Manajemen Risiko Futures: Memahami Margin Usage (MU) dan Proses Likuidasi

Margin Usage (MU) adalah indikator utama untuk mengelola risiko di Pintu Futures. Panduan ini menjelaskan apa itu MU, cara menghitungnya, tahap bahaya, dan apa yang terjadi saat likuidasi.

1. Apa Itu Margin Usage (MU)?

Margin Usage (MU) adalah jumlah dana atau jaminan yang kamu gunakan untuk mempertahankan posisi dengan leverage. Di Pintu Futures, MU ditampilkan dalam bentuk persen (%).

Semakin besar persennya, semakin banyak dana kamu yang terpakai untuk mempertahankan posisi. Pintu Futures menggunakan cross-margin, sehingga MU yang mencapai 100% bisa membuat seluruh danamu terlikuidasi hingga menjadi 0. Karena itu, jaga MU tetap dalam batas aman.

2. Cara Menghitung Margin Usage

MU dihitung dengan membagi total maintenance margin dengan available margin ditambah total maintenance margin:

MU = Total Maintenance Margin / (Available Margin + Total Maintenance Margin)

Contoh:

  • Total Maintenance Margin = $100
  • Available Margin = $50
  • MU = $100 / ($100 + $50) = 66,6%

3. Margin Usage Tahap Danger

MU memasuki tahap danger ketika posisinya melebihi 75%. Artinya, posisimu berada dalam ancaman likuidasi. Likuidasi terjadi saat MU mencapai 100%.

Saat MU memasuki tahap danger, kamu masih bisa menurunkannya dengan dua cara:

  • Menambah margin, atau
  • Menutup open order.

4. Apa Itu Likuidasi?

Likuidasi adalah proses di mana posisi terbuka kamu ditutup otomatis saat MU mencapai 100%. Karena Pintu Futures memakai cross-margin, likuidasi dapat mengakibatkan seluruh dana kamu di Pintu Futures menjadi 0.

5. Apa yang Terjadi Saat Likuidasi?

Saat MU mencapai 100%, bursa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum melikuidasi akunmu:

  • Jika kamu masih punya open order, seluruh open order dibatalkan untuk menurunkan MU.
  • Jika tidak ada open order, bursa melikuidasi akun dengan mengambil alih seluruh open position dan sisa margin.

Saat likuidasi, sisa saldo akunmu diambil alih oleh Kliring (PT KKI) untuk menutup biaya likuidasi. Contoh: jika kamu punya Rp1.000.000 dalam maintenance margin saat likuidasi, jumlah itu diambil oleh Kliring, sehingga saldomu menjadi nol.

Setelah itu, Kliring akan menutup posisimu secara strategis di order book untuk meminimalkan dampak pasar. Jika menghasilkan surplus, kelebihannya dialokasikan ke insurance fund di CFX. Insurance fund berfungsi sebagai cadangan pelindung agar pihak yang menang tetap menerima pembayaran meski pihak lawan gagal bayar (default).

Catatan Risiko

Trading futures menggunakan leverage memiliki risiko tinggi. Kamu bisa kehilangan seluruh dana dalam waktu singkat. Pastikan kamu memahami cara kerja MU dan likuidasi sebelum membuka posisi.

Apakah artikel ini membantu?

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup

Pertanyaanmu belum terjawab?