5 Data BTC Rp1,18 Miliar yang Bisa Picu Short Squeeze Rp102 Triliun!

Di-update
April 8, 2026
Bagikan
Gambar 5 Data BTC Rp1,18 Miliar yang Bisa Picu Short Squeeze Rp102 Triliun!

Jakarta, Pintu News – Bitcoin masih diperdagangkan sekitar 45% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa meski sempat naik mendekati US$69.550 atau sekitar Rp1.182.891.000 dengan kurs Rp16.997. Kenaikan ini memicu likuidasi besar di pasar derivatif crypto. Lebih dari US$276 juta posisi leverage terhapus dalam 24 jam terakhir, menandakan volatilitas cryptocurrency meningkat.

1. Bitcoin Masih 45% di Bawah Rekor Rp2,14 Miliar

Bitcoin mencetak all-time high di US$126.000 pada Oktober 2025. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp2.141.622.000. Harga saat ini masih jauh di bawah level tersebut.

Selisih sekitar 45% menunjukkan pasar belum sepenuhnya bullish. Meski begitu, BTC tetap bertahan di area tinggi. Kondisi ini menciptakan fase konsolidasi panjang.

Baca Juga: 5 Cara Investasi Minyak Dunia: Mulai dari Rp11.000, Bisa Lewat Crypto?

2. Likuidasi Short Sentuh Rp4,69 Triliun

Sekitar US$276 juta posisi leverage dilikuidasi dalam 24 jam. Nilai ini setara sekitar Rp4.691.172.000.000. Sebagian besar berasal dari trader short.

Short seller menyumbang sekitar US$188 juta likuidasi. Nilainya sekitar Rp3.195.436.000.000. Hal ini terjadi saat BTC naik mendekati US$70.000.

3. Potensi Short Squeeze Rp101 Triliun

Lebih dari US$6 miliar posisi short berada di sekitar US$72.500. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp101.982.000.000.000. Area ini menjadi target penting.

Jika BTC naik ke level tersebut, likuidasi bisa terjadi cepat. Short squeeze dapat mendorong harga naik tajam. Trader crypto memantau zona ini.

4. Risiko Turun Jika Support Rp1,10 Miliar Jebol

Sekitar US$2 miliar posisi long berada di US$65.000. Level ini setara sekitar Rp1.104.805.000. Jika harga turun, likuidasi long bisa terjadi.

Struktur ini membuat pasar tidak seimbang. Short lebih besar dari long. Kondisi ini meningkatkan volatilitas cryptocurrency.

5. Lonjakan Minyak Tambah Tekanan Pasar

Harga minyak WTI sudah mencapai US$115. Nilainya sekitar Rp1.954.655 per barel. Kenaikan energi memicu kekhawatiran inflasi.

Ketegangan geopolitik juga menambah tekanan pasar. Investor menjadi lebih berhati-hati. Crypto bergerak mengikuti sentimen risiko.

Apa Artinya untuk Investor Crypto

Bitcoin (BTC) berada di zona kritis antara short squeeze dan koreksi. Break di atas Rp1,23 miliar dapat memicu rally. Sebaliknya, penurunan di bawah Rp1,10 miliar membuka koreksi.

Kamu perlu memantau posisi derivatif dan berita makro. Pasar cryptocurrency sangat sensitif saat ini. Pergerakan besar bisa terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga: 3 Sinyal Ethereum: Bisa Tembus Rp40 Juta atau Turun Lagi?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->