Hashrate Bitcoin Iran Anjlok 77% Akibat Konflik, Dominasi Global Beralih ke AS dan Rusia?

Di-update
April 9, 2026
Bagikan
Gambar Hashrate Bitcoin Iran Anjlok 77% Akibat Konflik, Dominasi Global Beralih ke AS dan Rusia?

Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang dunia kripto, khususnya industri mining Bitcoin di Iran. Dalam tiga bulan terakhir, hashrate Bitcoin Iran anjlok hingga 77%, menandakan dampak signifikan dari konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Penurunan drastis ini tercatat dalam laporan terbaru Hashrate Index, yang menyoroti perubahan peta kekuatan mining global. Meski demikian, penurunan hashrate di Iran tidak serta-merta mempengaruhi stabilitas jaringan Bitcoin secara global.

Hashrate Iran Terjun Bebas, Negara Tetangga Tetap Stabil

Dalam laporan yang dirilis oleh Hashrate Index, Iran kehilangan sekitar 7 exahash per detik (EH/s) dalam satu kuartal terakhir, sehingga kini hanya tersisa sekitar 2 EH/s. Penurunan ini terjadi di tengah konflik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak Februari lalu. Meskipun Iran mengalami dampak besar, negara tetangga seperti Uni Emirat Arab dan Oman tetap stabil dan tidak terdampak secara langsung.

Hal ini menunjukkan bahwa efek konflik masih terlokalisasi di Iran, tanpa menimbulkan efek domino ke kawasan sekitarnya. Jumlah rig mining aktif di Iran diperkirakan mencapai 427.000 unit, menjadikan negara ini salah satu pemain utama di kawasan. Namun, dengan anjloknya hashrate, posisi Iran di peta mining global semakin terancam.

Para penambang Bitcoin (BTC) di Iran kini menghadapi tantangan besar, baik dari sisi keamanan maupun profitabilitas. Sementara itu, jaringan Bitcoin secara global tetap aman karena tidak ada satu wilayah pun yang cukup besar untuk mengancam kelangsungan jaringan.

Baca juga: XRP Diam-diam Siap Meledak? Ketika Harga Tenang, Potensi Lonjakan 63% Mengintai

Penurunan Hashrate Global Dipicu Harga Bitcoin (BTC) yang Merosot Tajam

Hashrate global Bitcoin (BTC) juga mengalami penurunan, meski tidak sebesar yang terjadi di Iran. Rata-rata hashrate global 30 hari turun dari 1.066 EH/s pada kuartal pertama menjadi sekitar 1.004 EH/s di kuartal kedua, atau turun sekitar 5,8%. Penurunan ini lebih banyak disebabkan oleh anjloknya harga Bitcoin (BTC), yang kini telah turun lebih dari 45% dari rekor tertinggi $126.000 pada Oktober lalu.

Akibatnya, harga hash mencapai titik terendah sepanjang sejarah, sehingga banyak penambang harus mematikan perangkat lama yang tidak lagi menguntungkan. Profitabilitas mining kini menjadi faktor utama dalam pergeseran geografis hashrate, mengalahkan faktor biaya energi maupun regulasi.

Banyak perangkat mining generasi lama dengan efisiensi di atas 25 J/TH kini beroperasi dengan margin negatif, sehingga terpaksa dihentikan. Diperkirakan sekitar 252 EH/s kapasitas marginal kini offline, menandakan banyak perangkat lama sudah pensiun. Para penambang kini lebih selektif dalam memilih lokasi dan perangkat, demi menjaga kelangsungan bisnis di tengah volatilitas harga.

Baca juga: XRP, Emas, dan Blockchain: 3 Pilar Baru Sistem Keuangan Global yang Siap Guncang Dunia

Amerika Serikat, Rusia, dan China Kuasai 65,6% Hashrate Dunia

Sumber: Cointelegraph

Peta kekuatan mining Bitcoin (BTC) global kini didominasi oleh tiga negara utama, yakni Amerika Serikat, Rusia, dan China. Amerika Serikat memegang pangsa terbesar dengan lebih dari 37% hashrate global, disusul Rusia sekitar 17%, dan China sebesar 12%. Meski komposisi pemain utama relatif stabil, terjadi pergeseran internal dengan banyaknya perangkat lama yang dipensiunkan dan digantikan perangkat modern yang lebih efisien.

Negara seperti Kanada juga menunjukkan tren serupa, dengan sedikit penurunan kuartalan namun pertumbuhan positif secara tahunan. Pertumbuhan hashrate di negara-negara utama kini lebih mengedepankan optimalisasi dan efisiensi, bukan sekadar ekspansi besar-besaran. Penambang kini fokus pada penerapan perangkat terbaru di wilayah dengan biaya operasional rendah dan regulasi yang mendukung.

Hal ini mencerminkan perubahan strategi industri mining global, di mana keberlanjutan dan profitabilitas menjadi prioritas utama. Dengan demikian, dominasi Amerika Serikat, Rusia, dan China diprediksi akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->