaan pemegang Bitcoin.

ETF ini dikembangkan bersama Tuttle Capital Management dan diajukan ke SEC pada 30 Maret 2026. Pendekatan ini mencerminkan perubahan strategi di Wall Street, dari sekadar “HODL” menjadi pencarian imbal hasil (yield) berbasis aset kripto.

Tidak Investasi Langsung ke Bitcoin

Alih-alih membeli Bitcoin secara langsung, DGCR ETF berfokus pada saham preferen dari perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin, seperti:

  • Strategy Variable Rate Series A Perpetual Preferred Stock (STRC)
  • Strive, Inc. Variable Rate Series A Perpetual Preferred Stock (SATA)

Instrumen ini dirancang untuk memberikan pendapatan rutin kepada investor, berbeda dengan Bitcoin yang tidak menghasilkan yield secara langsung.

Baca Juga: 3 Sinyal Bitcoin: Rp1,02 Miliar Bisa Diuji Lagi, Kapan Bitcoin ATH?

Risiko Baru di Balik Strategi Yield

Meskipun menawarkan potensi imbal hasil, pendekatan ini membawa risiko tambahan. Performa ETF tidak sepenuhnya bergantung pada harga Bitcoin, melainkan pada kinerja perusahaan dan instrumen saham yang menjadi underlying asset.

Artinya:

  • Jika harga Bitcoin stabil, ETF belum tentu ikut naik
  • Jika saham seperti STRC atau SATA turun, ETF juga terdampak
  • Korelasi terhadap Bitcoin menjadi tidak langsung

Sebagai contoh, saham Strive (ASST) sempat turun sekitar 4,92%, menunjukkan volatilitas yang dapat memengaruhi ETF.

Persaingan ETF Semakin Ketat

Peluncuran DGCR terjadi di tengah persaingan ketat produk ETF kripto. Institusi besar seperti Morgan Stanley juga menghadirkan produk ETF dengan biaya rendah untuk menyaingi pemain seperti BlackRock.

Hal ini menandakan bahwa pasar ETF kripto semakin berkembang, dengan berbagai inovasi strategi—mulai dari eksposur langsung hingga pendekatan berbasis yield seperti DGCR.

Kesimpulan

ETF DGCR dari Strive menawarkan pendekatan baru dalam investasi kripto dengan fokus pada yield, bukan kepemilikan langsung Bitcoin. Meskipun membuka peluang diversifikasi, model ini juga menghadirkan risiko tambahan karena ketergantungannya pada kinerja perusahaan, bukan semata harga BTC.

Bagi investor, penting untuk memahami bahwa tidak semua ETF kripto memberikan eksposur langsung terhadap Bitcoin, dan strategi berbasis yield dapat memiliki profil risiko yang berbeda.

Baca Juga: 3 Sinyal XRP Diam-Diam Diborong: Harga Rp22 Ribu Bisa Meledak?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->