6 Fakta Dampak Serangan AS ke Venezuela: BTC Tertekan, Minyak Turun, Pasar Crypto Bergeser?

Di-update
January 5, 2026
Gambar 6 Fakta Dampak Serangan AS ke Venezuela: BTC Tertekan, Minyak Turun, Pasar Crypto Bergeser?

Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik kembali memengaruhi pasar global setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela pada awal Januari 2026. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada harga minyak, tetapi juga memicu reaksi di pasar crypto dan cryptocurrency, terutama Bitcoin . Berdasarkan laporan Decrypt, pasar menunjukkan respons terukur tanpa gejolak ekstrem, namun tetap mencerminkan perubahan sentimen risiko global.

1. Bitcoin Mengalami Tekanan Jangka Pendek

Harga Bitcoin (BTC) tercatat mengalami penurunan sesaat setelah kabar serangan AS ke Venezuela tersebar. Menurut laporan Decrypt, reaksi ini mencerminkan pola klasik aset berisiko ketika ketidakpastian geopolitik meningkat. Data tersebut menunjukkan bahwa pasar crypto masih sensitif terhadap berita global berskala besar.

Decrypt mencatat bahwa tekanan ini bersifat terbatas dan tidak berkembang menjadi aksi jual besar-besaran. Penurunan harga BTC dinilai lebih sebagai respons psikologis jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa struktur pasar cryptocurrency relatif lebih matang dibandingkan periode konflik sebelumnya.

Baca Juga: 2026, Tahun Penuh Harapan untuk Solana: Prediksi dan Tantangan

2. Minyak Dunia Turun dan Memengaruhi Sentimen Risiko

impor minyak
Sumber: Outlook India

Harga minyak global dilaporkan melemah setelah serangan tersebut, meskipun Venezuela dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak besar. Menurut Decrypt, pasar menilai gangguan pasokan belum bersifat signifikan dalam jangka pendek. Penurunan harga minyak ini turut memengaruhi sentimen aset berisiko secara luas.

Dalam konteks global, harga minyak yang melemah sering kali mengurangi tekanan inflasi. Decrypt menyebut bahwa kondisi ini dapat berdampak tidak langsung pada pasar crypto, karena ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih longgar. Namun, hubungan ini masih bersifat tidak langsung dan bergantung pada perkembangan lanjutan.

3. Respons Pasar Crypto Relatif Terkendali

Berbeda dengan gejolak besar di masa lalu, pasar crypto kali ini menunjukkan respons yang lebih terkendali. Menurut Decrypt, volatilitas Bitcoin dan aset cryptocurrency utama lainnya tetap berada dalam rentang wajar. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan ketahanan pasar terhadap guncangan eksternal.

Data tersebut juga mengindikasikan bahwa pelaku pasar tidak bereaksi secara berlebihan. Investor tampak menunggu kejelasan eskalasi konflik sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Pendekatan ini mencerminkan perilaku pasar yang lebih rasional.

4. Peran Venezuela dalam Narasi Bitcoin Global

Venezuela sering dikaitkan dengan adopsi Bitcoin (BTC) sebagai alternatif sistem keuangan tradisional. Decrypt menyoroti bahwa konflik geopolitik di negara tersebut kembali mengangkat diskusi tentang peran crypto dalam situasi krisis ekonomi dan politik. Namun, laporan ini menegaskan bahwa dampak langsung terhadap jaringan Bitcoin relatif minim.

Menurut Decrypt, narasi penggunaan cryptocurrency di Venezuela lebih bersifat struktural jangka panjang. Peristiwa militer ini tidak serta-merta mengubah dinamika adopsi crypto di tingkat lokal. Hal ini menunjukkan pemisahan antara utilitas crypto dan gejolak politik jangka pendek.

5. Pergerakan Aset Lain: Ethereum dan Altcoin

Selain Bitcoin, Ethereum dan beberapa altcoin juga mengalami fluktuasi ringan. Decrypt mencatat bahwa pergerakan ETH mengikuti arah BTC dengan volatilitas yang sedikit lebih rendah. Hal ini konsisten dengan pola historis di pasar cryptocurrency.

Altcoin berkapitalisasi kecil menunjukkan variasi respons yang lebih besar. Namun secara agregat, Decrypt menilai tidak ada tanda kepanikan sistemik. Pasar crypto secara keseluruhan tetap berfungsi normal pasca peristiwa tersebut.

6. Implikasi bagi Pasar Global dan Investor

Secara keseluruhan, Decrypt menilai bahwa serangan AS ke Venezuela menjadi ujian sentimen bagi pasar global, termasuk crypto. Reaksi yang relatif tenang menunjukkan bahwa pasar telah mengantisipasi risiko geopolitik sebagai bagian dari dinamika global. Hal ini memperkuat pandangan bahwa cryptocurrency semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global.

Dalam denominasi rupiah, fluktuasi harga Bitcoin yang bernilai puluhan ribu dolar AS—sekitar ratusan juta rupiah dengan kurs 1 USD = Rp16.708—tetap berada dalam kisaran historisnya. Data ini menegaskan bahwa meskipun sensitif terhadap berita, pasar crypto tidak lagi mudah terguncang oleh satu peristiwa tunggal.

Baca Juga: Terobosan Besar Ripple (XRP) di 2026, Siapkah Anda?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->