
Jakarta, Pintu News – Langkah mengejutkan datang dari Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat yang berencana menghapus Rule 611 dan 610(e) dari Regulation NMS. Aturan yang telah menjadi fondasi struktur pasar saham AS selama hampir dua dekade ini dinilai menjadi penghalang utama bagi inovasi, khususnya dalam perdagangan saham tokenisasi di ranah keuangan terdesentralisasi .
Penghapusan aturan ini diprediksi akan membuka jalan bagi teknologi baru seperti Automated Market Makers (AMM) untuk beroperasi secara legal di pasar saham AS. Namun, perubahan besar ini juga menimbulkan berbagai pertanyaan baru terkait regulasi dan masa depan pasar modal digital.
Rule 611, yang dikenal sebagai Order Protection Rule, selama ini mewajibkan bursa dan broker untuk memastikan setiap transaksi saham dilakukan pada harga terbaik yang tersedia di seluruh pasar nasional. Dengan adanya aturan ini, setiap perdagangan harus menghormati National Best Bid and Offer (NBBO), sehingga mencegah terjadinya eksekusi di harga yang lebih buruk dari penawaran terbaik di bursa lain.
Namun, SEC menilai bahwa aturan ini justru membatasi inovasi dan menambah biaya operasional bagi pelaku pasar. Melalui penghapusan Rule 611 dan 610(e), SEC berharap dapat menyederhanakan struktur pasar dan memberi ruang bagi persaingan serta inovasi. Selain itu, penghapusan Rule 610(e) juga akan berdampak pada mekanisme penawaran dan permintaan di pasar saham AS.
Aturan ini sebelumnya melarang terjadinya locking dan crossing quotations, yang berarti tidak boleh ada dua penawaran harga yang saling mengunci atau menyeberang di antara bursa. Dengan dihapusnya aturan ini, diharapkan akan tercipta fleksibilitas lebih besar dalam pembentukan harga saham. SEC membuka periode komentar publik selama 60 hari untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak sebelum keputusan final diambil.
Alex Thorn dari Galaxy Digital menyebut penghapusan Rule 611 sebagai terobosan besar bagi perdagangan saham tokenisasi di Amerika Serikat. Menurutnya, Automated Market Makers (AMM) seperti yang digunakan di platform DeFi tidak mungkin mematuhi aturan lama karena mekanisme mereka yang berbasis bonding curve dan eksekusi harga secara otomatis.
Dengan dihapusnya aturan ini, AMM dapat beroperasi tanpa harus khawatir melanggar ketentuan trade-through yang selama ini menjadi penghalang utama. Hal ini membuka peluang besar bagi integrasi saham tradisional ke dalam ekosistem blockchain dan DeFi. Namun, tantangan baru juga muncul, terutama terkait regulasi lanjutan seperti pendaftaran bursa, sistem perdagangan alternatif (ATS), serta proses kliring dan penyelesaian transaksi.
Thorn berharap SEC akan mengeluarkan “innovation exemption” yang dapat memberikan kejelasan hukum bagi pelaku pasar yang ingin mengadopsi teknologi baru ini. Meskipun demikian, penghapusan aturan ini tetap menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mendorong transformasi digital di pasar modal AS. Komentar publik yang masuk selama periode konsultasi akan sangat menentukan arah kebijakan selanjutnya.
Penghapusan Rule 611 bukan berarti semua hambatan telah hilang bagi tokenisasi saham di Amerika Serikat. Setelah aturan ini dicabut, tanggung jawab utama dalam memastikan eksekusi terbaik akan beralih ke tingkat broker melalui FINRA Rule 5310, yang lebih bersifat prinsip daripada aturan ketat per transaksi.
Hal ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku pasar, namun juga menuntut pengawasan yang lebih ketat dari regulator. Selain itu, masih banyak pertanyaan terbuka terkait bagaimana saham tokenisasi akan diatur dalam hal pendaftaran bursa, sistem perdagangan alternatif, serta proses kliring dan penyelesaian.
SEC sendiri tampaknya tengah menjalankan strategi bertahap melalui inisiatif Project Crypto, dengan mengatasi hambatan terbesar terlebih dahulu sebelum mengatur aspek lain melalui pengecualian khusus. Jika langkah ini berhasil, bukan tidak mungkin Amerika Serikat akan menjadi pionir dalam adopsi saham tokenisasi di pasar modal global.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi