Habis Larang Warganya Narik Uang Cash, Kini Nigeria Getol Bikin Regulasi Stablecoin dan ICO

Updated
January 11, 2023
Gambar Habis Larang Warganya Narik Uang Cash, Kini Nigeria Getol Bikin Regulasi Stablecoin dan ICO

Setelah membatasi warganya untuk menarik uang cash dalam beberapa bulan terakhir, Nigeria dilaporkan siap untuk mengerjakan kerangka regulasi stablecoin dan ICO. Dilaporkan oleh Watcher Guru (11/1/23), Nigeria telah menerbitkan laporan “Nigeria Payments System Vision 2025” baru yang menyatakan kesediaannya untuk menerapkan kerangka hukum yang mendukung stablecoin dan penawaran koin awal (ICO). Sebagai negara pelopor dalam adopsi mata uang digital bank sentral (CBDC), kini Nigeria telah menyatakan kesiapannya untuk mengadopsi stablecoin.

Nigeria Siap Kerjakan Regulasi Stablecoin dan ICO

Sebagai salah satu negara pelopor dalam mengadopsi mata uang digital bank sentral (CBDC) sendiri, Nigeria juga menyatakan kesiapannya untuk menerima keberadaan private stablecoin. Kebutuhan untuk membuat kerangka hukum untuk stablecoin dicatat dalam dokumen strategi bank sentral Nigeria terbaru.

Diterbitkan dengan judul “Visi Sistem Pembayaran Nigeria 2025”, laporan setebal 83 halaman yang diajukan oleh Central Bank of Nigeria (CBN) mempertimbangkan pengembangan kerangka peraturan untuk potensi penggunaan stablecoin ke depannya. Dokumen tersebut menguraikan kebutuhan untuk mengembangkan sebuah kerangka kerja, mengingat bahwa stablecoin kemungkinan besar akan menjadi mekanisme pembayaran yang sukses di negara tersebut, menurut laporan Cointelegraph (10/1/23).

Tak hanya itu, dokumen tersebut juga memperhatikan regulasi penawaran koin awal atau Initial Coin Offering (ICO). Dokumen tersebut menyoroti ketiadaan peraturan di sektor ini, menyebabkan kerugian bagi para investor. Namun, CBN melihat adanya potensi untuk mengadopsi ICO sebagai pendekatan baru untuk penggalangan dana untuk proyek modal, pinjaman peer-to-peer dan crowdfunding. Oleh karena itu, kerangka peraturan juga diperlukan “dalam hal adopsi solusi investasi berbasis ICO.”

Baca juga: Ini Alasan Rusia Buru-Buru Adopsi CBDC di Tengah Hukuman Perang

Nigeria Getol Ajak Warganya Pakai CBDC

Nigeria ajak warganya Pakai CBDC

Meski begitu, nyatanya segmen mengenai kerangka regulasi stablecoin dan ICO dari laporan tersebut jauh lebih kecil daripada yang didedikasikan untuk eNaira, CBDC Nigeria. Hal ini dikarenakan Bank Sentral menganggap eNaira sebagai potensi untuk bertransformasi dalam perekonomian nasional. Mereka berharap untuk mencapai implementasi CBDC tahapan akhir dalam 3 sampai 5 tahun mendatang.

Seperti yang sudah diberitakan pada bulan Desember 2022 lalu, Nigeria mengurangi dan membatasi jumlah uang tunai yang dapat ditarik individu dan bisnis menjadi $225 dan $1.125 atau setara dengan Rp700 ribuan per minggu, dalam upaya mendorong kebijakan “Nigeria tanpa uang tunai”, meningkatkan penggunaan eNaira, dan memindahkan operasi keuangan negara ke yang lebih digital.

Dilansir dari Cointelegraph, tingkat adopsi eNaira rendah sejak diluncurkan pada akhir 2021 lalu. Hanya kurang dari 0,5% populasi menggunakan eNaira pada 25 Oktober 2022.

Terkait hal ini pemerintah Nigeria terus menerus berjuang untuk meyakinkan warganya untuk menggunakan CBDC. Selain itu, Nigeria diidentifikasi oleh Chainalysis sebagai negara teratas di Afrika yang mengadopsi crypto dan peringkat ke-11 secara global.


Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->