
Jakarta, Pintu News – Investasi komoditas lewat aset kripto tertokenisasi kini menjadi salah satu cara baru bagi investor untuk memiliki emas, perak, atau komoditas lain tanpa perlu menyimpan barang fisiknya. Konsep ini menggabungkan nilai komoditas dunia dengan kemudahan teknologi blockchain, sehingga transaksi bisa dilakukan kapan saja lewat aplikasi digital. Bagi pemula yang ingin mulai diversifikasi portofolio, memahami cara kerjanya adalah langkah awal yang penting.
Aset kripto tertokenisasi adalah token digital di jaringan blockchain yang nilainya dipatok pada aset dunia nyata, seperti emas, perak, atau bahkan surat utang. Setiap token biasanya mewakili kepemilikan atas sejumlah aset fisik tertentu yang disimpan oleh lembaga kustodian resmi. Konsep ini sering disebut real world asset atau RWA tokenization, karena mengubah aset yang sebelumnya sulit diakses menjadi instrumen yang bisa diperdagangkan secara digital.

Contoh paling populer dari komoditas yang ditokenisasi adalah emas digital seperti PAX Gold dan Tether Gold . Keduanya mewakili satu troy ounce emas batangan standar London Bullion Market Association (LBMA) yang disimpan di brankas resmi.
PAXG diterbitkan oleh Paxos Trust Company dan diawasi regulator perbankan Amerika Serikat OCC, dengan emas disimpan di Brink’s, London. XAUT diterbitkan oleh TG Commodities milik Tether, dengan emas disimpan di brankas Swiss seperti MKS PAMP dan Loomis, menurut penjelasan BeInCrypto oleh penulis Shilpa Lama.

Menurut data yang dihimpun CryptoTimes dari laporan pasar RWA, volume perdagangan emas tertokenisasi global menembus 90,7 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026, melampaui total volume sepanjang 2025 yang tercatat 84,6 miliar dolar AS. PAXG dan XAUT bersama-sama menguasai sekitar 90 persen dari pasar tersebut, dengan kapitalisasi pasar masing-masing sekitar 2,32 miliar dolar dan 2,52 miliar dolar AS.
Prosesnya umumnya dimulai dengan membuka akun di platform yang menyediakan token komoditas, lalu melakukan verifikasi identitas sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah akun aktif, investor bisa membeli token seperti PAXG atau XAUT menggunakan mata uang rupiah atau stablecoin, dengan harga yang mengikuti harga emas spot secara real time.
Salah satu keunggulan utama dari mekanisme ini adalah fleksibilitas nominal. Investor tidak perlu membeli satu troy ounce penuh, tetapi bisa membeli sebagian kecil token sesuai kemampuan modal. Token yang dimiliki juga dapat dikirim antar dompet digital dengan cepat, berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan proses pengiriman dan verifikasi keaslian secara manual.
Meski sama-sama mewakili emas fisik, PAXG dan XAUT memiliki perbedaan dari sisi audit dan aksesibilitas. PAXG diaudit bulanan oleh KPMG LLP dan bisa ditukar kembali menjadi emas fisik mulai dari 430 token atau secara fraksional melalui mitra tertentu. XAUT diaudit triwulanan oleh BDO Italia dan hanya bisa ditukar menjadi batangan emas penuh, dengan akses yang dibatasi untuk investor ritel di Amerika Serikat. Perbedaan ini penting dipahami sebelum memilih token mana yang sesuai dengan kebutuhan investasi.
Baca juga: “XAUT vs PAXG: 2 Crypto Emas Bersaing di Tengah Lonjakan Harga Emas Global“
Dibandingkan membeli emas fisik di toko perhiasan atau logam mulia, investasi komoditas lewat aset kripto tertokenisasi menawarkan kemudahan transaksi tanpa batas jam operasional. Pasar token ini dapat diakses 24 jam penuh, termasuk pada hari libur, sehingga investor bisa menyesuaikan waktu transaksi dengan kondisi harga pasar global.
Selain itu, biaya penyimpanan dan risiko kehilangan fisik yang biasanya menyertai emas batangan bisa diminimalkan, karena aset disimpan oleh kustodian resmi yang diaudit secara berkala. Proses jual beli juga lebih transparan karena setiap transaksi tercatat di blockchain, sehingga investor dapat melacak kepemilikan tokennya secara langsung.

Meski menawarkan kemudahan, cara ini tetap memiliki risiko yang harus dipahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Nilai token bergantung pada kredibilitas penerbit dan kustodian penyimpan aset fisik, sehingga penting untuk memilih platform yang transparan soal proses audit dan kepatuhan regulasi.
Risiko lain datang dari volatilitas pasar kripto secara umum, meskipun token ini dipatok pada harga komoditas, likuiditas dan mekanisme perdagangan tetap bisa dipengaruhi oleh sentimen pasar digital. Karena itu, investor tetap disarankan melakukan riset mandiri dan tidak menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset saja.
Di Indonesia, pengawasan aset kripto termasuk aset tertokenisasi kini berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah masa transisi pengalihan dari Bappebti resmi berakhir pada 20 Januari 2026. Peralihan ini merupakan hasil dari nota kesepahaman yang ditandatangani sejak 10 Januari 2025 antara kedua lembaga, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers resmi OJK.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa proses transisi selama setahun tersebut berjalan lancar dan melibatkan pembentukan kelompok kerja bersama antara OJK dan Bappebti. Dengan pengawasan yang kini terpusat di OJK, investor di Indonesia diharapkan mendapat perlindungan yang lebih jelas saat bertransaksi aset kripto tertokenisasi, termasuk komoditas digital seperti emas.
Baca juga: “16 Tahun Lagi Tembus Rp250 Juta? 6 Fakta Prediksi Harga PAX Gold (PAXG) hingga 2042“
Aset kripto tertokenisasi nilainya dipatok pada aset dunia nyata seperti emas atau surat utang, sedangkan Bitcoin dan kripto lain umumnya tidak memiliki aset dasar fisik dan nilainya ditentukan oleh permintaan pasar terhadap jaringannya sendiri.
Tingkat keamanan bergantung pada penerbit dan kustodian yang menyimpan aset fisiknya. Investor sebaiknya memilih platform yang berizin dan diawasi otoritas resmi, serta memeriksa laporan audit aset yang mendasarinya secara berkala.
Karena bersifat digital dan fraksional, investor bisa mulai dengan nominal kecil, tidak harus membeli satu troy ounce penuh seperti saat membeli emas batangan fisik di toko logam mulia.
Bisa, namun dengan syarat tertentu. PAXG dapat ditukar mulai dari 430 token atau secara fraksional melalui mitra tertentu, sedangkan XAUT hanya bisa ditukar menjadi batangan emas penuh.
Risiko utamanya terkait kredibilitas penerbit, transparansi audit kustodian, serta volatilitas pasar kripto secara umum yang bisa memengaruhi likuiditas perdagangan token tersebut.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga melalui aset crypto berbasis emas seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.