
Jakarta, Pintu News – Dunia kripto kembali diguncang dengan keputusan mengejutkan dari Tether dan Twenty One Capital (XXI). Setelah hanya tujuh bulan melantai di bursa, CEO XXI, Jack Mallers, resmi mundur dari jabatannya. Rencana ambisius untuk menggabungkan XXI, Strike, dan Elektron Energy pun dibatalkan, menandai perubahan strategi besar-besaran. Kini, fokus perusahaan beralih dari sekadar menimbun Bitcoin menjadi membangun bisnis yang menghasilkan arus kas nyata.
Pada akhir April lalu, Tether (USDT) sempat mengumumkan rencana besar untuk menggabungkan XXI, Strike, dan Elektron Energy menjadi satu platform Bitcoin (BTC) terintegrasi. Langkah ini sempat diprediksi akan menyaingi dominasi MicroStrategy sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia. Namun, visi tersebut hanya bertahan kurang dari tiga bulan sebelum akhirnya dibatalkan. Jack Mallers pun memilih mundur karena perbedaan visi dengan dewan direksi XXI.
Keputusan ini tidak lepas dari tekanan yang dialami perusahaan treasury aset digital (DAT) akibat penurunan harga Bitcoin (BTC) sepanjang tahun 2024. Bloomberg melaporkan bahwa banyak perusahaan sejenis mengalami kerugian besar dan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja. XXI sendiri telah merasakan dampaknya sejak IPO di New York Stock Exchange (NYSE) pada Desember lalu, dengan harga saham yang anjlok hingga 43% sepanjang tahun ini.
Kapitalisasi pasar XXI kini hanya tersisa sekitar $1,85 miliar, jauh dari ekspektasi awal. Mallers menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur diambil secara sukarela tanpa pesangon dan tanpa mengambil opsi saham. Ia memilih untuk kembali fokus membangun Strike sesuai visinya sendiri, sementara dewan XXI akan melanjutkan strategi baru yang diyakini lebih relevan dengan kondisi pasar saat ini. Situasi ini menandai babak baru bagi XXI dan Tether (USDT) dalam menghadapi tantangan industri kripto yang semakin dinamis.
Posisi CEO XXI kini diisi oleh Raphael Zagury, seorang profesional keuangan berpengalaman yang pernah menduduki posisi senior di Goldman Sachs, Deutsche Bank, dan Merrill Lynch. Zagury juga pernah memimpin keuangan di OpenCo, salah satu fintech terbesar di Brasil. Dengan latar belakang tersebut, Zagury membawa pendekatan baru yang lebih menekankan pada pembangunan bisnis yang menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa strategi perusahaan kini mirip dengan model Berkshire Hathaway, yakni mengakuisisi dan membangun bisnis riil sambil tetap mempertahankan kepemilikan Bitcoin (BTC). Selain itu, XXI juga berencana untuk menawarkan layanan pinjaman dengan jaminan Bitcoin (BTC), sehingga para pemegang aset tidak perlu menjual kepemilikannya untuk mendapatkan likuiditas.

Zagury menekankan pentingnya tata kelola, disiplin, dan eksekusi yang solid dalam mengelola perusahaan agar mampu bertahan di tengah volatilitas pasar kripto. Fokus utama kini bukan lagi sekadar menambah jumlah Bitcoin (BTC), melainkan menciptakan arus kas dan mengalokasikan modal secara bijak. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi XXI sebagai pemain utama di sektor treasury aset digital. Tether (USDT) sendiri telah mengambil alih penuh kendali XXI sejak Mei lalu dengan membeli sisa 25% saham dari SoftBank.
Saat ini, XXI masih memegang 43.514 Bitcoin (BTC), menjadikannya pemegang Bitcoin korporat terbesar kedua di dunia menurut data BitcoinTreasuries.net. Namun, dengan perubahan strategi ini, masa depan XXI dan Tether (USDT) akan sangat bergantung pada kemampuan mereka membangun bisnis yang benar-benar produktif.
Meskipun rencana merger dengan Strike telah dibatalkan, pembicaraan dengan Elektron Energy masih terus berlangsung meski baru pada tahap awal. Namun, karena Tether (USDT) memiliki kepemilikan mayoritas di kedua perusahaan, setiap transaksi akan mendapat pengawasan ekstra sebagai transaksi pihak terkait.

Jika merger ini berhasil, XXI berpotensi memperluas portofolio bisnisnya ke sektor penambangan Bitcoin (BTC) dan energi terbarukan. Hal ini bisa menjadi contoh baru bagi perusahaan treasury aset digital lainnya yang selama ini hanya fokus pada akumulasi Bitcoin (BTC). Perubahan strategi XXI dan Tether (USDT) ini menjadi sinyal penting bagi industri kripto global. Jika perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin (BTC) terbesar kedua di dunia saja merasa perlu diversifikasi, maka kemungkinan besar perusahaan lain akan mengikuti jejak serupa.
Industri treasury aset digital kini dituntut untuk tidak hanya mengandalkan kenaikan harga kripto, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Keputusan XXI dan Tether (USDT) ini akan menjadi barometer penting bagi masa depan investasi korporat di sektor kripto. Keberhasilan atau kegagalan merger dengan Elektron Energy akan menjadi petunjuk awal apakah strategi baru ini mampu membawa XXI keluar dari tekanan pasar.
Jika berhasil, model bisnis XXI bisa menjadi blueprint bagi perusahaan treasury aset digital lainnya di masa depan. Namun, jika gagal, tekanan terhadap perusahaan sejenis kemungkinan akan semakin besar. Industri kripto kini memasuki era baru di mana inovasi bisnis menjadi kunci utama bertahan di tengah gejolak pasar.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi