6 Fakta Soal ‘1,12% XRP Hilang’: Supply XRP & Realitas Crypto

Di-update
January 2, 2026
Gambar 6 Fakta Soal ‘1,12% XRP Hilang’: Supply XRP & Realitas Crypto

Jakarta, Pintu News – Isu tentang sebagian supply XRP “hilang” kembali beredar setelah laporan analisis data pasar menunjukkan Absorpsi supply sebesar 1,12% oleh produk Exchange Traded Fund (ETF). Pertanyaan pentingnya adalah apakah XRP benar-benar hilang atau hanya tersimpan di luar peredaran pasar umum. Artikel ini merangkum enam fakta objektif dari laporan terkini yang relevan untuk investor cryptocurrency.

1. Konteks 1,12% Supply XRP yang “Gone”

Istilah claim bahwa “1,12% dari supply XRP hilang” merujuk pada sejumlah XRP yang tidak terlihat dalam peredaran pasar trading biasa karena telah terserap oleh produk investasi seperti ETF. Menurut laporan U.Today, angka 1,12% berasal dari total aset bersih (AUM) sekitar USD 1,24 miliar dalam XRP spot ETF terhadap kapitalisasi pasar XRP keseluruhan.

Namun, jika ditafsirkan sebagai tokens yang benar-benar dibakar, hilang, atau dihapuskan dari eksistensi, laporan tersebut menegaskan bahwa kondisi itu tidak terjadi. XRP tetap ada, hanya sebagian berada di kas produk investasi dan tidak aktif diperdagangkan di pasar spot biasa.

Baca Juga: 7 Fakta BTC Diprediksi Bottom di $37.500 di 2026 — Analisis Pasar Crypto Terbaru

2. ETF Memengaruhi Available Float XRP

XRP yang ditahan dalam produk ETF tidak otomatis tersedia untuk jual-beli di pasar spot, sehingga secara praktis mengurangi jumlah float yang aktif diperdagangkan. Menurut U.Today, mekanisme ini benar-benar menyusutkan jumlah XRP yang mudah diakses oleh investor ritel, walaupun supply totalnya tetap sama.

Produk XRP ETF yang termasuk dalam hitungan ini mencakup beberapa ticker besar dari issuer seperti Canary, 21Shares, Bitwise, Grayscale, dan Franklin Templeton, yang masing-masing menahan ratusan juta XRP untuk kebutuhan produk investasi.

3. Supply di Bawah Peredaran Bukan Supply Hilang

Data yang sama menunjukkan bahwa “missing supply” bukan karena token tersebut dibakar atau hilang secara kriptografis. Sebaliknya, token tersebut hanya dialihkan ke vehicle investasi institusional seperti ETF yang cenderung menjadikan token tersebut lebih jarang muncul pada order book exchange. Ini sering disebut sebagai supply squeeze.

Dalam konteks pasar cryptocurrency, phenomena seperti ini bisa terjadi ketika aliran institusional menarik supply dari pasar retail, sehingga relatif mengurangi volume jual. Namun, supply total yang ada masih tercatat dalam jaringan blockchain XRP.

4. Supply di Exchange Juga Menyusut Tajam

Selain fenomena ETF, data on-chain menunjukkan bahwa supply XRP yang tercatat di bursa tradisional turun secara signifikan. Laporan dari sumber lain menunjukkan bahwa jumlah XRP di exchange turun dari sekitar 3,76 milyar menjadi sekitar 1,6 milyar, yang merupakan tingkat terendah dalam tujuh tahun terakhir.

Penurunan ini mencerminkan lebih banyak holder yang memindahkan XRP ke wallet pribadi atau penahanan jangka panjang (HODL), yang turut mengurangi jumlah token yang diperdagangkan aktif di pasar spot.

5. Supply Squeeze vs Harga Pasar XRP

Beberapa analis menyebut fenomena supply yang ketat ini berpotensi menciptakan tekanan harga jika permintaan tetap tinggi atau meningkat, karena lebih sedikit token yang tersedia untuk dibeli langsung di pasar spot. Namun, analis lain menilai narasi supply shock mungkin berlebihan dan harga XRP tetap lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar crypto yang lebih luas, termasuk pergerakan Bitcoin dan sentimen risiko investor.

Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa supply squeeze akibat ETF bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga XRP, melainkan salah satu dari berbagai indikator teknikal dan fundamental luas dalam pasar cryptocurrency.

6. XRP Tidak Pernah Benar-benar “Hilang”

Kesimpulannya, angka 1,12% yang disebut “gone” merujuk pada supply XRP yang secara efektif terikat di ETF dan tidak tersedia untuk perdagangan spot biasa, bukan supply yang telah dibakar atau hilang dari blockchain. Blockchain XRP tetap mencatat keseluruhan token yang pernah diterbitkan, dan tidak ada mekanisme otomatis yang menghapus token hanya karena dipindahkan ke produk investasi.

Mekanisme ERC-20 dan ledger XRP memastikan supply token tidak hilang tanpa proses khusus seperti burn yang tercatat on-chain. Klaim supply hilang semata-mata merupakan interpretasi terkait availabilitas pasar dan bukan pernyataan teknis tentang eksistensi token.

Baca Juga: 5 Wawasan Analyst Veteran Menyatakan 2026 Bisa Jadi Puncak Emas & Perak

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari iniharga Solana hari iniPepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->