
Jakarta, Pintu News – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Dipicu oleh langkah Federal Reserve yang kembali menaikkan suku bunga acuan (rate hike), kurs rupiah merosot hingga menembus level Rp18.089 per dolar AS. Berikut analisis lengkap mengenai dinamika pergerakan mata uang Garuda pada sesi perdagangan hari ini!
Berdasarkan data real-time perdagangan mata uang (pukul 11:06 WIB), berikut adalah ringkasan performa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR):

Pada awal sesi perdagangan, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp18.000, stagnan dan tidak beranjak dari posisi penutupan sebelumnya. Sayangnya, tren pelemahan kembali membayangi pergerakan mata uang RI tersebut sepanjang sesi pagi.
Fluktuasi harga terus menekan rupiah untuk bergerak semakin jauh di atas level psikologis Rp18.000 dan sempat menyentuh titik terdalamnya di Rp18.107,0 (titik tertinggi USD pada rentang harian). Berdasarkan pantauan menjelang siang (pukul 11:06 WIB), mata uang Garuda masih belum mampu bangkit secara signifikan dan tertahan di posisi pelemahan Rp18.089,6 per dolar AS.
Penguatan dolar AS hari ini banyak dipicu oleh spekulasi pasar bahwa The Fed berpotensi kembali menaikkan suku bunga acuan pada paruh kedua tahun ini. Menurut data CME FedWatch, pelaku pasar memberi probabilitas sekitar 77 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi hingga akhir tahun, sementara peluang kenaikan pada pertemuan September berada di kisaran 82 persen. Ekspektasi ini muncul di tengah kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan harga energi akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ketika ekspektasi rate hike menguat, imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut terkerek naik sehingga dolar menjadi lebih menarik bagi investor global. Dampaknya, arus modal cenderung bergeser dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia menuju aset berdenominasi dolar, sehingga permintaan terhadap mata uang emerging market seperti rupiah pun menurun. Kondisi ini juga tecermin dari pergerakan indeks dolar AS yang terus menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia dalam sepekan terakhir.
Selain faktor suku bunga, kebijakan tarif impor Amerika Serikat terhadap sejumlah produk asal Indonesia turut menambah tekanan terhadap rupiah pada pekan lalu. Kombinasi sentimen tarif dan ekspektasi kenaikan suku bunga membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sehingga permintaan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang, ikut menurun.
Baca juga: “Kurs Rupiah Hari Ini 21 Juli 2026: Bergerak di Kisaran Rp17.940-Rp18.000“
Selain sentimen dari luar negeri, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam beberapa hari terakhir menambah ketidakpastian di pasar keuangan domestik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fungsi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah tetap berjalan normal meski terjadi pergantian kepemimpinan.

Pejabat sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, turut meminta pelaku pasar untuk tidak panik menyikapi dinamika ini. Bank Indonesia sendiri diketahui telah menaikkan BI-Rate secara kumulatif sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026, dengan kenaikan terakhir 25 basis poin pada 18 Juni 2026, sebagai upaya menarik aliran modal asing dan menjaga daya tarik instrumen berdenominasi rupiah. Meski demikian, pada rapat dewan gubernur bulan Juli, BI memutuskan menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen dan lebih memilih menempuh langkah intervensi pasar valuta asing yang lebih terarah.
Sejumlah ekonom menilai sosok pengganti Perry Warjiyo nantinya harus mampu menjaga kredibilitas kebijakan moneter agar kepercayaan pasar terhadap rupiah tidak tergerus lebih jauh. Ketidakpastian kepemimpinan di institusi sekelas bank sentral, meski bersifat sementara, tetap berpotensi memengaruhi persepsi investor asing terhadap stabilitas kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.
Baca juga: “Market Cap Stablecoin Tembus 299 Miliar Dolar, Apa Artinya untuk Institusi?“
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.