
Jakarta, Pintu News – Pasar saham global kembali diguncang oleh pergerakan Nvidia (NVDA) yang spektakuler. Setelah pertemuan eksklusif antara Bank of America (BofA) dan jajaran manajemen Nvidia, para analis kini semakin optimis terhadap masa depan perusahaan teknologi raksasa ini.
Dengan inovasi yang terus berkembang di bidang kecerdasan buatan , Nvidia dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang jauh melampaui ekspektasi sebelumnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana BofA mengubah proyeksi mereka, alasan di balik volatilitas saham Nvidia, serta peluang dan risiko yang dihadapi perusahaan ini.
Bank of America baru saja memperbarui pandangannya terhadap Nvidia setelah berdiskusi langsung dengan Chief Financial Officer (CFO) Colette Kress. Dalam pertemuan tersebut, BofA menyoroti bahwa Nvidia kini bukan hanya pemimpin di pasar GPU, melainkan telah berkembang menjadi perusahaan teknologi dengan portofolio produk yang sangat beragam.
Diversifikasi ini mencakup CPU, sistem AI, perangkat lunak, hingga jaringan, yang semuanya memperkuat posisi Nvidia di tengah persaingan industri. Dengan pendekatan full-stack, Nvidia dinilai mampu memperluas keunggulan kompetitifnya seiring berkembangnya berbagai use case AI. Para analis BofA juga menegaskan bahwa peluang pertumbuhan Nvidia semakin terbuka lebar.
Baca juga: WWDC 2026: Apple Intelligence Siap Picu Supercycle iPhone? Ini Prediksi Saham AAPL!
Hal ini didukung oleh peluncuran platform AI Vera Rubin yang sudah memasuki tahap produksi massal, serta kehadiran RTX Spark, superchip terbaru untuk PC Windows. Dengan dukungan ratusan mitra global, kapasitas produksi Nvidia diperkirakan akan terus meningkat. Tidak heran jika BofA akhirnya menaikkan target harga saham Nvidia menjadi $350, dengan potensi kenaikan hingga 71% dari harga saat ini.
Pada Jumat, 5 Juni 2026, saham Nvidia anjlok tajam hingga 6,2% dan ditutup di level $205,10. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran di sektor chip AI, yang juga menyeret indeks PHLX Semiconductor turun 10,3%—terburuk sejak Maret 2020. Tekanan tersebut dipicu oleh laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Kondisi ini membuat para investor semakin waspada terhadap volatilitas pasar teknologi. Meski demikian, sejumlah institusi keuangan besar tetap optimis terhadap masa depan Nvidia. Morgan Stanley, UBS, dan JPMorgan masing-masing menetapkan target harga di kisaran $280 hingga $288, sementara Goldman Sachs menargetkan $285.
Bank of America dan Cantor Fitzgerald bahkan lebih agresif dengan target $350. Jika harga saham Nvidia benar-benar mencapai $350, kapitalisasi pasarnya bisa mendekati $8,5 triliun, sebuah rekor yang belum pernah dicapai perusahaan manapun.
Bank of America menyoroti tiga faktor utama yang menjadi landasan optimisme terhadap Nvidia. Pertama, peluang di segmen CPU semakin besar, dengan proyeksi penjualan Vera CPU mencapai $20 miliar pada paruh kedua tahun fiskal 2027. Kedua, nilai sistem AI terus meningkat, di mana Vera Rubin terdiri dari tujuh chip dalam lima rak, jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Ketiga, komitmen pembelian sebesar $124 miliar menunjukkan permintaan dan visibilitas pasokan yang sangat kuat.
Baca juga: Prediksi Wells Fargo: Saham Google (GOOG) Berpotensi Tembus $435?
Namun, BofA juga mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Segmen gaming yang selama ini menjadi andalan Nvidia mulai tertinggal akibat persaingan ketat dari perusahaan teknologi publik dan proyek internal cloud. Selain itu, pembatasan ekspor ke Tiongkok berpotensi memberikan tekanan tambahan pada pendapatan Nvidia. Pasar enterprise, data center, dan otomotif juga dinilai memiliki pola pendapatan yang lebih fluktuatif dan sulit diprediksi.
Dilansir dari Yahoo Finance, dalam satu bulan terakhir, saham Nvidia mencatatkan return sebesar 4,38%, jauh di atas S&P 500 yang hanya tumbuh 1,71%. Dalam enam bulan, Nvidia tumbuh 12,44% dibandingkan S&P 500 yang naik 7,47%. Secara tahunan, return Nvidia mencapai 46,51%, hampir dua kali lipat dari S&P 500 yang berada di angka 24,32%. Bahkan dalam lima tahun terakhir, Nvidia mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 1.066,78%, sementara S&P 500 hanya naik 74,56%.
Data ini menunjukkan bahwa Nvidia bukan hanya sekadar saham teknologi biasa, melainkan telah menjadi motor utama pertumbuhan pasar modal global. Dengan inovasi yang terus berlanjut dan ekspansi ke berbagai lini bisnis, Nvidia berpotensi mencetak rekor baru dalam waktu dekat. Namun, investor tetap perlu memperhatikan dinamika pasar dan risiko yang ada sebelum mengambil keputusan investasi.
Apa itu Tokenized Stock?
Tokenized stocks adalah representasi digital dari saham perusahaan nyata, yang didukung 1:1 oleh aset asli. Mereka memungkinkan pengguna kripto mengakses pasar saham global seperti Tesla, Apple, dan Robinhood tanpa hambatan perdagangan tradisional.
Didorong oleh tingginya inovasi dan integrasi di sektor teknologi, NVIDIA menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang yang solid di industri teknologi. Akses investasi pada perusahaan global ini kini menjadi lebih praktis.
Melalui aplikasi Pintu, investasi tokenized stock Nvidia xStocks (NVDAX) dapat dilakukan secara mudah dan aman tanpa perlu menggunakan broker internasional, memberikan peluang untuk diversifikasi portofolio langsung dari satu aplikasi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi