
Jakarta, Pintu News – Harga emas dunia sudah mengalami perjalanan yang cukup liar sepanjang 2026, mulai dari lonjakan tajam di awal tahun hingga koreksi yang membuat banyak investor waswas. Bagi investor Indonesia, pertanyaan yang paling relevan sekarang adalah bagaimana arah prediksi harga emas 2026 untuk paruh kedua tahun ini, terutama jika dikonversi ke rupiah per gram. Artikel ini merangkum proyeksi dari sejumlah analis dan lembaga riset, lalu mengubahnya menjadi perkiraan harga dalam rupiah agar lebih mudah dipahami.
Setelah menyentuh level tertinggi sekitar 5.598 dolar AS per ounce di awal tahun, harga emas dunia mengalami koreksi tajam hingga sempat diperdagangkan di kisaran 4.020 dolar AS per ounce menjelang akhir Juli 2026, menurut analisis BeInCrypto yang ditulis Jakub Dziadkowiec. Penurunan ini setara dengan koreksi sekitar 28 persen dari puncaknya, sehingga membuat sejumlah pelaku pasar mempertanyakan apakah tren naik emas masih berlanjut atau justru sudah memasuki fase konsolidasi panjang.

Meski begitu, laporan Gold Demand Trends Q2 2026 dari World Gold Council menyebutkan bahwa permintaan emas secara global masih tergolong stabil, dengan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan sepanjang sisa tahun 2026. Pembelian oleh bank sentral juga diperkirakan tetap signifikan meski volumenya di bawah level 2025, sehingga fondasi permintaan emas belum benar-benar melemah meskipun harga sedang terkoreksi.
Sejumlah lembaga riset memberikan proyeksi yang cukup beragam terkait prediksi harga emas 2026 di paruh kedua. Tirto.id, dalam analisis yang ditulis Rofi Ali Majid, mencatat median proyeksi harga emas global untuk tahun 2026 berada di kisaran 4.509 dolar AS per ounce, dengan rentang harga Agustus 2026 diperkirakan bergerak antara 3.900 hingga 4.350 dolar AS per ounce sebelum ada potensi pemulihan pada kuartal keempat.
Sementara itu, level 3.900 dolar AS per ounce disebut BeInCrypto sebagai support kritis yang jika ditembus dapat membuka jalan menuju level yang lebih rendah, sedangkan zona 4.300 hingga 4.400 dolar AS per ounce menjadi resistance yang perlu ditembus agar tren naik berlanjut. JPMorgan sendiri memproyeksikan harga emas dapat mencapai sekitar 4.500 dolar AS per ounce pada akhir kuartal keempat 2026, dengan asumsi kondisi suku bunga dan permintaan investasi tetap mendukung.
Baca juga: “Prediksi Harga Emas 2026: Berpotensi Tembus $6.300 per Ounce?“
Untuk mengubah proyeksi di atas menjadi satuan yang lebih familiar bagi investor Indonesia, perhitungan dilakukan dengan asumsi 1 troy ounce setara 31,1 gram dan kurs rupiah terhadap dolar AS di kisaran Rp18.030 per dolar AS, seperti tercatat pada 4 Agustus 2026 menurut laporan Akurat.co. Dengan asumsi tersebut, harga emas di level 3.900 dolar AS per ounce setara sekitar Rp2,26 juta per gram, sementara level 4.350 dolar AS per ounce setara sekitar Rp2,52 juta per gram.
Jika skenario JPMorgan di level 4.500 dolar AS per ounce terealisasi, harga emas dapat berada di kisaran Rp2,61 juta per gram, sedangkan median proyeksi tahunan 4.509 dolar AS per ounce dari Tirto.id setara sekitar Rp2,62 juta per gram. Angka-angka ini adalah estimasi kasar berdasarkan proyeksi analis dan kurs pada tanggal tertentu, sehingga fluktuasi kurs rupiah maupun harga emas dunia setiap hari akan membuat angka aktual bergerak naik atau turun dari perkiraan tersebut.
Investor sebaiknya tidak menjadikan angka ini sebagai patokan pasti, melainkan gambaran skenario yang membantu memahami arah pergerakan harga emas dalam rupiah menjelang akhir 2026.
Beberapa faktor makro menjadi penentu utama arah harga emas pada paruh kedua 2026. Menurut World Gold Council, kenaikan imbal hasil riil obligasi AS, dengan yield TIPS 10 tahun yang mendekati 2,5 persen, menjadi tantangan bagi permintaan emas berbasis ETF di kawasan Amerika Utara. Di sisi lain, ekspektasi satu kali kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS pada Oktober 2026 juga menjadi salah satu variabel yang dipantau pasar.
Baca juga: “XAUT vs PAXG: 2 Crypto Emas Bersaing di Tengah Lonjakan Harga Emas Global“
Aktivitas pembelian bank sentral secara global tetap menjadi penopang harga meski melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, ketegangan geopolitik, arah pelemahan dolar AS, serta kondisi kredit global disebut dapat memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai jika kondisi tersebut memburuk. Bagi investor di Indonesia, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor tambahan yang membuat harga emas dalam rupiah bisa bergerak berbeda dari pergerakan harga dalam dolar AS.
Dalam skenario optimistis, jika permintaan investasi tetap kuat dan bank sentral melanjutkan pembelian, harga emas berpotensi bergerak menuju zona resistance 4.300 hingga 4.400 dolar AS per ounce, bahkan mendekati proyeksi JPMorgan di 4.500 dolar AS per ounce pada akhir tahun. Skenario ini akan membuat harga emas per gram dalam rupiah bergerak naik dari level saat ini.
Sebaliknya, dalam skenario yang lebih hati-hati, jika support 3.900 dolar AS per ounce tertembus akibat penguatan dolar AS atau arus keluar dana ETF yang lebih besar, harga emas dapat tertekan lebih dalam sebelum menemukan titik stabil baru. Karena itu, proyeksi yang beredar sebaiknya dipahami sebagai rentang skenario dari analis, bukan jaminan arah harga yang pasti, mengingat harga emas selalu dipengaruhi banyak variabel yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Menurut sejumlah analis, tren kenaikan masih mungkin terjadi jika support di kisaran 3.900 dolar AS per ounce tetap terjaga dan permintaan investasi tetap kuat. Namun arah pastinya sangat bergantung pada kebijakan suku bunga, pergerakan dolar AS, dan aktivitas pembelian bank sentral.
Berdasarkan proyeksi JPMorgan di level 4.500 dolar AS per ounce dan kurs sekitar Rp18.030 per dolar AS, perkiraan harga emas berada di kisaran Rp2,6 juta per gram. Angka ini bisa berubah tergantung pergerakan harga emas dunia dan kurs rupiah yang sebenarnya terjadi.
Karena harga emas dalam rupiah dipengaruhi dua variabel sekaligus, yaitu harga emas global dalam dolar AS dan kurs tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika rupiah melemah, harga emas dalam rupiah bisa naik meski harga dalam dolar AS relatif stabil.
Emas tetap dikenal sebagai aset yang relatif stabil dalam jangka panjang dibandingkan aset berisiko tinggi lainnya, namun fluktuasi harga dalam jangka pendek tetap bisa terjadi. Investor sebaiknya melakukan riset mandiri dan menyesuaikan jumlah investasi dengan profil risiko masing-masing.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga melalui aset crypto berbasis emas seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi