
Jakarta, Pintu News – XRP mengalami penurunan setelah reli pada minggu lalu, namun struktur di balik pergerakan harganya masih menunjukkan tanda-tanda yang positif.
Pola klasik inverse head-and-shoulders mulai terbentuk, dan jika pola ini berhasil terselesaikan seiring meningkatnya tekanan beli, potensi kenaikan harga diperkirakan bisa mencapai sekitar 34%.
Namun, data on-chain menunjukkan bahwa tidak semua pembeli bertindak dengan cara yang sama. Beberapa aktivitas akumulasi mendukung potensi terjadinya breakout, sementara pola pembelian lainnya justru menimbulkan risiko dalam jangka pendek.
Peluang terjadinya breakout memang terlihat ada, tetapi komposisi pelaku pasar bisa menjadi penentu apakah harga XRP akan menembus naik dengan mulus atau kembali tertahan.
Penurunan harga XRP baru-baru ini tampaknya sedang membentuk bagian bahu kanan dari pola inverse head-and-shoulders. Pola ini muncul ketika tekanan jual mulai melemah setelah penurunan yang dalam, dan pembeli secara perlahan mulai mengambil alih kendali.
Baca juga: Prediksi Kinerja XRP vs Solana: Mana yang Lebih Unggul di Januari 2026?
Selama harga tetap berada di atas $1,77, pola ini masih dianggap valid. Jika harga berhasil menembus garis leher (neckline), target kenaikan bisa mencapai sekitar 34%, mendekati level $3,34.
Salah satu faktor teknikal pendukung adalah terbentuknya sinyal yang dikenal sebagai golden crossover, di mana rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari mulai mendekati EMA 50 hari.
Sebagai catatan, exponential moving average (EMA) memberikan bobot lebih pada harga-harga terbaru, sehingga lebih responsif terhadap perubahan tren dibandingkan simple moving average (SMA).
Ketika EMA jangka pendek melintasi ke atas EMA jangka panjang, ini sering dianggap sebagai sinyal membaiknya momentum dan stabilnya tren. Crossover ini sedang terbentuk saat XRP dalam fase konsolidasi, yang biasanya lebih mendukung kelanjutan tren naik daripada penurunan.

Data momentum juga mendukung pandangan ini. Indeks Aliran Uang (Money Flow Index atau MFI), yang mengukur aliran uang masuk dan keluar dari suatu aset, menunjukkan tren naik meskipun harga telah menurun sejak awal November.
Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan harga secara konsisten menarik minat beli. Singkatnya, permintaan terus membangun secara diam-diam di balik layar, bahkan saat harga mengalami penurunan.

Data on-chain menunjukkan bahwa dua kelompok pemegang besar (whales) secara aktif membeli XRP. Dompet yang menyimpan antara 1 juta hingga 10 juta XRP telah meningkatkan saldo mereka dari sekitar 3,54 miliar token menjadi 3,55 miliar token setelah 5 Januari.
Meskipun kenaikannya terlihat kecil, yang paling penting adalah konsistensinya. Kelompok ini terus menambah kepemilikan meskipun harga turun, menunjukkan keyakinan yang stabil.
Sementara itu, pemegang yang lebih besar—mereka yang memiliki antara 10 juta hingga 100 juta XRP—menunjukkan perilaku berbeda. Mereka mengurangi eksposur selama reli, kemungkinan untuk merealisasikan keuntungan, namun mulai kembali membeli saat bahu kanan mulai terbentuk.

Kepemilikan mereka meningkat dari sekitar 11,07 miliar XRP menjadi 11,13 miliar XRP, atau penambahan sekitar 60 juta token. Dengan harga saat ini, itu setara dengan sekitar $130 juta dalam bentuk akumulasi baru.
Waktu pembelian ini sangat penting. Para pemegang besar ini tidak lagi membeli saat harga sedang menguat. Sebaliknya, mereka membeli saat harga dalam fase konsolidasi. Pola perilaku seperti ini biasanya mendukung pembentukan struktur teknikal seperti pola inverse head-and-shoulders.
Baca juga: Pergerakan Harga Render Tunjukkan Momentum Bullish? Ini Grafik yang Perlu Diperhatikan!
Risiko utama terhadap potensi breakout XRP bukan berasal dari pola akumulasi whale, melainkan dari meningkatnya partisipasi pembeli jangka pendek secara tiba-tiba.
Data HODL Waves—yang mengelompokkan pemegang berdasarkan lamanya waktu kepemilikan—menunjukkan bahwa pemegang jangka sangat pendek (yang hanya memegang XRP selama satu hari hingga satu minggu) telah meningkatkan proporsi kepemilikan mereka secara signifikan sejak 30 Desember.

Pangsa mereka naik dari sekitar 0,6% menjadi sekitar 1,33% dari total suplai yang beredar. Kelompok ini cenderung bereaksi cepat terhadap pergerakan harga. Mereka biasanya membeli saat terjadi breakout dan menjual ketika harga terkoreksi, yang dapat menciptakan tekanan saat harga sedang dalam fase konsolidasi.
Perilaku seperti ini dapat memperlambat terjadinya breakout yang bersih. Ketika aktivitas pasar didominasi oleh pemegang jangka pendek, harga sering kali kesulitan menembus level resistensi tanpa beberapa kali percobaan.
Dari sisi teknikal, level-level penting cukup jelas. XRP membutuhkan penutupan harian yang meyakinkan di atas $2,46 untuk menantang resistensi, dan konfirmasi di atas $2,54 akan memvalidasi breakout. Jika itu terjadi, jalur menuju $3,19 dan bahkan $3,34—sesuai proyeksi kenaikan 34%—akan terbuka.

Di sisi bawah, penutupan harian di bawah $2,13 akan melemahkan momentum dan menunda pergerakan. Jika itu terjadi, area support berikutnya berada di sekitar $1,95 dan $1,77, di mana pola teknikal masih dianggap valid meski mulai melebar.
Secara keseluruhan, struktur harga XRP cukup kuat, dan akumulasi nyata sedang berlangsung.
Namun, kualitas pembeli sama pentingnya dengan kuantitas. Jika pembeli jangka panjang tetap aktif dan tekanan jual dari pemegang jangka pendek mereda, maka potensi breakout masih sangat terbuka untuk terwujud.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: